Penjelasan Terjadinya Gempa Bumi serta Proses Mitigasi Bencana Alam

14.54

Baca Juga ya

Penjelasan Terjadinya Gempa Bumi serta Proses Mitigasi Bencana Alam - Suatu bencana alam yang kapan saja bisa terjadi secara tiba tiba dan juga menjadi salah satu bencana alam yang paling ditakuti oleh orang-orang di dunia tidak lain adalah Gempa bumi. Sudah ratusan kali gempa bumi terjadi didunia ini yang dimana telah mengakibatakan jutaan nyawa umat manusia melayang kealam sana dan pastinya juga mengakibatkan berbagaimacam kerusakan yang sangat hebat yang sudah tidak bisa lagi dihitung berapa jumlah kerugiaannya.

Gempa Bumi paling dahsyat yang sebelumnya pernah terjadi dalam sejarah umat manusia yakni gempa bumi dasyat yang terjadi di negara Cina tepatnya di Shensei, terjadi pada tanggal 23 (Dua Puluh Tiga) Januari 1556. Gempa bumi itu memakan korban hingga 830.000 (Delapan Ratus Tiga Puluh Ribu) nyawa manusia melayang dengan kekuatan dari gempa bumi mencapai angka 8 (Delapan) skala Richter.

Bukan hanya diluar negeri, dinegara kita Indonesia Gempa Bumi yang sangat dahsyat juga pernah terjadi, persisnya di Aceh, yang terjadi pada tanggal 26 (Dua Puluh Enam) Desember 2004. Gempa Bumi tersebut memiliki kekuatan mencapai 9,1 (Sembilan Koma Satu) skala Richter atau setara dengan besarnya kekuatan dari seribu bom atom yang mampu menyebabkan banyak nyawa melayang hingga angka lebih dari 227.000 (Dua Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu) nyawa manusia.

Gempa Bumi yang terjadi di Aceh itu berpusat di barat daya Sumatra, lebih terpatnya mengguncang dasar laut sekitar 20 (Dua Puluh) hingga 25 (Dua Puluh Lima) kilometer (KM) lepas pantai yang menyebabkan terjadinya Bencana Tsunami. Gelombang tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut Aceh tersebut, dalam waktu beberapa jam telah mencapai hingga di daratan Afrika.

Hal penting yang perlu kita sadari dari sekarang adalah hampir disemua wilayah  yang ada di negara Indonesia ini memiliki potensi terjadinya gempa bumi. Sebab negara Indonesia sendiri memang mempunyai kondisi lingkungan geologis dan geografis yang sangat unik, sehingga orang-orang didunia banyak yang menjuluki negara Indonesia sebagai ring of fire. Hal tersebut bukannya tanpa alasan tapi memang karena negara Indonesia ini dilalui oleh pegunungan Sirkum & pegunungan Mediterania yang menyebabkan negara Indonesia menjadi titik yang potensial untuk terjadinya gempa bumi.

Untuk itulah kita sebagai masyarakat Indonesia harus selalu ekstra waspada terhadap segala macam bencana alam khususnya bencana gempa bumi, karena jika diingat kembali betapa besarnya dampak kerusakan dan kerugian yang telah ditimbulkan oleh bencana yang satu ini.


Jenis dan Macam Gempa Bumi

Gempa bumi yang ada didunia ini dapat kita golongkan menjadi 4 (Empat) kategori pembagian yakni berdasarkan kekuatan gelombangnya, kedalaman hiposentrumnya, episentrum, dan penyebabnya. Untuk penjelasan rinci 4 (Empat) Kategori tersebut, silakan simak penjelasan dibawah ini mengenai macam dan jenis dari Gempa Bumi

Kategori Gempa bumi berdasarkan pada kekuatan gelombangnya

Gempa bumi yang terjadi berdasarkan pada kekuatan dari gelombangnya dapat dibagi lagi menjadi 3 (Tiga) jenis gempa bumi seperti dibawah ini.


  • Gempa Bumi dengan kecepatan diantara 7 (Tujuh) hingga 14 (Empat Belas) kilometer (KM) per detik, terjadi karena akibat dari gelombang primer.
  • Gempa Bumi dengan kecepatan diantara 4 (Empat) hingga 7 (Tujuh) kilometer (KM) per detik, terjadi karena akibat dari gelombang sekunder.
  • Gempa Bumi dengan kecepatan diantara 3 (Tiga) hingga 4 (Empat) kilometer (KM) per detik, terjadi karena akibat dari gelombang panjang.

Kategori Gempa bumi berdasarkan pada kedalaman hiposentrumnya

Gempa bumi yang terjadi berdasarkan pada kedalaman hiposentrumnya dapat dibagi lagi menjadi 3 (Tiga) jenis gempa bumi seperti dibawah ini.

  • Gempa bumi yang terjadi dikedalaman kurang lebih sekitar 100 (Seratus) kilometer (KM) dari permukaan tanah disebut Gempa bumi dangkal
  • Gempa bumi yang terjadi dikedalaman kurang lebih antara 100 (Seratus) hingga 300 (Tiga Ratus) kilometer (KM) dari permukaan tanah disebut Gempa bumi pertengahan.
  • Gempa bumi yang terjadi dikedalaman lebih dari 300 (Tiga Ratus) kilometer (KM) dari permukaan tanah disebut Gempa bumi dalam.

Kategori Gempa bumi berdasarkan pada episentrum

Gempa bumi yang terjadi berdasarkan pada episentrumnya dapat dibagi lagi menjadi 2 (Dua) jenis gempa bumi seperti dibawah ini.

  • Gempa bumi linier merupakan gempa bumi yang tejadi apabila episentrumnya memiliki bentuk garis. Gempa bumi linier seperti ini sering terjadi pada gempa bumi tektonik.
  • Gempa bumi sentral merupakan gempa bumi yang tejadi apabila episentrumnya memiliki bentuk titik. Gempa bumi sentral seperti ini sering terjadi pada gempa bumi vulkanik dan gempa bumi runtuhan.

Gempa bumi berdasarkan penyebabnya

Gempa bumi yang terjadi berdasarkan pada penyebabnya dapat dibagi lagi menjadi 4 (Empat) jenis gempa bumi seperti dibawah ini.

  • Gempa Bumi tektonik merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya pergerakan secara tiba-tiba dari lempeng-lempeng tektonik yang ada pada kerak bumi, yang mengakibatkan terjadinya gesekan dan pada akhirnya menimbulkan getaran.
  • Gempa bumi vulkanik merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya aktivitas magma didalam gunung berapi.
  • Gempa bumi runtuhan merupakan gempa yang terjadi karena runtuhnya bebatuan atau tanah oleh sebab pengaruh dari kondisi struktur tanah yang curam atau rapuh.
  • Gempa bumi tumbukan merupakan gempa bumi yang karena akibat dari tumbukan benda angkasa seperti asteroid atau meteor yang jatuh ke permukaan bumi.

Penjelasan Proses Terjadinya Gempa Bumi


Pada umumnya kita telah mengetahui bahwa proses terjadinya bencana gempa bumi dapat terjadi karena 2 (Dua) faktor, yakni jika bukan karena terjadinya pergeseran pada lempeng tektonik, berarti karena akibat dari aktivitas gunung berapi. Kata gempa sendiri sangat identik dengan arti getaran tanah yang terjadi karena akibat dari energi yang telah dilepaskan ke dalam bumi. Gempa bumi mulanya diawali dari pergerakan yang terjadi dititik interior bumi.

Bumi sendiri sebenarnya akan selalu bergerak dan juga akan selalu melakukan pergeseran pada lempeng-lempengnya. Nah jika ada tekanan dan pergeseran yang terjadi, maka selanjutnya pasti ada beberapa komponen dari lapisan yang ada di dalam bumi yang menjadi sangat rapuh. Komponen yang rapuh ini nantinya bisa menciptakan suatu pergeseran secara tiba tiba atau yang biasa kita rasakan sebagai gempa bumi. Jadi jangan heran jika hampir seluruh gempa bumi yang terjadi diakibatkan karena adanya tumbukan antar patahan atau lempeng bumi. Gempa bumi yang terjadi karena hal tersebut disebut dengan gempa bumi tektonik.
Dilain sisi untuk faktor lainnya yang sering terjadi adalah gempa bumi vulkanis dimana gempa bumi yag satu ini terjadi tidak lain disebabkan oleh adanya aktivitas magma. Gempa bumi vulkanik sendiri merupakan gempa bumi yang sangat sulit untuk diprediksi, sebab terjadinya gempa bumi yang satu ini diakibatkan karena adanya aktivitas magma yang sifatnya sangat peka terhadap suhu panas.
Akan tetapi sebenarnya untuk aktivitas dari magma yang ada didalam gunung berapi ini dapat kita gunakan sebagai salah satu cara atau indikator dalam mendeteksi tingkat peningkatan seberapa aktif suatu gunung berapi serta apakah status dari gunung berapi tersebut. Proses dari adanya peningkatan panas yang terjadi pada magma sendiri sangat begitu dinamis, hal tersebut terjadi karena adanya tekanan pada magma itu sendiri, hal itulah yang menimbulkan adanya gelombang gelombang atau getaran getaran yang terjadi pada kerak bumi.

Proses Mitigasi Bencana Alam Khususnya Gempa Bumi

Apa itu Mitigasi Bencana?

Mitigasi bencana adalah serangkaian panjang upaya dalam mengurangi banyaknya risiko yang disebabkan oleh suatu bencana, Mitigasi ini bisa dilakukan melalui beberapa hal seperti pembangunan fisik ataupun penyadaran serta peningkatan dalam kemampuan pada saat menghadapi adanya ancaman bencana bencana alam.

Mitigasi bencana sendiri sangat berperan besar sebagai tindakan untuk mengurangi berbagai dampak dari bencana alam yang terjadi, atau berbagai usaha yang dilakukan guna mengurangi adanya korban, baik korban jiwa maupun harta pada saat terjadi bencana alam.

Sedangkan Gempa bumi sekali lagi adalah suatu bencana yang dapat terjadi secara dadakan atau tiba-tiba, untuk itulah masyarakat khususnya di Indonesia harus selalu waspada dan mempersiapkan diri guna menghadapi datangnya bencana alam tersebut. Untuk itulah langkah mitigasi bencana gempa bumi perlu dilakukan, dibawah ini merupakan upaya mitigasi yang bisa dilakukan pada saat menghadapi adanya bencana alam gempa bumi

Upaya Persiapan dalam Menghadapi Bencana alam Gempa Bumi


  • Mengikuti berbagai prosedur resmi dalam pendirian berbagai bangunan, contohnya seperti pendirian rumah atau pembangunan gedung. Pendirian rumah atau pembangunan gedung yang tidak mengikuti prosedur resmi alias asal-asalan akan memiliki potensi kehancuran pada saat terjadinya bencana alam seperti gempa bumi ataupun tanah longsor.
  • Memahami secara medalam daerah-daerah atau lokasi yang digunakan dalam mendirikan rumah atau membangun gedung, apakah daerah-daerah atau lokasi itu memiliki spesifikasi berbahaya pada saat terjadi bencana alam yang berarti rawan gempa bumi dan tanah longsor atau tidak.
  • Menempatkan berbagai perabotan rumah tangga pada posisi dan tempat yang aman, sehingga pada saat terjadinya bencana alam seperti gempa bumi tidak akan mudah mudah jatuh ataupun rusak.
  • Mempunyai berbagai alat komunikasi yang bisa tahan terhadap bencana gempa bumi, contohnya seperti perangkat elektronik radio yang tidak menggunakan listrik alias menggunakan baterai. Karena seluruh alat komunikasi yang ada pastinya akan tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada saat terjadi bencana alam gempa bumi, terkecuali berbagaimacam alat komunikasi yang menggunakan baterai. Jangan lupa untuk menyediakan beberapa senter yang pastinya menggunakan baterai sebagai energinya.
  • Ingat untuk selalu menyediakan kotak P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) yang didalamnya memiliki obat-obatan yang lengkap terutama seperti obat-obatan yang diperlukan untuk memberikan pertolongan pertama pada para korban bencana alam gempa bumi.
  • Memahami jalur evakuasi yang berada di daerah tempat anda tinggal, hal ini pastinya akan lebih memudahkan anda dalam hal penyelamatan diri atau melakukan pengungsian.
  • Mengikuti berbagai simulasi mitigasi bencana alam khususnya gempa bumi dengan maksud agar terbiasa dengan berbagai peringatan yang nantinya akan diberikan pada saat terjadi bencana alam gempa bumi semacam ini.
  • Mencatat berbagai nomor penting yang nantinya anda butuhkan pada saat terjadinya bencana alam gempa bumi gempa ini, contohnya seperti nomor rumah sakit setempat.

Upaya yang Perlu Dilakukan pada Saat Terjadinya Bencana Alam Gempa Bumi


  • Tetap tenangkan diri dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak panik.
  • Segera berlindung di lokasi-lokasi yang bisa melindungi diri dari berbagai benda yang dapat menjatuhi diri, contohnya seperti di bawah meja atau dibawah tempat tidur yang kokoh.
  • Melindungi kepala anda peralatan seperti helm atau bahkan bantal agar dapat melindungi bagian vital dikepala anda dari benda-benda yang jatuh.
  • Berusaha dengan hati-hati untuk mendekati pintu keluar atau memastikan pintu tersebut bisa terbuka pada saat gempa bumi mulai mereda, sehingga pada saat ada kesempatan gempa bumi terhenti diri anda dapat dengan segera menyelamatkan diri, sebelum gempa bumi susulan berikutnya kembali terjadi.
  • Mematikan terlebih dahulu kompor atau api yang anda gunakan untuk memasak sesuatu didapur agar tidak menimbulkan becana yang lain seperti halnya kebakaran.
  • Jika diri anda berada pada gedung yang bertingkat, jangan pernah sekali-kali menggunakan fasilitas lift untuk menyelamatkan diri anda, sebab pada saat terjadinya gempa bumi salah satu perangkat yang memiliki potensi untuk rusak adalah lift, jika hal ini anda lakukan maka jangan kaget jika nantinya diri Anda bisa terjebak di dalamnya.
  • Selalu menggunakan tangga darurat dan turunlah secara tertib agar tidak ada jatuh korban pada saat proses evakuasi di dalam bangunan atau gedung bertingkat.
  • Jangan anda mencoba untuk mengungsi dengan menggunakan kendaraan, sebab bencana gempa bumi dapat merusak berbagai infrastruktur seperti halnya listrik dan berbagai lampu lintas, sehingga dapat menimbulkan terjadinya kemacetan.

Upaya yang perlu Dilakukan Setelah Terjadinya Bencana alam Gempa Bumi


  • Segera keluar apabila ada berada dalam bangunan atau gedung secara tertib dengan menggunakan tangga darurat apabila banguna tersebut bertingkat. Setelah anda keluar dari rumah, gedung ataupun bangunan, segera cari daerah tanah lapang yang tempatnya luas dan jauh dari bangunan sebagai tempat untuk mengungsi.
  • Periksalah terlebih dahulu kondisi fisik tubuh anda. Jika terdapat terluka maka dengan segera berilah pertolongan pertama. Dan selalu periksa juga kondisi yang adan disekeliling anda, apakah kondisi disekeliling anda sudah benar-benar aman.
  • Selalu waspada dengan daerah atau lingkungan yang sebelumya terjadi bencana alam gempa bumi. Jangan sekali-kali berada di bawah pepohon, rumah, gedung ataupun bangunan yang memiliki potensi roboh, meski pada saat itu bencana alam gempa bumi sudah berakhir.
  • Pantau selalu informasi dari pihak-pihak yang berwenang, melalui berbagai media elektronik seperti radio dengan baterai tentang perkembangan lebih lanjut berkenaan dengan gempa bumi yang sebelumnya terjadi, apakah berpontensi mengakibatkan tsunami, jika anda bertempat tinggal dekat dengan pantai.

Nah itulah ulasan singkat mengenai Penjelasan Terjadinya Gempa Bumi serta Proses Mitigasi Bencana Alam. Semoga bermanfaat, sehat selalu dan banyak rejeki pengunjung semangat27.com semuanya. Dan sampai bertemu di artikel selanjutnya. Bye bye
Previous
Next Post »
0 Komentar