Gigih Wujudkan Keinginan Menjadi Programmer, Anak Pedangan Asongan Diterima Kuliah di UGM

22.06

Baca Juga

Tentulah menjadi kegembiraan Andri Imanudin, siswa SMA 01 Brebes, Jawa Tengah saat dinyatakan diterima menjadi mahasiswa baru UGM. Melalui penjaringan Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), ia diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM, Program Studi Ilmu Komputer.

Andri mengaku tidak mudah mewujudkan keinginan untuk bisa kuliah. Bahkan ia menyimpan banyak cerita menarik untuk itu. Ayahnya, Nuriman, yang tiga tahun terakhir mengidap sakit sinusitus sesungguhnya telah menyerah untuk kelanjutan studinya.

"Sejak tahun 2013, bapak sakit. Bapak sudah pasrah tentang kelanjutan saya setelah SMA. Saya pun kemudian tanya-tanya guru BK dan mencari informasi beasiswa di internet", akunya.


Semangat belajar tinggi memang tertanam kuat dalam diri Andri sejak dini. Pria kelahiran Brebes, 27 Mei 1997 ini senantiasa menunjukkan prestasi akademik. Saat belajar di SD Negeri Pesantunan 04, Brebes, ia menduduki peringkat 1 dari kelas I s.d VI. Demikian pula saat duduk di bangku SMP Negeri 01 Wanasari, Brebes.

Prestasi akademik kembali ditunjukkan ketika belajar di SMA Negeri 01 Brebes. Semenjak duduk di kelas 10 semester 1, ia menduduki peringkat 1 parallel 17, semester 2 peringkat 1 parallel 3. Di kelas 11 semester 3 peringkat 2 parallel 3, semester 4 peringkat 2 parallel 4 dan kelas 12 semester 5, peringkat 2 parallel 7.

"Belajar kayaknya biasa saja, dirumah sama nenek. Karena orang tua di Jakarta berdagang asongan, baru tiga tahun ini kita bisa kumpul, karena bapak sakit dan pulang ke Brebes", ujarnya.

Rasa percaya diri dan prestasi non-akademik

Dengan kondisi yang dialami, pria pemilik perawakan tinggi kurus, ini mengaku memiliki rasa minder saat duduk di bangku SMA. Iapun tidak memiliki pergaulan yang luas. Karena itu, iapun pada akhinya memilih aktif di kegiatan teater.

"Alhamdullilah, saya bisa pede juga. Punya temen banyak, bisa pentas dan meraih beberapa prestasi", katanya. 

Setidaknya bersama komunitas teater dimana ia bergabung, pernah meraih juara 1 Festival Lomba Seni Siswa (Kabupaten) bidang teater tahun 2013 dan juara harapan I kejuaraan yang sama tingkat provinsi.  Andri pun pernah juara 1 Lomba Cerita Rakyat Brebes tahun 2014 tingkat kabupaten dan juara harapan II Lomba Stand Up Commedy tingkat Kabupaten Brebes.

Pernah pula meraih juara III Lomba Pantun yang diselenggarakan FMIPA UNSRI, juara II Lomba Foto HUT Kabupaten Brebes yang diadakan Sekda Brebes, Penulis Berprestasi  dalam even menulis yang diselenggarakan penerbit Ellunar dan pemain inti untuk Drama Musikal Ramasuka Tegal, Brebes dan Slawi.

"Lomba-lomba itu saya cari sendiri. Karena untuk lomba-lomba yang permanen yang ditunjuk sekolah orangnya itu-itu saja. Saya pun searching sendiri", ucap Andri.

Sedikit malu-malu, Andri bercerita untuk juara II Lomba Foto HUT Kabupaten Brebes, ia mendapat hadiah handphone. Iapun senang bukan main, karena semenjak saat itu dirinya bisa memiliki hp sendiri.

"Salah satu motivasi mengikuti lomba ya memang untuk mendapatkan hadiah (uang), karena dengan begitu saya bisa membeli barang-barang yang sangat diperlukan untuk menunjang studi", ungkapnya.

Kini dengan beasiswa Bidik Misi yang diterima, Andri bertekad mewujudkan cita-citanya menjadi dosen atau seorang programmer. Di saat menunggu jadwal masuk kuliah, iapun tetap membantu orang tuanya belanja untuk kebutuhan warung ke kelontong orang tuanya di Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

"Nanti kuliah di Jogja saya tinggal di Pondok Karanggeneng, Mlati Sleman. Ya berjarak kira-kira 7 kilo meter menuju UGM", papar Andri, anggota Teater Kembang, Brebes.

Nur Amaliah, ibu Andri Imanudin merasa bersyukur anaknya diterima kuliah di UGM. Dengan kondisi ekonomi saat ini, ia merasa semakin bersyukur karena Andri kuliah dengan beasiswa.


"Bapaknya sakit, dulu pernah berdagang rokok dan lain-lain di Teluk Gong Jakarta Utara. Dulu dengan gerobak diatas got, sekarang jualannya disini saja, di Brebes. Sambil nunggu bapaknya", kata Nur Amaliah. (Humas UGM/ Agung)

Sumber : 

Previous
Next Post »
0 Komentar