Terlanjur Basah, Mandi Sekalian

17.46

Baca Juga

Terlanjur Basah, Mandi Sekalian - Setelah kemarin baru tiba dijogja menggunakan sepeda motor, pagi ini kuputuskan untuk mulai mengupdate blog ini lagi. Sebab sudah kuputuskan untuk njebur-njebur sekalian.

Kali ini masih lanjut nyicil tugas namun dengan kecepatan tinggi agar cepat rampung. Berbekal Hostpot teatering, dan netbook 3 tahun lalu, saya mencoba menjawab pertanyaan berikut.

Siapa rektor UGM yang pertama? Dan hal apa yang dapat Anda teladani dari beliau terkait kiprahnya bagi UGM dan bangsa Indonesia? Apa yang Anda ketahui tentang Prof. Koesnadi Hardja Soemantri dan Prof. Notonagoro? Jelaskan beserta sumbangsih mereka bagi UGM dan NKRI!

Siapa rektor UGM yang pertama? Browsing dengan kata kunci (baca : keyword) rektor ugm pertama, samapailah saya dengan nama Prof. Dr. dr. Sardjito, M.D., M.P.H. 

Prof. Dr. dr. Sardjito lahir pada 13 agustus 1889 di desa purwodadi, kawedanan, mageran, wilayah kerasidenan madiun. Beliau diamanahkan untuk menjadi rektor pertama UGM yang ketika itu disebut Presiden Universiteit Negeri Gajah Mada pada tahun 1949. Pemegang penghargaan Bintang Mahaputera Tingkat III tahun 1960 ini, menjabat sebagai rektor UGM selama 12 tahun 9 bulan.

Dan hal apa yang dapat Anda teladani dari beliau terkait kiprahnya bagi UGM dan bangsa Indonesia?

Prof. Dr. dr. Sardjito berperan dalam proses pembangunan perguruan tinggi kerakyatan pertama di Yogyakarta yaitu Universitas Gadjah Mada. Dalam pembangunan gedung UGM pada kurun waktu 1951-1959, tidak ada portal dan dinding yang memisahkan kampus dengan rakyat.

Prof. Dr. dr. Sardjito juga memiliki jasa besar dalam masa perang merebut kemerdekaan. Pada masa itu, ketika yang lain memikirkan persenjataan, Beliau memikirkan kesehatan prajurit dengan menyediakan obat-obatan dan vitamin termasuk membangun pos kesehatan untuk TNI.

Apa yang Anda ketahui tentang Prof. Koesnadi Hardja Soemantri dan Prof. Notonagoro? Jelaskan beserta sumbangsih mereka bagi UGM dan NKRI!

 Prof. Koesnadi Hardja Soemantri  : Pernah menjadi dosen di Fakultas Hukum UGM dan pernah pula diangkat menjadi rektor UGM (1986-1990). Ketika banyak pimpinan perguruan tinggi mengalami desakan dari pemerintah Orde Baru untuk menekan mahasiswa, Koesnadi malah terkesan banyak memberi angin bagi semangat demokrasi di kampus UGM.

Prof. Notonagoro : Pimpinan Fakultas Hukum yang dibuka pada 3 Desember 1949, merupakan sosok yang sangat peduli terhadap masalah sosial dan politik global. Beliau juga turut memberikan sumbangsih terhadap pembangunan UGM dan juga Perumusan pancasila yang merupakan dasar negara kita.

Sumber :
Previous
Next Post »
0 Komentar