Cerita Inspiratif tentang seorang nenek dan seorang ibu

09.50

Baca Juga

Ibu.. ibu.. ibu..

Cerita inspiratif ini saya dapatkan dari guru saya, kejadian dalam cerita ini beliau alami ketika beliau masih duduk dibangku SMP. Seperti ini ceritanya..

Setiap pulang sekolah Reni dan temannya biasa melintasi sebuah jalan yang ramai. Di jalan itu Reni selalu melihat seorang wanita paruh bawa dengan pakaian yang sudah tidak layak pakai, bahkan dari raut wajah wanita yang sudah tidak muda lagi itu dapat disimpulkan bahwa wanita itu sudah tidak “sehat” lagi.

Namun pada hari itu ketika pulang sekolah ada satu hal yang benar-benar membuat Reni terkejut. Dari arah belakang ada sebuah mobil mewah yang melintas di depan Reni, mobil itu sangat bagus. Tiba-tiba saja mobil itu berhenti tepat didepan wanita paruh baya itu. Rasa penasaran yang teramat dalam dari hati reni membuat dirinya berhenti sejenak memperhatikan mobil itu. “Mobil siapakah itu? Dan mau apa mobil itu berhenti tepat didepan wanita paruh baya itu? Jangan-jangan akan menculiknya.” Ucap Reni dalam hati.

Tak lama kemudian keluarlah satu orang perempuan yang masih sangat muda dan cantik berserta dua orang laki-laki dengan postur tegap dari dalam mobil itu, mereka bertiga berjalan menghampiri wanita paruh baya itu dan benar saja mereka langsung mengangkat dan memasukkannya kedalam mobil. Aku yang melihat kejadian itu ingin berteriak minta tolong, namun mulut ku ini hendak berucap tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam mobil itu “Ibu.. ibu.. ibu..” suara teriakan  perempuan histeris dengan rasa bahagia bercampur haru terdengar dari dalam mobil. Pada saat itu aku yang bersiap ingin berteriak meminta tolong kepada orang-orang langsung saja mengurungkan niat ku. Aku berfikir bahwa sepertinya wanita itu adalah anak dari perempuan paruh baya itu. 

“Subhanallah, ternyata mereka itu anak-anaknya. Tak kusangka, anak-anaknya yang sudah begitu sukses masih berusaha untuk mencari ibunya meski ibunya kini sudah dalam kondisi yang tidak “sehat” lagi. Sungguh betapa sangat berharganya sosok seorang ibu.”


Nenek ku pahlawan ku

Terima kasih nenek, terima kasih. Cuma kata itu yang sekarang bisa aku berikan kepada mu. Dia yang selalu ada untukku, merawat ku sejak kecil, juga yang mengejarkan tentang makna hidup  kepada ku.

Nama ku andri, semenjak kecil aku sudah dititipkan oleh orangtua ku ditempat nenek ku. Alasan ekonomi membuat orangtua ku melakukan itu. Aku bisa menerimanya, tapi yang namanya anak tetaplah anak. Dalam masa-masanya seorang anak sangat membutuhkan kasih sayang dan bimbingan dari orang tuanya, tanpa terkecuali diri ku ini. Namun  itu semua hanya mimpi belaka bagi ku, karena semenjak itu aku sudah kehilangan sosok orangtua. Ditambah lagi hanya satu tahun sekali orangtua ku itu pulang dari perantauannya. Tak jarang aku sering merenung dan bersendih sendiri karena hal itu.

Hari-hari kujalani dengan sangat berat, dengan masalah-masalah yang harus diselesaikan seorang diri. Namun yang paling membuat ku sedih adalah ketika aku menyaksikan ada seorang anak tetangga ku yang begitu dekat dengan kedua orangtuanya. Setiap sore anak itu selalu bersama orangtuanya, diajak jalan-jalan, digendong, dibelikan jajan  dan tak jarang mendapat sapaan mesra dari kedua orangtuannya itu. Aku tak kuasa menahan gejolak yang ada didada ku karena hal itu “aku rindu orangtua ku”. Aku terkadang lari masuk kedalam kamar ku, sesampainya dikamar tak sadar air mata keluar begitu saja dari mata ku. Disaat saat seperti itulah nenek selalu ada untuk ku, dia selalu mengusap air mata yang keluar dari mataku ini. Setelah itu  dia juga mencoba untuk menghiburku, mengobati semua sedih ku  dengan pelukan kasih sayangnya. Tak jarang dilain waktu nenek juga berkenan untuk mendengarkan semua keluh kesah ku, membantu menyelesaikan setiap masalah yang aku alami dalam hidup dan juga mengajarkanku makna kehidupan.

Terima kasih nenek engkau telah menjadi semangat ku selama ini, menjadi cahaya yang selalu menerangi ku dalam gelapnya hidup ini. Nenek you’re my hero :*

Sumber :
http://www.iseng-iseng.tk/
http://brebes-punya.blogspot.com
Previous
Next Post »
0 Komentar