Kesaksian yang sangat mengerikan dari salah seorang korban kapal Zahro Express yang terbakar di Muara Angke, Jakarta Utara

21.23

Baca Juga

Kesaksian yang sangat mengerikan dari salah seorang korban kapal Zahro Express yang terbakar di Muara Angke, Jakarta Utara - Inggrid Pical, salah seorang korban selamat dari kapal Zahro Express yang pagi ini terbakar, mengatakan bahwa dirinya tak pernah sedikit pun membayangkan akan kejadian yang telah menimpa diriya itu. Gadis yang berasal dari Ambon ini, bersama dengan tiga orang korban yang lainnya sebelumnya hanya mengandalkan tas dan juga karpet karet sebagai penopang tubuhnya selama berenang di laut setelah melompat dari kapal terbakar yang ditumpanginya tersebut.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-mu"Kita pakai tas sama ada itu (karpet karet) karena pelampungnya sudah habis terbagi bagi," ujar Inggrid, di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Minggu (1/1).

Inggrid memaparkan bahwa ketika melompat dirinya sempat menyaksikan para penumpang lainnya berhamburan tak karuan menyelamatkan diri. Kapal yang sudah terlihat sangat memerah dilahap oleh nyala api, dan juga asap hitam yang membumbung tinggi ke langit di tengah lautan itu.

"Banyak orang yang berdiri di pinggiran kapal teriak-teriak, mungkin mereka ragu mau melompat. Tapi ada ABK yang mendorong sebagian penumpang, karena asap semakin banyak," ungkap Inggrid.

Inggrid juga mengatakan bahwa kapal nelayan yang ada pada saat itu sangat membantu mereka ketika menyelamatkan diri di laut. Adanya kapal itu membuat Inggrid sangat bersyukur karena masih bisa selamat.

"Saya nggak tahu gimana kalau nggak ada kapal itu. Meskipun kami bisa berenang tapi kondisi seperti itu baru kali ini kami rasakan," ungkapnya.

Sampai saat ini diberitakan, jumlah korban yang tewas oleh akibat kapal penumpang Zahro Express yang terbakar di Muara Angke, Jakarta Utara, bertambah menjadi sejumlah kurang lebih 23 orang, kemudian 17 orang yang lainnya luka-luka, dan 17 orang yang lainnya lagi masih dalam pencarian, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu sore.

"Sebanyak 194 penumpang lainnya selamat dan dievakuasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dihubungi dari Bumiayu, Jawa Tengah, Minggu.

Berdasarkan data laporan yang ada di lapangan oleh BPBD DKI Jakarta, Sutopo menuturkan dari 23 orang meninggal dunia itu, tiga korban telah berada di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara. Sedangkan 20 korban meninggal dunia yang lainnya sedang dievakuasi untuk dibawa ke RS Atmajaya.

Sebanyak 20 korban meninggal dunia tersebut, kata Sutopo, ditemukan berada di dalam kapal Zahro Express setelah kapal yang terbakar tersebut dievakuasi oleh para petugas gabungan ke pelabuhan Muara Angke.

Sutopo mengidentifikasi tiga korban tewas yang telah ditemukan adalah Jeksen Wilhelmus (40 tahun). Jeksen berdomisili di Tajur, Bogor, Jawa Barat.

Korban kedua bernama Masduki yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat.

"Sedangkan korban ketiga yang sudah diidentifikasi bernama Alia berjenis kelamin perempuan," ujar Sutopo.

Sejumlah 10 mobil pemadam kebakaran dan juga satu unit kapal pemadam kebakaran sebelumnya telah dikerahkan untuk dapat memadamkan kobaran api yang telah membakar habis kapal dengan tujuan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu itu. Petugas sebelumnya telah menerima laporan kebakaran kapal tersebut sekitar pukul 08.46 WIB.

Sumber : https://www.merdeka.com/jakarta/kesaksian-mengerikan-korban-kapal-zahro-express-yang-terbakar.html

Previous
Next Post »
0 Komentar