Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Manfaatkan Waktu Mustajab Ini, Berdoalah Saat Menjelang Buka Puasa

2 Comments
Manfaatkan Waktu Mustajab Ini, Berdoalah Saat Menjelang Buka Puasa - Melaksanakan ibadah puasa tidak hanya sekedar untuk menjalankan suatu kewajiban yang ada bagi seorang muslim seiring dengan datangnya bulan suci Ramadan. Akan tetapi, Puasa juga merupakan ibadah yang memiliki begitu banyak sekali kenikmatan yang lainnya.

Salah satu diantaranya adalah suatu doa yang dipanjatkan oleh seseorang yang sedang melaksanakan ibadah puasa tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Karena dalam memanjatkan doa di bulan suci Ramadhan atau dibulan puasa ini ada waktu-waktu yang mustajab didalamnya.

source : @panduanramadha

Dilansir langsung oleh akun @panduanramadhan, terdapat dua waktu yang dapat menjadikan suatu doa menjadi begitu dahsyat atau mustajab pada saat dipanjatkan. Yakni pada saat menjelang berbuka puasa dan juga pada saat menjelang sahur. Doa yang dipanjatkan di kedua waktu itu tak akan ditolak oleh Allah SWT.
Akan tetapi ssangat disayangkan sekali masih terdapat banyak saudara kaum muslimin yang tidak mengetahui hal ini.

Baca Juga : Kisah Seorang Pria Mengintip Wanita Mandi, Akan Tetapi Masuk Surga

Perlu anda ketahui bahwa di Mekkah dan juga di Madinah, pada waktu satu jam sebelum berkumandangnya adzan Magrib telah banyak sekali saudara semuslimin kita yang mulai menengadahkan tangannya menghadap ke langit. Mereka berdoa untuk kemudahan mereka dari segala hajat yang diinginkannya, baik hajat untuk urusan dunia maupun hajat untuk urusan akhirat. Mereka semua berdoa sepenuh hati dengan penuh perasaan yakin, bahkan hingga banyak dari mereka yang meneteskan air mata dari matanya.

Sangat berbeda sekali dengan saudara kaum muslimin yang berada di Indonesia, hampir semuanya menggunakan waktu-waktu yang benar-benar sangat mustajab ini untuk hanya sekedar ngabuburit bersama menjelang azan Magrib atau waktu berbuka. Lalu kemudian setelah tiba waktunya, mereka semua berkumpul dan mulai menghadapi begitu banyak hidangan berbuka, serta setelahnya merasa cukup dengan hanya sekedar membaca "Allahuma lakasumtu....atau dzahaba zhoma'u....", padahal semua itu maknanya hanya sekedar mencakup berupa laporan dan ucapan syukur saja.

Seharusnya akan lebih baik lagi jika minimal dalam waktu 10 menit sampai 15 menit sebelum berkumandangnya azan Magrib, telah dalam keadaan suci atau berwudhu, adabnya dengan cara didahului dengan puji-pujian kepada Allah SWT serta juga bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum memanjatkan doa untuk meminta hajatnya di kabulkan

Baca juga : Sebarkan !!! Banyak Orang Berhenti Berpacaran Setelah Baca Artikel Ini
.
Karena pada waktu tersebut Allah SWT telah memberikan garansi bahwasannya doa-doa pada saat itu akan dikabulkan oleh-NYA. Allah SWT itu sesuai dengan prasangka dari seorang hamba kepada NYA. Manfaatkanlah sebaik mungkin waktu mustajab seperti ini untuk berdoa dengan khusu, bukan hanya sekedar untuk berburu santapan atau berburu makanan pada saat menjelang waktu buka puasa. Dan berdoalah untuk diri anda pribadi, keluarga anda, terutama orangtua anda, juga saudara dan sahabat-sahabat anda, dan luangkan juga sedikit waktu berdoa untuk negeri sendiri agar lebih baik lagi kedepannya. Terlebih lagi jangan sampai anda termakan oleh tipu daya dan kemudian melalaikannya hanya karena program-program ditelevisi atau media yang lainnya di waktu yang sangat mustajab ini.

Subhanallah , Keajaiban Al-Fatihah !

Add Comment
Alhamdulillah hari ini pada kesempatan ini sambil menunggu sahur admin sempat menyempatkan untuk memposting sedikit cerita berdasarkan pengalaman sendiri,pasti pada penasaran ya ? langsung aja ,


Menjelang UTS apalagi dikalangan mahasiswa pasti ada tuh yang namanya persyaratan untuk mendapat kartu ujian harus bayar ini itu ? iya pasti ga cuma admin aja karena ini cerita berdasarkan pengalaman sendiri , saat itu tepatanya 3 hari sebelum UTS ada pengambilan kartu ujian karena itu merupakan syarat dari mengikuti ujian , nah pada saat pengambilan kartu persyaratan itu ialah membayar SPP nah saat itu , saya sendiri bingung harus gimana uang 1,5 Juta dalam 3 hari dari mana ? dari satu kelas yang tersisa hanya tinggal kartu milik saya , nah akhirnya saya sebenarnya tidak ingin mencoba hubungi orang tua perihal kondisi keuangan yang memprihatinkan , akan tetapi mau gimana lagi ini juga bingung , dan 3 hari lagi UTS sedangkan pesrsentase nilai UTS ialah 30% duh lumayan besar kan ? bayangkan kalau UTS gak ikut sudah dipastikan nilai tidak akan mencapai B waduh kacau kan ? akan tetapi dibalik kebingungan saya ada salah satu teman saya yang menyarankan untuk menyarankan rajin membaca Al-Fatihah saya juga tak tau maksud ia apa tetapi saya coba melakukannya rutin selama 3 hari dan, pada hari ke3 dihari besok mau UTS saya tidak tahu kenapa ada perasaan ingin ke ATM untuk ngecek uang dan subhanallah di ATM tertera uang sebesar 1,5 juta saya lantas kaget ! ini uang dari siapa tidak ada nama pengirim dan gak lama orang tua saya juga menelfon kebingungan karena blum ada uang sebesar itu dalam 3 hari ? om pun juga menelfon , hasil sama , tanpa fikirpanjang langsung saya ambil uang dan bayar SPP untuk mengambil kartu ujian, dan alhamdulillah saya pun merasa keheranan teman-temanku juga tetapi salah satu temanku tersenyum dan berkata "iya kan?kamu amalkan yang aku suruh? " iya mas , waduh saya sungguh baru sekarang saya alami sendiri , dan syaa bersyukur banget dengan ini tak luput dari bantuan Allah SWT yang sayang hambanya.

Baca juga : Manfaatkan Waktu Mustajab Ini, Berdoalah Saat Menjelang Buka Puasa

Hikmahnya , percayalah keajaiban yang Allah berikan percaya kalo Allah ada disamping kita , Tawakal karena setiap masalah ada jalan keluarnya kok ,oke cukup sekian sedikit pengalaman yang admin alami sendiri , semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.


Serem ! inikah tanda 6 bulan sebelum kematian

Add Comment
Dalam kehidupan sehari-hari dan setiap yang berjiwa pasti akan mengalami fase yakni fase kematian , tidak ada mahkluk hidup didunia ini yang tidak mengalami mati atau tidak bisa lari dari yang namanya kematian , dalam film yang pernah di tayangkan di bioskop merupakan film "2012"  dalam film tersebut dijelaskan kalau terjadi hancurnya alam mereka bisa kabur dari kematian , itu Bullshit ! walaupun dengan memang benar tetapi tidak dapat dipungkiri itu film konyol , masa terjadi hancur alam semeseta ia bisa kabur.
dan tentang Kematian ,
Kematian atau dalam bahasa asing bisa disebut "Death" itu ada gejala atau tanda-tandanya selama 6 bulan terakhir ini

Baca juga : Kisah Seorang Pria Mengintip Wanita Mandi, Akan Tetapi Masuk Surga

  • Nafas yang di keluarkan terasa dingin dan jika di praktekan di hembus di telapak tangan contohnya,pada orang yang kondisinya baik-baik saja atau tidak termasuk tanda 6 bulan pasti akan udara akan terasa hangat.
  • Dalam mata seseorang kan kita biasanya bisa melihat diri sendiri atau bayangan , nah orang normal tidak bisa melihat bayangan sendiri
  • Adanya lumpuh di keempat anggota tubuh juga merasakan nyeri seperti dipukul seseorang
  • Sisa makanan dan dikeluarkan di tubuh  berwarna putih
  • Warna gigi yang putih ini berubah mendadak menjadi hitam seperti gigi perokok atau bukan plak pada gigi
  • Warna telinga mendadak berubah jadi kusam
  • Bentuk hidung yang tidak normal akan terlihat bengkok/miring
  • Bintang dilangit akan terlihat pada siang hari ,dan orang lain pun tidak bisa melihat
  • Gejala ini mirip vampire , mata terasa silau ketika melihat sang fajar di pagi hari
  • Aroma  asam  yang keluar dari air urin
  • Bayangan sendiri tidak terlihat baik cahaya matahari ataupun rembulan
  • Muncul garis kerut di dahi yang tidak wajar
  • Bintik merah ada di bawah pusar 
  • Titik yang berada di paling bawah kaki sampai ujung hidung terasa seperti jarum yang menusuk
  • Perubahan emosional yang tak tentu sampai tidak bisa dalam pengendalian diri sendiri

    Ini Tanda 6 bulan terkahir sebelum kematian , gimana ? serem kan ? admin sendiri merinding saat membuat artikel ini hehe, semoga bermanfaat 

Sebarkan !!! Banyak Orang Berhenti Berpacaran Setelah Baca Artikel Ini

Add Comment
Sebarkan !!! Banyak Orang Berhenti Berpacaran Setelah Baca Artikel Ini - Assalamualaikum Wr. Wb. selamat malam, alhamdulillah akhirnya kita kembali dipertemukan dalam sebuah artikel yang insya Allah atas ijin Allah termasuk artikel yang bermanfaat dan memberikan pahala bagi siapa pun yang membaca, mengamalkan dan kemudian membagikannya kepada orang terdekatnya. aminn

Langsung saja mari kita bersama-sama belajar dalam artikel ini. Bismillah selamat membaca

Rasa cinta yang timbul kepada lawan jenis adalah suatu hal yang sangat fitrah sekali bagi seorang manusia. Oleh karena adanya rasa cinta itulah, keberlangsungan hidup dari umat manusia bisa tetap terjaga. Oleh karena hal itu pula, Allah Ta’ala menjadikan para wanita sebagai sebuah perhiasan dunia dan nantinya akan menjadi kenikmatan juga bagi para penghuni surga. Islam yang merupakan agama yang sempurna juga sudah mengatur bagaimana caranya yang baik dan benar dalam menyalurkan fitrah dari rasa cinta tersebut di dalam syariatnya yang tentunya rahmatan lil ‘alamin.

Akan tetapi, bagaimanakah jika sebaliknya, yakni rasa cinta tersebut disalurkan dengan cara yang salah atau tidak syar`i? Fenomena-fenomena seperti demikianlah yang kini telah melanda hampir sebagian besar remaja atau anak muda pada waktu ini. Penyaluran dari hasrat cinta ala mereka para remaja atau anak muda biasa disebut dengan nama pacaran. Lalu bagaimanakah pandangan Islam terhadap pacaran? Berikut ini adalah beberapa tinjauan dalam syari’at Islam tentang pacaran.

Allah Ta’ala sudah berfirman dalam Al-Quran (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)

Penafsiran yang ada pada Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan yang terdapat dalam ayat ini penekanannya lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Yang berarti bahwa apabila kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi jika kita sampai melakukan zina, jelas-jelas sekali hal ini lebih terlarang lagi. Asy Syaukani juga dalam Fathul Qodir telah mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Baca juga : Kisah Seorang Pria Mengintip Wanita Mandi, Akan Tetapi Masuk Surga

Dilihat dari apa yang telah dikatakan Asy Syaukani tersebut, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa apa saja jalan (perantara) menuju zina merupakan sesuatu yang terlarang. Hal ini berarti saling memandang, saling berjabat tangan, saling berduaan dan juga bentuk perbuatan lainnya yang dilakukan dengan lawan jenis oleh karena hal tersebut sebagai perantara kepada zina maka hal perbuatan itu merupakan sesuatu hal yang terlarang.

Islam Memerintahkan Menundukkan Pandangan

Allah SWT juga memerintahkan pada kaum muslimin untuk selalu menundukkan pandangan pada saat melihat lawan jenisnya. Allah Ta’ala telah berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )

Dan juga dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)

Ibnu Katsir pada saat menafsirkan isi kandungan dari ayat yang pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”

Sedangkan pada saat menafsirkan isi kandungan dari ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh sebabhal tersebut, mayoritas dari para ulama berpendapat bahwa tidak perkenankan untuk seorang wanita memandang laki-laki lain (selain suami atau mahromnya,) baik dengan adanya unsur syahwat ataupun tanpa adanya unsur syahwat. … Sedangkan sebagian ulama yang lainnya juga berpendapat tentang boleh atau diperkenankan untuk memandang laki-laki lain asalkan dengan syarat tanpa syahwat.”

Lalu bagaimana jika tak sengaja memandang lawan jenis?

Dari Jarir bin Abdillah, beliau pernah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)

Faedah dari maksud menundukkan pandangan, sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yakni dengan cara menundukkan pandangan akan jauh lebih membersihkan hati dan juga jauh lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Hal inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- pada saat menafsirkan isi kandungan dari ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya. Aminn

Baca juga : Manfaatkan Waktu Mustajab Ini, Berdoalah Saat Menjelang Buka Puasa

Islam Melarang Lawan Jenis Saling Berduaan

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

Jabat Tangan bBersama Dengan Lawan Jenis Termasuk Sesuatu yang Dilarang

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Jika berdasar pada hadits yang terdapat di atas, saling menyentuh dengan lawan jenis -yang bukan istri atau pun mahrom- dapat diistilahkan juga dengan berzina. Hal tersebut berarti menyentuh lawan jenis merupakan perbuatan yang juga haram oleh sebab berdasarkan pada kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”.

Meninjau Tentang Fenomena Pacaran

Sesudah membaca apa yang telah dipaparkan di atas, apabila kita meninjau dari fenomena pacaran yang sering terjadi pada waktu ini pasti terdapat juga perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita sama-sama bisa menyaksikan bahwa apapun bentuk dari pacaran bisa mendekati zina. Pada awalnya hanya diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Kemudian pandangantersebut akan mengendap di hati.

Setelah hal tersebut maka akan timbul suatu hasrat untuk bisa jalan berduaan. Lalu akan berani untuk berdua-duan di tempat yang tak ada orang atau sepi. Setelah hal tersebut terjadi selanjutnya bisa kapan saja bersentuhan dengan pasangan. Lalu lanjut lagi dengan berciuman. Hingga pada akhirnya, sebagai pembuktian atas rasa cinta yang ada dibuktikan dengan cara berzina. –Naudzu billahi min dzalik-.

Kemudian pintu yang mana lagi, yang paling lebar, serta paling dekat dengan ruang perzinaan yang bahkan melebihi pintu pacaran?!

Apakah mungkin ada pacaran yang Islami? Sungguh, perbuatan pacaran yang telah dilakukan pada saat ini dan bahkan yang sudah dilabeli dengan ’pacaran Islami’ sampai kapan pun tidak akan mungkin bisa untuk terhindar dari berbagai larangan-larangan di atas. Mari bersama-sama sejenak kita renungkan bersama hal ini!

Mustahil Terdapat Pacaran Islami

Ada salah seorang dai yang terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?” Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.

Nuansa berpikir yang seperti demikian, tampaknya bukan hanya milik dari si dai. Banyak juga kalangan dari kaum muslimin yang juga masih berpandangan atau memandang, bahwa hubungan pacaran itu adalah sah-sah saja, asalkan tetap dapat menjaga diri masing-masing saja itu sudah cukup. Ungkapan yang seperti demikian itu bisa diibaratkan dengan kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang sudah jelas-jelas hakikatnya tidak berwujud. Sebab hubungan berpacaran itu sendiri, dalam makna dan juga bentuk apapun yang dipahami oleh orang-orang sekarang ini, tidaklah dapat dibenarkan dalam Islam. Terkecuali jika hanya sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu bisa dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, dapat diistilahkan demikian.

Namun hal seperti itu sungguh-sungguh adalah perancuan istilah. Istilah dari pacaran sudah kadong dipahami banyak orang sebagai hubungan lebih lanjut atau lebih intim diantara sepasang kekasih, yang setelah dapat diaplikasikan dengan cara jalan bareng, jalan-jalan ria, saling bertukar atau berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai macam hal  yang lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat.

Baca juga : Subhanallah , Keajaiban Al-Fatihah !

Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah

Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920.)



Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)



Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”



Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa ’amalan mutaqobbbalan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikianlah apa yang dapat penulis sampaikan, kurang lebihnya penulis mohon maaf dan apabila ada suatu kesalahan atau ketidak sempurnaan semoga para pembaca mau mengkoreksinya dengan berkomentar pada kolom komentar dibawah ini. Sekian dari penulis, wassalamualaikum wr. wb.

sumber : pelangimuslim.com

Kisah Seorang Pria Mengintip Wanita Mandi, Akan Tetapi Masuk Surga

Add Comment

Kisah Seorang Pria Mengintip Wanita Mandi, Akan Tetapi Masuk Surga - Sama halnya dengan yang selama ini kita semua semua telah ketahui, padahal perbuatan mengintip merupakan suatu satu perbuatan yang tercela, dan jika terdapat seseorang melakukannya maka seseorang tersebut di anggap sudah melanggar suatu norma. Akan tetapi bagaimana ada seseorang melakukan perbuatan ini atau mengintip tetatpi justru masuk surga.



Kisah yang sangat jarang ini, tentang seseorang yang masuk surga dikarenakan telah mengintip seorang perempuan yang sedang mandi bermula dari salah seorang pembantu dari Rasulullah yang bernama Tsa’labah. Di hari itu Rasulullah telah mengutus Tsa’labah untuk melaksanakan keperluan tertentu. Lalu setelah itu ia melaksanakan apa yang telah perintah oleh nabi tersebut, akan tetapi di tengah-tengah perjalanannya dia memandang ke salah satu pintu dari rumah sahabat Anshor. Dari celah yang terbuka di pintu itu, ia melihat ada seorang wanita yang dikala itu sedang mandi dankarena hal tersebut Tsa'labah mengintip wanita tersebut hingga beberapa kali.

source : pelangimuslim

Sesaat telah melakukan perbuatan tersebut, Tsa’labah terus merasa ketakutan dan juga merasa malu atas perbuatannya yang telah dilakukannya itu. Ia sangat takut apabila suatu ketika, akan diturunkan suatu wahyu oleh Allah SWT yang bercerti tentang perbuatan Tsa’labah itu yakni mengintip seorang wanita yang sedang mandi. Dirinya pasti akan merasa sangat malu dihadapan orang-orang. Oleh sebab hal tersebut, ia memutuskan untuk pergi menuju ke arah lembah gunung yang ada di antara Madinah dan juga Makkah hanya seorang diri. Ia bermaksud untuk meninggalkan tuannya yakni Rasul dan juga ia berjanji tidak akan pernah kembali lagi ke Madinah. 

Baca juga : Serem ! inikah tanda 6 bulan sebelum kematian



Kepergian dari Tsa’labah itupun menimbulkan rasa kehilangan pada diri Rasulullah sebab Tsa'balah pergi kurang lebih selama 40 hari. Kemudian karena hal tersebut datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah dan selanjutnya menyampaikan langsung salam dari Allah bahwa terdapat seorang umat Rasul yang telah melarikan diri dan sekarang ini berada di antara sebuah gunung ini dan juga itu. Orang tersebut selalu memohon perlindungan dan ampun kepada Allah SWT agar terhindar dari api neraka. 



Mengetahui hal tersebut, sontak Rasulullah SAW langsung mengutus sahabat Salman dan juga sahabat Umar untuk menyusuri gunung-gunung yang terdapat di sekitar Madinah itu. Dan kemudian mereka bertemu dengan seorang penggembala yang bernama Dzufafah. Mereka pun langsung bertanya kepada seorang penggembala tersebut apakah ia melihat ada seorang pemuda di antara gunung ini. Lalu ia pun memastikan apakah seseorang itu adalah seseorang yang telah lari dari neraka Jahanam. Mendengar jawaban yang telah diucapkan penggembala tersebut, Umar langsung bertanya kembali darimana penggembala tersebut bisa mengetahui mengenai hal ini. Dzufafah pun menjelaskan bahwa pada saat pemuda tersebut keluar dari gunung ia akan langsung memegang kepalanya seraya dengan berteriak agar Allah SWT mencabut nyawanya dengan maksud agar ia tidak ditelanjangi pada saat hari kiamat tiba nanti. Kemudian Umar membenarkan apa yang telah dikatakan oleh penggembala tersebut.



Utusan Rasulullah SAW tersebut lalu langsung mengintai suatu gunung dan berapa saat kemudian Tsa’labah pun keluar dengan tingkah sama seperti apa yang telah dikatakan Dzufafah tadi. Melihat hal itu mereka pun berlari lalu mengejar Tsa’labah dan kemudian mendekapnya seraya berkata bahwa ia akan aman dan juga selamat dari neraka. Meninggal dan kemudian masuk surga meskipun ia telah mengintip perempuan yang sedang mandi tadi, hal ini masih dapat terjadi sebab Allah SWT adalah Maha Pemaaf. 



Tsa’labah pun langsung merasa ketakutan apabila Rasulullah mengetahui akan dosa yang telah dilakukannya itu. Kemudian setelah itu ia pun langsung meminta jika ia tidak akan pernah ditemukan oleh Rasulullah melainkan hanya ketika Rasulullah sedang melaksanakan shalat atau Bilal sedang mengumandangkan iqomah. Pada saat Rasulullah sedang shalat, Tsa’labah pun dipertemukan dengan Rasulullah dengan posisi menjadi mukmin di sholat Rasulullah. Akan tetapi, di tengah sholatnya itu, ia jatuh pingsan oleh sebab rasa ketakutan yang amat sangat besar. Kemudian Rasulullah mencari dan berkeinginan untuk bertemu dengan Tsa’labah. Beliau pun bertanya bukankah sudag diajarkan kepada kamu cara menghapus dosa kepada-NYA. Tapi Tsa’labah selalu saja berkata jika dosa yang sudah ia lakukan itu terlalu besar. 

Baca juga : Manfaatkan Waktu Mustajab Ini, Berdoalah Saat Menjelang Buka Puasa



Tak lama kemudian setelah Tsa’labah pulang, ia jatuh sakit dan kemudian Rasulullah menjenguknya. Beliau langsung bertanya apa kiranya yang diinginkan oleh Tsa’labah, lalu ia menjawab ampunan dari AWT Allah atas segala dosa yang telah dilakukannya. Rasulullah lantas kemudian langsung menuntut kepada Tsa’labah untuk membaca doa penghapus dosa. Setelah hal itu dilakukan datanglah malaikat Jibril untuk menyampaikan kabar bahwa Allah SWT telah menghapuskan segala dosa yang telah Tsa’labah lakukan dan ia pun akan dimasukkan kedalam surga. Tak lama kemudian, Tsa’labah pun meninggal dunia dengan keadaan yang khusnul khotimah, ternyata meskipun telah menjadi pengintip perempuan yang sedang mandi tetap saja Tsa'labah mendapat ampuna Allah SWT dan masuk surga. 



Demikianlah kisah dari seorang pemuda yang masuk surga karena mengintip wanita yang sedang mandi. Di sini tetap saja mengintip seorang yang sedang mandi adalah hal yang tidak dibenarkan, akan tetapi pemuda tersebut mau dan telah mengakui dosa-dosanya dan kemudian ia juga bertobat dari segala dosa-dosanya itu.

source : pelangimuslim

Bagaimana Cara Meminta Maaf kepada Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Add Comment
Bagaimana Cara Meminta Maaf kepada Orang yang Sudah Meninggal Dunia - Assalamualaikum wr. wb. selamat siang para pembaca setia blog semangat27, Alhamdulillah akhirnya kita masih dipertemukan kembali melalui sebuah tulisan yang semoga dengan izin Allah SWT dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga saja setelah membaca tulisan ini dapat mempertebal keimanan kita juga memperdekat kita dengan Allah SWT.

Artikel kali ini akan membahas tentang Bagaimana Cara Meminta Maaf kepada Orang yang Sudah Meninggal Dunia. Tentulah kita sebagai manusia adalah makhluk yang tak luput dari yang namanya dosa. Baik dosa besar ataupun dosa yang kecil, namun akan sangat bijak apabila kita dapat selalu meminimalisir hal tersebut atau jika terlanjur maka segera sadar untuk bisa memperbaiki diri kearah yang lebih baik.

Source : ummi-online
Diartikel kali ini kita akan mencoba membahas Cara Meminta Maaf khususnya kepada seseorang yang sudah berpulang kesisi Allah SWT atau sudah meninggal dunia. Sungguh sangat disayangkan sekali apabila kita memiliki salah kepada seseorang namun belum sempat meminta maaf hingga tiba hari dimana orang yang kita dzalimi tersebut meninggal dunia, naudzubillahimindzalik semoga Allah memaafkan dosa kita. Namun apabila ada rasa penyesalan dan ingin memperbaikinya pastilah itu lebih baik dari pada kita membiarkannya saja, saya yakin para pembaca yang sampai membaca artikel ini memiliki rasa penyesalan dan juga rasa ingin memperbaiki diri atas hal itu, semoga Allah selalu memaafkan kita semua. Amiin..

Baik untuk pembahasan artikel kali ini akan admin ambil dari sebuah situs mimbarjumat.com, mengenai seseorang yang bertanya tentang permasalahan yang serupa yakni memiliki salah kepada orang lain akan tetapi belum sempat meminta maaf hingga orang tersebut meninggal.

Baca juga : Rahasia Dari Do’a Nabi Yusuf Agar Wajah Terlihat Cantik Dan Berseri. Amalkan!

Pertanyaan:

Sampai adik saya meninggal dunia, saya sebagai saudara tertua tidak melakukan pembagian waris secara adil. Sekalipun adik saya itu karena keperluannya pernah beberapa kali meminta, saya tidak pernah menanggapinya sebagimana mustinya sehingga akhirnya disaat adik tersebut sakit keras, ketika saya membesuknya di rumah sakit, dia berkata dengan pelan : “Bang, apa yang saya tidak dapat hak saya didunia, akan saya tuntut di akhirat nanti”.

Saya terkesiap dengan ucapannya itu, dan semenjak itu terasalah oleh saya betapa selama ini saya telah menzalimi adik-adik saya dalam soal menguasai harta waris yang seharusnya sudah saya pecah warisnya dua puluh tujuh tahun yang silam.

Nggak lama sesudah itu adik saya meninggal dunia. Ucapannya itu selalu terngiang-ngiang ditelinga. Kemudian dengan seadil-adilnya harta waris itu saya bagi, hak adik saya itu telah saya berikan kepada anak-anaknya yang menjadi ahli warisnya. Begitu juga adik-adik yang lain yang masih hidup sama menikmati harta waris sebagaimana mustinya.

Dari adik-adik saya empat orang yang masih hidup, saya dapatkan mereka tidak terlalu gembira dengan pembagian waris yang didapatnya, karena mereka hanya menyatakan : “Sayang sekali terlambat, sehingga abang kedua sampai meninggal dunia tidak mencicipi harta waris orang tua kita”.

Atas kejadian itu saya bertanya kepada ustadz guru majelis taklim kami secara empat mata. Menurut beliau saya menzalimi adik-adik saya selama puluhan tahun. Untuk itu saya perlu meminta maaf dan ridhanya dari mereka yang masih hidup.

Nasehat ustadz tersebut telah pula saya lakukan. Semua adik-adik saya yang masih hidup, sekalipun dengan berat hati telah memaafkan saya. Tapi yang menjadi masalah bagaimana saya meminta maaf dan ridhanya dengan adik saya yang sudah meninggal dunia itu?

Dalam hal lain dalam pergaulan hidup ini, saya sendiri juga pernah melakukan kesalahan yang besar terhadap rekan bisnis dagang saya sehingga dia rugi dan bangkrut. Juga saya pernah menghianati kepercayaan orang yang memberi hutang kepada saya, yang hutang itu tidak saya bayar, sekalipun sebenarnya saya sudah mampu membayarnya.

Dan sekarang semua orang tersebut sudah meninggal dunia. Kini saya insyaf bahwa apa yang saya lakukan dahulu itu adatah suatu kesalahan yang besar, yang akan menjadi masalah besar bagi saya di akhirat kelak.

Maka disaat hari tua ini, ketika umur mendekati 70 tahun, saya menyesali apa-apa yang saya perbuat dimasa lalu itu, yang telah mendatangkan kesulitan dan penderitaan bagi orang lain. Tetapi ketika saya ingin meminta maaf dan ridhanya orangnya sudah meninggal dunia. Apakah yang bisa saya perbuat ?


Jawaban:

Para arifin (orang-orang arif) menyatakan sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna. Tapi tidak demikian halnya dengan saudara penanya sesal kemudiannya masih berguna, karena masih akan menuntun langkah-langkah disisa umur untuk memperbaiki kesalahan. Beruntunglah orang yang berumur panjang yang sempat insyaf, taubat dan memperbaiki kesalahan. Semoga saudara penanya termasuk orang yang beruntung itu.

Dalam ajaran agama Islam perbuatan dosa itu ada dua macam. Kesatu, dosa kepada Allah SWT. Kedua, dosa kepada sesama makhluk Allah SWT.

Dosa kepada sesama makhluk Allah SWT terbagi dua lagi. Kesatu, dosa kepada sesama manusia. Kedua, dosa kepada selain manusia. Misalnya dosa kepada hewan. Seperti mengikat kucing, dan tidak memberinya makan, sehingga kucing itu mati kelaparan.

Baca juga : Negara-Negara Dengan Durasi Waktu Puasa Terlama Di Dunia

Dosa kepada Allah SWT meminta ampunnya kepada Allah SWT, Sedangkan dosa terhadap sesama manusia, menyelesaikannya adalah dengan meminta maaf dan ridhanya dari orang yang kita berdosa kepadanya. Sedangkan dosa kepada hewan adalah dengan menyesalinya, serta ditebus dengan perbuatan baik.

Dosa kepada Allah SWT yang mengampuninya ya Allah SWT. Sedangkan dosa kepada sesama manusia adalah dengan meminta maaf dan ridhanya. Kalau manusia yang didosai masih hidup dan jelas alamatnya, maka masalahnya adalah mudah yaitu dengan mendatanginya dan meminta maaf dan ridhanya! Tapi, kalau yang bersangkutan sudah meninggal dunia, atau tidak ketahuan dimana tinggalnya, sehingga tidak bisa diketemukan orangnya, maka persoalannya menjadi musykil.

Seperti dikisahkan didalam satu hadis Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang mempunyai kezaliman kepada saudaranya mengenai hartanya atau kehormatannya, maka diminta dihalalkanlah kepadanya dari dosanya itu sebelum datang hari dimana nanti tidak ada dinar dan dirham (hari kiamat), dimana akan diambil dari pahala amal kebaikannya untuk membayarnya. Kalau sudah tak ada lagi amal kebaikannya, maka akan diambil dari dosa orang yang teraniaya itu lalu dipikulkan kepada orang yang menganiaya itu ” (HR. Imam Bukhari).

Dosa terhadap sesama manusia itu ada dua golongan. Kesatu, terhadap hartanya. Kedua, terhadap kehormatannya.

Dosa mengenai harta, disepakati hendaklah dikembalikan atau diserahkan dalam keadaan sebaik-baiknya kepada pemiliknya. Atau diganti dengan barang yang lebih baik. Atau kalau tidak mampu mengembalikan dan mengganti hendaklah meminta maafnya dan ridhanya.

Kalau orangnya sudah meninggal dunia, hendaklah diserahkan kepada ahli warisnya. Kalau tidak ketahuan dimana ahli warisnya hendaklah diwakafkan atas namanya untuk kemaslahatan agama dan masyarakat, dengan niat menitipkannya kepada Allah SWT sebagai pembayar dosa tersebut, demikian fatwa dan pendapat lmam Ghazali.

Adapun terhadap dosa atas sesama manusia yang bukan mengenai hartanya, misalnya mengenai kehormatannya, apakah pernah memfitnahnya, atau memakinya, atau menghinanya, kalau mungkin hendaklah dengan meminta maaf dan ridhanya. Itulah cara yang utama dan terbaik.

Kalau tidak mungkin, karena orangnya sudah meninggal dunia atau tidak diketahui tempatnya, atau akan mengakibatkan huru hara, hendaklah dengan berendah diri dihadapan Allah SWT, seraya menyesali dosa yang diperbuat dan bertaubat, serta bersedekah atas nama yang bersangkutan dengan niat memohon kepada Allah SWT supaya pahala dari amal kebaikan itu cukup kiranya untuk membayar dosa yang diperbuat.

Karena itu pergunakanlah hari raya iedul fitri untuk bersilaturrahmi dengan semua sanak famili, teman kerabat, meminta maaf atas segala kesalahan dan dosa secara umum. Atau berkirim surat yang menyatakan meminta maaf kepada semua pihak.

Dari penjelasan diatas dapat kita ambil kesimpulan :

Bahwa akan lebih baik jika kita berbuat salah atau mempunyai salah terhadap orang lain maka segeralah meminta maaf kepadanya selagi orang tersebut masih hidup, datangi rumahnya dan minta maaflah atas semua kesalahan yang pernah kita lakukan kepadanya. Akan tetapi apabila terlanjur orang tersebut sudah meninggal dunia, atau tidak diketahui secara jelas alamatnya atau tempat tinggalnya sehingga kita tidak bisa menemuinya. Maka perkara tersebut dapat kita golongkan menjadi dua :

Pertama, apabila kita mempunyai kesalahan terhadap hartanya maka pertama kita memohon ampun kepada Allah terhadap kesalahan yang pernah kita lakukan itu, kemudian  hendaklah kita serahkan semua harta tersebut kepada ahli warisnya. Namun apabila tetap tidak ketahuan dimana ahli warisnya maka hendaklah diwakafkan atas nama orang tersebut untuk kemaslahatan agama dan masyarakat, dengan niat menitipkannya kepada Allah SWT sebagai pembayar dosa tersebut.

Baca juga : Kisah Seorang Pria Mengintip Wanita Mandi, Akan Tetapi Masuk Surga

Kedua, apabila kita mempunyai kesalahan terhadap kehormatannya misalnya saja pernah memfitnahnya, atau memakinya, atau bahkan menghinanya, maka maka pertama kita memohon ampun kepada Allah terhadap kesalahan yang pernah kita lakukan itu dengan berendah diri dihadapan Allah SWT, seraya juga dengan menyesali segala dosa yang diperbuat dan bertaubat, serta bersedekah juga atas nama orang yang bersangkutan yang pernah kita berbuat salah kepadanya dengan niat memohon kepada Allah SWT agar pahala dari amal kebaikan tersebut cukup kiranya untuk membayar dosa yang telah diperbuat.

Ya demikian mungkin itulah kesimpulan yang dapat Admin tarik dari pertanyaan dan jawaban yang ada diatas. Akan tetapi tetap saja apabila kita berbuat salah kepada Allah SWT atau pun makhluknya maka bersegeralah sadar dan meminta maaf juga memohon ampun atas kesalahan kita itu. Kasus diatas masih terbilang beruntung sebab, mari sejenak kita renungkan bersama bagaimana jadinya jika kita berbuat salah kepada Allah atau makhluknya namun belum sempat sadar, meminta maaf, memohon ampun juga bertobat tetapi nyawa kita sudah diambil oleh Allah SWT? Tentulah kita semua tidak ingin termasuk kedalam golongan orang yang seperti itu. Oleh karena itu kita harus selalu meningkatkan keimanan kita juga mendekatkan diri kepada Allah agar kita termasuk kedalam orang-orang yang mendapatkan ampunan ketika melakukan kesalahan. Amiin..

Demikian lah apa yang dapat Admin sampaikan diartikel kali ini tentang Bagaimana Cara Meminta Maaf kepada Orang yang Sudah Meninggal Dunia, semoga apa yang kita bahas bersama pada hari ini termasuk kedalam perbuatan baik yang mendapatkan pahala dari Allah SWT. Amiinn..

Sekian dari Admin, mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam pembahasan kali ini, karena kesalahan dan kekurangan adalah milik admin sebagai manusia yang tak luput dari dosa dan kesempurnaan adalah hanya milik Allah SWT semata. Mohon koreksi dari para pembaca sekalian pada kolom komentar jika ada tambahan atau kesalahan dari penulisan. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Source : Buletin Dakwah Al-Huda, No. 1175 Tahun ke-23 - 12 Juni 2009
(https://www.facebook.com/notes/belajar-islam/meminta-maaf-kepada-orang-yang-sudah-meninggal-dunia/143484771812/)

Rahasia Dari Do’a Nabi Yusuf Agar Wajah Terlihat Cantik Dan Berseri. Amalkan!

Add Comment
Assalamualaikum wr. wb, segala puji kita ucapan tiada hentinya kepada Allah SWT yang telah banyak melimpahkan rahmatnya kepada kita semua sehingga pada kesempatan kali ini bisa dipertemukan kembali dalam sebuah artikel yang semoga bermanfaat bagi para pembaca setia blog semangat27.com.

Allah SWT selalu memerintahkan kepada kita semua untuk selalu berdoa setiap saat kepada-NYA dan bahkan karena hal tersebut Allah SWT menyebut kepada hambanya yang tidak pernah berdoa sebagai orang yang sombong. Untuk itulah akan sangat dibijak sekali untuk kita selalu berdoa kepadanya agar kita tidak termasuk kedalam golongan orang yang sombong.

Rahasia Dari Do’a Nabi Yusuf Agar Wajah Terlihat Cantik Dan Berseri. Amalkan!
source : pelangimuslim.com
Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kepada pengunjung sekalian artikel yang berjudul Rahasia Dari Do’a Nabi Yusuf Agar Wajah Terlihat Cantik Dan Berseri. Amalkan! Semoga saja apa yang akan admin bagikan kai ini termasuk kedalam artikel yang benar, yang bermanfaat dan dapat menjadikan kita semakin dekat dengan Allah SWT. Kita berdoa saja semoga demikian, karena bagaimanapun kebenaran yang hakiki datangnya hanya dari Allah SWT. Baiklah langsung saja kita masuk kedalam pembahansan.


Bagi siapa saja yang memiliki keiginginan agar wajah atau mukannya nya menjadi berseri perlulah dirinya membaca surah Yusuf Ayat 4 (akan lebih baik jika membacanya selepas shalat)

Marilah kita semua amalkan ayat dari surah Yusuf yakni ayat 4 dan sebagai tambahan amalkan juga ayat dari Surah Thahaa yakni ayat 39 seperti di bawah ini. Semoga kita mendapatkan kebaikan dari surat tersebut. Amin...

Baca juga : Negara-Negara Dengan Durasi Waktu Puasa Terlama Di Dunia

Bagi siapapun yang telah mengamalkan ayat dibawah ini maka Alhamdulillah.. teruskanlah… Ayat ini adalah ayat pengasih, yang Insya Allah dengan ijin Allah dapat mempererat lagi hubungan diantara suami dan isteri dan juga dapat digunakan untuk anak-anak agar anak-anak hormat dan menurut kepada Anda sebagai ibu dan bapak mereka, keluarga dan sahabat-sahabat terdekat Anda
.

 “Idz Qaala Yuusufu Li Abiihi Yaa Abati Inni Ra Aitu Ahada’ Asyara Kaukabauw Wasy Syamsa Wai Qamara Ra aituhum Lii Sajidin”

Arti Surah Yusuf Ayat 4;
(ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada bapanya: “Wahai ayahku! Sesungguhnya Aku mimpi melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan; Aku melihat mereka tunduk memberi hormat kepadaku“

Setelah membaca surah  diatas makan Anda lanjutkan dengan membaca ayat yang terdapat dalam surah Thaahaa ayat 39.
Wa-alqaytu ‘Alayka Mahabbatan Minnii Walitushna’ ‘Alaa ‘Ainii” 
 
 Arti dari surah Thaahaa ayat 39.:
“Dan Aku telah tanamkan dari kemurahanKu perasaan kasih sayang orang terhadapmu; dan supaya Engkau dibela dan dipelihara Dengan pengawasanKu”

Caranya:

  • Anda baca 3 kali kedua Ayat tersebut kemudian sapu ke muka atau wajah Anda.
  • Amalan ini juga dianjurkan bagi mereka yang berat jodoh.

Perlu diketahui :
Jangan Anda membaca keduan Ayat tersebut tanpa memisahkannya. Surah Yusuf ayat 4 dibaca hingga selesai terlebih dahulu, baru kemudian berhenti beberapa saat dan setelah itu barulah meneruskan dengan membaca surah Thaahaa ayat 39. Jangan disambung antara bacaan surah Yusuf dan surah Thaahaa.

Niatkan dalam hati Anda pada saat membaca surah nabi yusuf diatas dengan niatan yang baik terutama bagi seorang istri yang berkeinginan agar suaminya lebig menyayanginya.


Baca juga : Sebarkan !!! Banyak Orang Berhenti Berpacaran Setelah Baca Artikel Ini

Setiap kali Anda bertemu atau berjumpa dengan kekasih/isteri/suami, bacalah kedua ayat tersebut. Insya Allah dengan ijin Allah akan mendapatkan kesan yang baik, hendaklah untuk diamalkan juga dengan membaca dihadapannya. Tidak perlu Anda membaca dengan kuat dengan suara yang lantai, pandai-pandailah dengan hanya membacanya di dalam hati Anda. Selain itu juga agar Anda dikasihi oleh orang sekitar, bacalah kedua-dua ayat diatas setiap kali selesai solat sebanyak 3 kali.

Berdasarkan pengalaman penulis sendiri mengamalkan apa yang ada diatas Alhamdulillah sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan niatan baik, Allah SWT akan mengabulkan apa yang kita hajati atau kita inginkan.

Demikianlah apa yang dapat Admin sampaikan pada artikel yang berjudul Rahasia Dari Do’a Nabi Yusuf Agar Wajah Terlihat Cantik Dan Berseri. Amalkan! kali ini semoga dapat bermanfaat. Kurang lebihnya Admin mohon minta maaf karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata dan kekurang juga kesalahan hanyalah milik Admin sebagai manusia yang tak luput dari dosa, oleh karena itu apabila ada kekurangan dan kesalahan pada artikel kali ini ada baiknya para pembaca sekalian dapat memberikan koreksi pada kolom komentar dibawah ini. 

Sekian, sampai jumpa di artikel selanjutnya, Wassalamualaikum wr. wb.

Source : Pelangimuslim.com

Mas Kawin Berupa Hafalan Alquran, sahkah? Ini Jawabannya

Add Comment
Menikah dengan seorang pasangan yang sanggup untuk memberikan sebuah kebahagiaan yang penuh baik di dunia maupun akhirat tentulah menjadi impian dari setiap wanita yang ada di dunia ini. Dalam agama Islam sendiri salah satu persyaratan sahnya dalam sebuah pernikahan adalah dengan terdapatnya suatu mahar atau sering disebut denga nama mas kawin. Mahar itu sendiri mempunyai makna yang sangat amat mendalam, hikmah yang diisyaratkan dari adanya mahar ini sendiri menjadikan suatu pertanda bahwasannya seorang wanita memanglah wajib untuk kita hormati dan kita muliakan. Apabila selama ini kita sering kali mengetahui bahwa suatu mahar selalu saja identikan berupa uang tunai, emas perhiasan atau seperangkat alat sholat, akan tetapi rupanya tak demikian dengan mahar dari pemuda yang satu ini.
Untuk yang satu ini terdapat seorang pengantin pria yang sedang memakai baju lengkap dengan kopiah putihnya memberi suatu mahar yang berupa hafalan ayat suci Al-Quran yang dirinya bacakan pada saat acara akad pernikahannya sedang digelar. Pemuda gagah yang tidak diketahui siapa namanya ini terlihat sedang dengan khusyuk membacakan ayat-ayat suci Alquran dengan suara yang merdu, pengantin pria ini membacakan ayat ayat suci Alquran, tepat disebelah penghulu, orang tua, saksi, dan juga keluarga dari sang mempelai wanitanya. Maka menjadi tak mengherankan apabila hal tersebut menjadikan seluruh tamu undangan yang menghadiri acara pernikahan tersebut menjadi terharu.
Video yang telah menjadi sangat viral di jejaring sosial Facebook itu menunjukan perjuangan dari seorang pengantin pria yang sedang melantunkan ayat suci Al-Quran dengan cara menghafalnya dan ternyata hal tersebut dijadikan sebagai mahar atau mas kawin bagi sang calon mempelai wanita. Semenjak berita dari pernikahan pasangan tersebut diposting pads jejaring sosial, video ini langsung mendapat banyak reaksi dari para netizen. Banyak netizen yang memuji mempelai pria tersebut dan merasa terkagum pada sang mempelai pria. Akan tetapi terdapat pula yang mendebatnya, menganggap bahwa suatu mahar haruslah berupa sebuah barang, dan tidak diperkenankan jika suatu mahar hanya berupa hafalan Alquran saja.
Saya ucapkan selamat. Semoga keluarga baru tersrbut selalu diberkahi dan juga menjadi keluarga yang berbahagia di dunia maupun di akhirat.
Bagimana menurut anda tentang perbedaan respon atau tanggapan tersebut? Silakan bagikan artikel ini dan undang temanmu untuk ikut berkomentar!
Source : Tribun