Inilah Fakta Menarik Tentang Teknik Penyepuhan Media Massa

07.19

Baca Juga

Good news is bad news. Bad news is good news.

Teknik sepuhan logam sudah lama dikenal orang. Menyepuh logam bertujuan untuk membuat bahan logam menjadi terlihat lebih bagus, indah, atau mengkilat, sehingga memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi. Secara sederhana, teknik sepuhan dapat dijelaskan sebagai berikut: logam yang hendak disepuh, besi misalnya dihubungkan dengan emas, logam yang biasa dijadikan bahan pelapis dengan perantaraan larutan elektrolit. Melalui reaksi elektrokimia, maka ion-ion logam emas akan berpindah ke besi dan melapisinya secara merata. Hasilnya, besi menjadi terlihat menarik dan secara kasat mata tidak ada bedanya dengan logam emas lainnya.

Fenomena sepuhan di atas tampaknya bayak terjadi dalam konstalasi jagad perpolitikan tanah air. Hanya saja, bahasa penyepuh yang digunakan adalah media massa, baik yang cetak maupun online, berikut dengan segala turunannya (TV, radio, koran, majalah, dan sosial media).

Oleh karena fungsinya yang strategis itulah, maka tak heran saat ini media massa sudah menjadi bisnis yang menggurita, menggiurkan dan diidamkan oleh banyak orang. Sudah banyak contoh suksesnya, seperti tokoh dalam negeri, kita mengenal taipan media sekelas Harry Tanoe, dari partai Hanura sekaligus pemilik MNC group yang siaran TV-nya bisa kita saksikan setiap hari.

Nama lain yang patut diperhitungkan adalah Surya Paloh, bos Partai Nasdem. Dengan Media Group yang membawahi Metro TV dan Media Indonesia, dia sukses mengumpulkan uang sebanyak 206 juta dolar atay setara dengan Rp 1,89 trilliun.

Tak kalah mentereng, adalah Aburizal Bakrie, ketua partai Golkar yang memimpin Grup Bakrie. Sebelumnya dia banyak berkuat di hisnis tambang, agrobisnis, dan properti namun beberapa tahun belakangan ini dia melebarkan sayapbisnisnya di bidang media dengan melahirkan stasiun TV One.

Apa yang menarik dari fakta di atas?

Saat ini media massa memiliki kemampuan luar biasa yang mengerikan. Perhatian saja gonjang-ganjing yang terjadi di negeri ini, semua tak lepas dari peran media massa yang sepertinya turut memperkeruh suasana. Dari hari ke harinya, kita tak terlepas dari pemberitaan yang hanya mengejar ratng belaka tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi ke depannya.

"Media massa makin menyerupai Tuhan, yang bisa menentukan salah benarnya seseorang, lalu deengan seenaknya mengangkat dan menjatuhkan."

Sering kali pihak yang tidak bersalah menjadi bulan-bulanan media, selama berbulan-bulan pula mereka tak mampu berbuat apa-apa . Kalau sudah begini apakah mereka peduli dengan perasaan merka yang telah tersakiti?

Media juga gemar memprovokasi masyarakat dengan pornografi, dengan berdalih kebebasan dan berkedok berbagai nilai seperti lifestyle, komunitas, artistik, feminis, multikultural, atau hobi. Namun, alih-alih mengedukasi pembaca yang terjadi malah sebaliknya.

Berikut adalah 5 dari 7 dosa besar media terhadap publik:

1. Distorsi Informasi

Ungkapan Bad news is good news, good news is bad news betul-betul diterapkan dalam suatu pemberitaan sehingga tak mengherankan bila terjadi distorsi informasi, seperti mengaburkan isi berita, melebih-lebihkan bagian heboh, menghilankan bagian yang kurang seru. Silakan baca dan tonton, ada begitu banyak berita/liputan yang melakukan distorsi informasi seperti ini, mulai dari penamaan judul, penulisan paragraf pembuka, pengambilan gambar, gaya bahasa, dan lain-lain.

2. Dramatisasi Fakta

Kalau jeli, maka kebohongan media bisa terlihat. Sebuah berita heboh didramatisir dengan penampilan gambar yang tak kalah hebohnya, padahal gambar tersebut tak ada kaitannya dengan berita tersebut. Begitu pula dengan liputan berita, saat memberitakan kasus yang menimpa seseorang misalnya, maka yang ditayangkan adalah dramatisasi dari segala sisi. Berbagai pakar dengan beragam profesi didatangkan untuk diwawancarai stasiun TV tapi lucunya tema yang dibicarakan telah melenceng jauh dari substansi fakta yang sebenarnya.

3. Menerobos Ruang Privasi

Hampir setiap harinya, infotainment berlomba-lomba memberitakan sepak terjang selebriti, politikus, dan pesohor lainnya, mulai dari berita yang remeh temeh sampai yang super heboh. Sayangnya, berita yang ditayangkan lebih banyak didominasi oleh gosip seputar perceraian, perselingkuhan , putus sambungnya hubungan asmara, dan KDRT. Apakah berita-berita yang diberitakan secara detail mengobrak-abrik rumah tangga orang itu layak dijadikan konsumsi publik? Padahal, siapapun tentu tak mau jika ruang privasinya dijadikan tontonan dan berita namun justru itulah yang terjadi.

4. Pembunuhan Karakter

Saat ini, dengan iklim demokrasi yang mulai kebablasan, media massa bisa dengan seenaknya dijadikan sarana untuk membunuh karakter seseorang. Sepertinya media massa bisa dibeli dengan memberitakan sisi negatif seseorang yang belum tentu kebenarannya. Akibatnya, banyak orang yang tak bersalah menjadi korban pembunuhan karakter.

5. Eksploitasi Seks

Banyak media yang memberi bumbu seks di setiap terbitannya. Entah berupa gambar seronok atau penggunaan judul berupa kalimat-kalimat panjang yang vulgar. Hal ini tak hanya terjadi pada media murahan saja yang menjadikan seks sebagai menu utama, tetapi juga terjadi pada media yang memposisikan diri sebagai media intelektual masyarakat perkotaan. Padahal dengan eksploitasi seks tersebut justru membuat orang terdorong untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lihat dan baca.

Fakta Sains Teknik Penyepuhan Logam

Penyepuhan logam menggunakan prinsip sel elektrolisis, yaitu proses perubahan energi listrik menjadi energi kimia dengan melibatkan elektroda (katoda dan anoda) serta larutan elektrolit. Elektroda yang digunakan adalah logam yang ingin dilapisi seperti besi dan logam yang menjadi pelapis, contoh: emas. Larutan elektrolit adalsh cairan tempat logam-logam tadi dicelupkan. Kedua logam dihubungkan dengan sumber listrik (baterai atau aki). Katoda besi yang bermuatan negatif akan menarik kation emas yang bermuatan positif saat tereduksi sehingga terbentuklah lapisan emas di permukaan besi. Sebaliknya anoda yang bermuatan positif akan menarik anion-anion yang bermuatan negatif saat teroksidasi sehingga terbentuklah gas di permukaan emas. Dengan kata lain, pada permukaan besi terjadi endapan emas dan pada permukaan emas terdapat endapan gas. Dengan penyepuhan, maka logam yang penampilan awalnya kusam, tidak mengkilat, maka bisa bisa berubah menarik dan mengkilat. Seiring berjalannya waktu, logam sepuhan akan kembali kusam seperti semula.


Previous
Next Post »
0 Komentar