Klasifikasi Archaebacteria, Eubacteria dan Cyanobacteria

02.45

Baca Juga

Archaebacteria

Klasifikasi archaebacteria

Archaebacteria merupakan bakteri primitif atau bakteri purba. Jenis bakteri ini berkembang biak atau memperbanyak diri dengan cara pembelahan biner, pembelahan ganda, fragmentasi, serta pembentukan tunas. Berdasarkan tempat hidup atau habitatnya, archaebacteria di kelompokan ke dalam tiga kelompok, yakni bakteri halofil ekstrem/bakteri halofilik, bakteri methanogenik, dan bakteri termofil ekstrem/bakteri thermoasidofilik.

Eubacteria

Klasifikasi eubacteria

Bakteri ini memiliki ciri-ciri umum meliputi bersel satu, berukuran tubuh mikron dengan diameter sekitar 0,1-0,2 mikron dan pada umumnya tidak bebas bergerak. Bakteri ini memiliki struktur tubuh yang terdiri dari dinding sel, mesosom, sitoplasma, flagel, ribosom dan pili.

Bakteri jenis ini bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan diri secara biner. Pada bakteri jenis  ini tidak dijumpai reproduksi secara seksual, namun pada bakteri ini terjadi reproduksi secara paraseksual yang meliputi konjugasi, transformasi , dan transduksi. Bentuk bakteri ini secara umum ada tiga macam meliputi bentuk kokus (bulat), bentuk basil (batang), bentuk spirilum (spiral).

Peran bakteri ini bagi kehidupan manusia ada yang menguntung kan juga adapun yang merugikan. Menguntungkan seperti berperan dalam industri fermentasi, industri makanan, pembuatan antibiotik, kesuburan tanah, dan dalam bembusukan makanan di dalam tanah.

Cyanobacteria (Alga Hijau-Biru)

Klasifikasi cyanobacteria

Definisi cyanobacteria

Cyanobacteria atau alga hijau-biru merupakan mikroorganisme prokariotik yang memiliki hubungan kekerabatan lebih dekat dengan bakteri  dibandingkan dengan alga atau ganggang. Cyanobacteria ini tersebar diberbagai tempat, seperti di perairan, di tanah dan pada rekahan batu. Alga hijau-biru ini mengandung jenis klorofil a, selain memiliki klorofil dan berbagai karetenoid organisme ini juga memiliki fikosianin dan fose fikoeritin.

Ciri ciri cyanobacteria

Tubuh uniseluler atau multiseluler, mempunyai pigmen fikobilin (gabungan dari pigmen fikosianin dan kadang-kadang pigmen fikoeritin), dinding sel terletak diantara plasmalema dan selubung lender, bentuk filamen memiliki heterotista dan spora istirahat pada beberapa cyanobacteria yang berkoloni.
Perkembangan cyanobacteria

Reproduksi cyanobacteria

Perkembangan atau reproduksi cyanobacteria dilakukan dengan pembelahan sel (melalui cara ini sel dapat langsung terpisah atau tetap berlangsung membentuk koloni, contohnya Gloeocapsa), fragmentasi (terjadi pada cyanobacteria yang berbentuk filament.), spora (akan terbentuk spora yang sebenarnya merupakal sel vegetatif pada keadaan yang kurang menguntungkan, spora akan membesar dan menebal karena penimbunan dari zat makanan.)

Peran cyanobacteria

Peran cyanobacteria dalam kehidupan sehari-hari adalah dari beberapa spesies cyanobacteria dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternatif, misalnya Spirulina sp. Serta beberapa spesies cyanobacteria yang bersimbiosis dapat menjadi fiksasi nitrogen bebas, menambah kesuburan tanah, misalnya Anabaena azollae.

Sumber :
http://www.iseng-iseng.tk/
http://brebes-punya.blogspot.com
Previous
Next Post »
0 Komentar