Cerita pengalaman yang menyedihkan

21.45

Baca Juga

Berusaha, berusaha dan terus berusaha

Assalamualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan nama saya Andri Imanudin, saya lahir di Brebes 27 Mei 1997. Kini saya menginjak usia 17 tahun, di umur saya yang sekarang ini saya merasa bersyukur sekali karena saya masih diberi banyak nikmat oleh Tuhan saya. Kini saya duduk dibangku kelas XII SMA, yang berarti di tahun depan akan segera mengenyam pendidikan diperguruan tinggi.

Namun dibalik kebahagiaan itu hingga saat ini sudah hampir genap satu tahun ayah saya sakit dan tak kunjung sembuh.  Ini menjadi suatu perjuangan tersendiri bagi saya dan keluarga untuk bisa dengan sabar menghadapinya. Apalagi tahun depan saya sudah mulai untuk mengenyam pendidikan ditingkat perguruan tinggi dan tidak dapat dipungkiri bahwa itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan kondisi ekonomi keluarga saat ini sedang tidak memungkinkan. Untuk itu saya yang notabene hanya seorang siswa yang belum siap untuk terjun didunia kerja mencoba berusaha semampu saya membatu keluarga untuk meringankan beban ekonomi. Saya mencoba mengikuti perlombaan yang ada di internet, berbagai macam perlombaan saya ikuti dengan harapan apabila menang bisa sedikit meringankan beban orang tua.

Terakhir kali saya mengikuti perlombaan di internet saya berhasil memenangkan lomba Essay tingkat provinsi yang diadakan oleh Pilar PKBI (semacam organisasi remaja), dari hasil pengumuman pada tanggal 14 desember 2014 kemarin artikel saya yang berjudul ‘Remaja + Media Sosial = ?’ berhasil mendapatkan juara 2. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali karena hadiahnya lumayan bisa sedikit meringankan beban orang tua.

Itulah kisah saya, dalam hidup saya mempunyai prinsip bahwa selama kita masih mempunyai 2 tangan, mempunyai 2 kaki kita tidak boleh menyerah begitu saja kepada nasib kita harus terus berusaha. Bahkan bukan hanya itu, kita juga masih mempunyai sebuah anugrah yang sangat luar biasa yaitu fikiran kita. Jadi tak ada kata pasrah atau menyerah kepada keadaan, yang ada hanya kata berusaha, berusaha dan terus berusaha untuk hidup yang lebih baik.


Ini adalah kisah ku

Sedari kecil aku sudah hidup tanpa sosok orangtua, himpitan ekonomi memaksa mereka pergi ke ibu kota meninggalkan ku. Jujur, ini merupakan hal yang sangat berat untukku. Bagaimana tidak, seorang anak yang dalam masa-masa sangat membutuhkan bimbingan dan kasih sayang dari orangtua ditinggal begitu saja.

Meskipun aku tinggal dengan nenekku, tapi yang namanya nenek tetap saja nenek bukan mamah. Orangtua pastilah lebih sayang kepada anaknya, begitupun dengan nenekku pastilah lebih sayang kepada anak-anaknya yaitu tanteku ketimbang dengan diriku, cucunya. Hari-hari kujalani dengan berat, setiap ada masalah aku selalu bingung dan tak kuasa menghadapinya. Bahkan tak jarang aku merenung dan menangis seorang diri meratapi nasibku ini. Aku selalu mempertanyakan nasibku ini kepada Tuhan. Mengapa nasibku seperti ini?

Masa kecil yang seharusnya penuh kebahagiaan, justru menjadi masa-masa berat penuh ketakutan dan kekhawatriran. Aku menjadi anak yang mengetahui terlebih dahulu tentang arti kejahatan, semua perlakuan dan niatan tidak baik orang-orang disekitarku dapat aku pahami dengan mudah namun terkadang aku hanya diam saja menyimpannya dalam hati dan berniat membalasnya suatu hari nanti. Karena hal itu juga aku tumbuh menjadi anak yang pintar secara logika, aku selalu menjadi juara dikelasku namun aku bodoh secara moral. Aku menjadi orang yang pinter keblinger, pintar namun berakhlak tidak baik

Aku marah, aku dendam kepada semua orang yang ada disekitar ku begitu juga dengan orangtuaku. Bahkan hingga sekarang bapakku sakit keraspun tak pernah ku pedulikan. Yang ada didalam hati ini hanya sebuah tuntutan kepada mereka, mengapa mereka dulu tak merawatku sendiri? Aku paham hal ini tidak baik namun seolah semuanya sudah tertanam kuat didalam hati dan pikiran ku.

Aku hanya berpesan kepada kalian para orangtua, jika kalian mempunyai anak. seberapapun kalian sibuk, seberapapun susahnya kalian jangan pernah kalian lupa untuk merawat, memperhatikan dan menyayangi anak-anak kalian. Jika memang anak kalian tidak ingin bernasib sama sepertiku.

Sumber :
http://www.iseng-iseng.tk/
http://brebes-punya.blogspot.com
Previous
Next Post »
0 Komentar