Tata Cara Perhitungan nilai KKM setiap Mata Pelajaran kurikulum 2013 Versi Terbaru

23.47

Baca Juga ya

Tata Cara Perhitungan nilai KKM setiap Mata Pelajaran kurikulum 2013 Versi Terbaru - artikel ini merupakan versi dua atau lanjutan dari artikel dengan judul Tata Cara Menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kurikulum 2013 Versi Terbaru. Apabila belum membacanya silakan langsung saja baca terlebih dahulu artikel terbut.

Dalam menentukan suatu kriteria ketuntasan minimal atau KKM dari setiap mata pelajaran yang ada dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut ini :

Model KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

Model Kriterua Ketuntasan Minimal atau KKM dapat terdiri dari satu kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau lebih dari satu kriteria ketuntasan minimal (KKM). Setiap satuan pendidikan yang ada bisa memilih salah satu dari beberapa model yang ada dari model penetapan kriteria ketuntasan minimal (KKM) tersebut. Untuk penjelasan lebih rinci atau detailnya lagi dari kedua model yang ada diatas akan dipaparkan dibawah ini.

1. Satu Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Untuk satuan pendidikan yang ada bisa menentukan satu kriteria ketuntasan minimal atau KKM untuk seluruh mata pelajaran yang ada. Sesudah kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk setiap mata pelajaran yang ada ditentukan terlebih dahulu, maka kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk satuan pendidikan bisa mulai ditetapkan dengan memilih KKM atau kriteria ketuntasan minimal yang paling rendah (terendah), mean/rata-rata, ataupun modus dari semua kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran.

Sebagai contoh, jenjang SMP di Indonesia tergolog Pintar berdasar pada hasil dari analisis untuk menentukan satu kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran dengan KKM yakni 78. Bagi satuan pendidikan dimana menetapkan hanya satu kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk seluruh mata pelajaran yang ada, dengan menggunakan interval dari nilai serta predikat bisa dengan menggunakan satu ukuran.

Contohnya lagi, kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan mempergunakan ukuran yang telah lazim selama ini, yakni sekitar 60, dengan ini berarti suatu predikat cukup meski hanya dimulai dari nilai 60. Interval dari nilai serta predikat untuk seluruh mata pelajaran yang ada dapat menggunakan tabel yang serupa, sebagai contoh akan ditunjukkan pada tabel yang terdapat di bawah ini.

Contoh Tabel Predikat untuk Satu kriteria ketuntasan minimal (KKM)

2. Lebih dari Satu Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Satuan pendidikan bisa menentukan untuk setiap mata pelajaran yang ada dapat mempunyai kriteria ketuntasan minimal atau KKM yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Sebagai contohnya, terdapat kriteria ketuntasan minimal atau KKM IPA yakni 64, kriteria ketuntasan minimal atau KKM Matematika yakni 60, dan kriteria ketuntasan minimal atau KKM Bahasa Indonesia yakni 75, serta  seterusnya untuk mata pelajaran lain yang ada dalam satuan pendidikan tersebut.

Dilain sisi, kriteria ketuntasan minimal atau KKM ini juga bisa pula dalam penentuannya ditentuka dengan berdasar pada rumpun setiap mata pelajaran yang ada atau kelompok mata pelajaran. Sebagai contohnya, seperti rumpun MIPA yang didalamnya mencangkum pata pelajaran Matematika dan IPA yang mempunyai kriteria ketuntasan minimal atau KKM yakni sebesar 70, berikutnya untuk rumpun bahasa yang didalamnya mencanggkup mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mempunyai krikeria ketuntasan minimal atau KKM yakni sebanyak 75, serta untuk rumpun sosial yang didalamnya terdiri dari mata pelajaran IPS dan PPKn yang mempunyai kriteria ketuntasan minimal atau KKM yakni sebanyak 80, seperti ini hingga seterusnya untuk rumpun yang lainnya .

Akan tetapu untuk satuan pendidikan yang memutuskan untuk melakukan pemilihan untuk memilih kriteria ketuntasan minimal atau KKM yang berbeda disetiap mata pelajaran yang ada, akan mempunyai konsekuensi. Konsekuensi tersebut yakni memungkinkan untuk munculnya suatu interval nilai serta predikat yang memiliki kecenderungan berbeda-beda satu sama lainya, untuk dapat lebih memahami akan coba untuk diilustrasikan pada bagian berikut ini.


1) Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia sebanyak 75

Nilai cukup atau nilai C dapat dimulai dari angka 75. Predikat untuk hal di atas nilai Cukup atau nilai C yakni Baik serta Sangat Baik. Untuk panjang dari interval nilai disetiap mata pelajaran Bahasa Indonesia bisa ditentukan melalui cara berikut ini:

(Nilai max – Nilai KKM) : 3 = (100 – 75) : 3 = 8,3

keterangan
nilai max : nilai maksimum
nilai KKM : nilai kriteria ketuntasan minimal

sehingga dari hasil perhitungan diatas akan didapatkan panjang interval terjadi disetiap predikat 8 ataupun 9.

Oleh sebab panjang dari interval nilainya adalah 8 ataupun 9, serta ada sekitar 4 macam predikat, yakni Sangat Baik=A, Baik=B, Cukup=C, dan kurang=D, dan lebih jelasnya lagi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki interval nilai serta predikatnya yakni sebagai berikut dibawah ini.

Contoh Tabel Interval dari Nilai dan Predikatnya untuk kriteria ketuntasan minimal KKM yakni 75


Untuk contoh yang ada di atas, panjang dari interval pada predikat C serta B yakni 9, sedangkan untuk predikat A memiliki panjang interval yakni 8.

2) Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Matematika sebanyak 60

Nilai cukup atau nilai C yang dimulai dari angka 60. untuk panjang interval nilai dalam mata
pelajaran MTK atau Matematika bisa ditentukan melalui cara sebagai berikut ini:

(Nilai max – Nilai KKM) : 3 = (100 – 60) : 3 = 13,3

keterangan
nilai max : nilai maksimum
nilai KKM : nilai kriteria ketuntasan minimal

berdasarkan hasil diatas maka untuk panjang interval disetiap predikatnya sebanyak 13 atau 14.

Oleh sebab panjang dari interval nilainya yakni 13 ataupun 14, maka untuk mata pelajaran MTK atau Matematika ini akan memiliki interval nilai serta predikatnya seperti pada tabel dibawah ini.


Berdasarkan contoh yang ada di atas, maka untuk panjang interval dalam predikat C dan predikat B yakni 14, dan untuk predikat A memiliki panjang interval sekitar 13.

3) Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran IPA sebanyak 64

Nilai cukup atau nilai C berdasarkan judul diatas akan dimulai dari angka 64. untuk Panjang interval nilainya sendiri pada mata pelajaran IPA bisa dicari dengan menggunakan rumus dibawah ini:

(Nilai max – Nilai KKM) : 3 = (100 – 64) : 3 = 12

keterangan
nilai max : nilai maksimum
nilai KKM : nilai kriteria ketuntasan minimal

Oleh sebab panjang interval nilai mendapat hasil 12, maka dalam mata pelajaran IPA ini, akan memiliki interval nilainya sekitar 12 ataupun 13, dan untuk predikat lengkapnya seperti tabel dibawah ini.


Sesuai dengan ilustrasi yang ada di atas, jika para peserta didik yang ada memperoleh nilai yang sama, contohnya seperti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, matematika dan IPA sama-sama mendapatkan nilai 74, akan tetapi meskipun demikian predikat yang dihasilkan dapat menjadi berbeda satu dengan yang lainnya seperti pada tabel dibawah ini

Contoh tabel predikat untuk KKM kriteria ketuntasan minimal berbeda di mata pelajaran berbeda yang mendapatkan nilai yang sama


Kasus seperti gambar diatas terkadang sangat sering sekali memunculkan suatu permasalahan. Baik para peserta didik, pihak orang tua, seluruh masyarakat luas, maupun orang-orang yang menggunakan hasil dari penilaian tersebut seringkali belum atau bahkan tidak bisa  paham dengan hal tersebut secara utuh. Sehingga akibatnya satuan pendidikan yang ada perlu sebelumnya melakukasosialisasi yang berkaitan dengan hal ini agar semuanya dapat dengan jelas diterima oleh semua pihak yang akan terkait didalamnya.
Previous
Next Post »
0 Komentar