2 Orang Masuk Penjara Hanya Karena Emoticon Facebook

17.17

Baca Juga

Dibulan puasa ini segala macam bentuk ibadah akan dilipat gandakan pahalanya, oleh karena itu akan lebih baik jika kita lebih meningkatkan kualitas dari ibadah kita juga meminimalisir segala macam bentuk tidakkan yang dapat mengurangi pahala kita. Jangan sampai hanya karena masalah yang dipandang sepele kita hanya mendapat lapar dan dahaga saja dibulan yang suci ini

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”



Pemakaian dari emoji telah menjadi bagian yang penting pada saat mengirim suatu pesan kepada orang lain.  Nyatanya, penggunaan dari emoji ini mampu membawa seseorang sampai ke ranah hukum dan juga ditangkap polisi!  Dua orang pria yang berasal dari Carolina mengalaminya, mereka ditahan awal bulan ini lantaran hanya gara-gara mengirim suatu emoji lewat akun Facebook mereka.  Kenapa bisa, seperti itu ya?

Rupanya Matthew Cowan (29th) dan David Fuentes (29th)  ditahan karena telah mengirimkan pesan ancaman melalui Facebook.   Sebelumnya mereka berdua tidak pernah menyangka hal seperti ini akan dapat membuat mereka harus berurusan dengan pihak kepolisian Spartanburg.  Pihak polisi yang telah menangani kasus ini sendiri menyatakan bahwa hal yang telah dilakukan oleh dua orang pria ini termasuk ke dalam kasus pengancaman.

Uniknya lagi, pesan yang telah mereka kirim hanya menggunakan bentuk emoji kepalan tangan, emoji berbentuk pistol, dan kemudian emoji mobil ambulance.  Pihak kepolisian sendiri menyimpulkan bahwa emoji-emoji seperti ini memiliki suatu kemungkinan akan terjadinya suatu tindak penganiayaan terhadap seseorang.

Kasus seperti ini adalah rentetan dari kejadian yang terjadi sebelumnya.  Bulan Mei yang lalu Fuentes dan juga Cowan telah berusaha menyerang seseorang di rumahnya.  Kedua orang pria ini diancam dengan hukuman penjara selama kurang lebih 5 tahun.

Hal ini bukan merupakan kasus pertama yang telah terjadi berkaitan dengan masalah emoji.  Awal tahun ini, seorang remaja berusia 17 tahun bernama  Osiris Aristy telah mengunggah gambar pistol di akun Facebook miliknya.  Terdapat kalimat yang tertulis: “Nigga mengejar saya, dia akan kehabisan napas.”  Kalimat itu diakhiri dengan emoji polisi dan emoji sebuah pistol.  Pesan seperti itu diunggah lagi satu jam berikutnya.  Tiga jam berselang setelah pesan itu diunggah di akun facebook miliknya, Aristy kemudian ditangkap oleh kepolisian New York karena diduga telah melakukan sebuah ancaman berbentuk terorrisme dan melawan kepolisian.


Mungkin akan ada baiknya juga apabila mulai detik ini setiap orang yang memiliki akun media sosial  lebih bijak lagi dalam menggunakan akun media social miliknya.   Kevin Bobo yaitu seseorang dari pihak kepolisian Spartanburg telah mengatakan bahwa para orangtua haruslah mempelajari simbol-simbol tertentu agar nantinya tidak digunakan secara sembarangan oleh anak-anaknya dan lebih ketat lagi dalam memperhatikan penggunaan dari emoji di akun media sosial.  Jadi mulai sekarang, anda harus lebih hati-hati lagi dalam menggunakan menggunakan emoji, yaa…

Beri komentar dan bagikan ya!

sumber :
First
0 Komentar