Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi Manusia + Cara Mencegahnya

Add Comment
Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi Manusia + Cara Mencegahnya - Perlu kita ketahui bahwa tubuh seorang manusia pada kenyataannya dapat menghasilkan berbagaimacam zat-zat sisa yang sebenarnya sudah tidak lagi diperlukan oleh tubuh tersebut, contohnya seperti keringat, urine, uap air, gas karbon dioksida (CO2), asam urat, urea, dan juga bilirubin. Berbagaimacam zat - zat itu harus segera dikeluarkan dari tubuh seorang manusia, sebab jika dibiarkan lama kelamaan menumpuk hingga akhirnya akan dapat menimbulkan berbagai penyakit, dan bahkan yang lebih berbahaya lagi bisa menjadi penyebab kematian seseorang.

Demi menjadikan tubuh seseorang seimbang dan sehat, maka diperlukan suatu pengaturan berbagai zat-zat apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh seorang manusia, juga pengaturan berbagai zat-zat apa saja yang sudah tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh seorang manusia tersebut. Manusia sendiri sebenarnya memang sudah dilengkapi dengan suatu sistem pengeluaran untuk berbagaimacam zat - zat sisa seperti yang telah disebutkan diatas. Dan untuk proses dalam tubuh manusia yang pengeluarkan berbagaimacam zat - zat sisa dari metabolisme tubuh yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh manusia disebut dengan ekskresi atau sistem ekskresi.

Sistem ekskresi yang terdapat dalam tubuh manusia sendiri melibatkan peran sekitar empat organ ekskresi, diantaranya seperti organ ginjal, organ kulit, organ paru-paru, dan yang terakhir adalah organ hati. Organ ginjal sendiri mengeluarkan berbagai zat sisa seperti halnya urea, asam urat, bilirubin, dan air dalam bentuk urine. Ada juga untuk zat sisa air yang dikeluarkan dari kulit dengan bentuk keringat. Selanjutnya karbon dioksida (CO2) akan dikeluarkan dari organ paru-paru dengan bentuk udara pernapasaan.

Dan yang terakhir didalam organ hati, protein yang kondisinya sudah rusak setelahnya akan dipecah hingga menghasilkan urea, sedangnkan untuk asam nukleat akan dipecah juga yang nantinya akan menghasilkan asam urat, dan untuk hemoglobin yang sudah terasa usang sendiri akan dipecah hingga menghasilkan asam bilirubin..

4 (empat) organ ekskresi dalam sistem ekskresi diatas perlu dan wajib hukumnya untuk kita dijaga dari berbagai kerusakan serta dijaga dari berbagaimacam penyakit. Jika semua atau bahkan salah satu organ sistem eksresi tersebut mengalami suatu gangguan dan bahkan mengalami atau terkena penyakit, maka keempat organ yang telah disebutkan diatas tidak akan bisa lagi bekerja baik dengan sebagaimana mestinya, sehingga berbagaimacam zat - zat sisa yang sebelumnya dihasilkan dari proses metabolisme tubuh tidak bisa lagi dikeluarkan dari dalam tubuh dan lambat laun akan mulai menjadi racun yang dapat meracuni tubuh.

Tapi teman-teman semua tidak perlu khawatir karena dibawah ini akan kami jelaskan beberapa Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi Manusia + Cara Mencegahnya


Gangguan dan Penyakit pada ginjal dalam Sistem Ekskresi

Fungsi dari orgam ginjal dalam tubuh manusia bisa mengalami gangguan yang penyebabnya bermacam-macam, bisa disebabkan karena terjadi infeksi oleh bakteri, mucul radang, dan bahkan karena adanya batu ginjal. Meskipun kita ketahui pada saat salah satu ginjal (ginjal ada dua, kiri dan kanan) tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau karena terkena suatu gangguan, maka salah satu ginjal lainnya yang satunya lagi yang tidak mengalami gangguan atau terkena penyakit akan mulai mengambil alih tugas - tugas dari salah satu ginjal yang mengalami gangguan atau terkena penyakit.

Akan tetapi jika kedua ginjal baik kiri maupun kanan terkena gangguan, penyakit atau mengalami kerusakan, maka hal seperti itu dapat berakibat sangat fatal, sebab zat-zat sisa yang berupa urea akan mulai tertimbun sedikit-demi sedikit didalam tubuh, hingga nantinya pada saat sudah tidak terkira lagi banyaknya bisa menyebabkan terjadinya kematian.

Itu salah satu gambaran dari gangguan atau penyakit yang dapat terjadi pada sistem ekskresi khususnya pada organ ginjal dalam tubuh manusia. Namun diatas hanyalah contoh kecil saja, untuk lebih banyak lagi, silakan langsung saja simak informasinya dibawah ini Berikut adalah Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi Manusia + Cara Mencegahnya

1.  Batu ginjal

Gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi khususnya pada organ ginjal ini terjadi disebabkan karena terdapat banyak endapan garam kalsium, tepatnya garam kalsium mengendap dalam pelvis renalis atau rongga ginjal, yang akhirnya akan menyebabkan penghambatan keluarnya urine, endapan ini juga dapat menimbulkan rasa nyeri. Batu ginjal sendiri bentuknya menyerupai kristal yang tidak bisa larut. untuk kandungan dalam batu ginjal sendiri ada berbagaimacam seperti kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat.

Endapan tersebut dapat terjadi pada saat seorang manusia terlalu banyak mengkonsumsi garam mineral kedalam tubuhnya, ditambah lagi jika tidak diimbagi dengan meminum air sebagai pelarutnya, yang berarti seseorang tersebut sedang dalam keadaan kekurangan minum air putih, dan yang menjadi penyebab lainnya adalah karena sering menahan buang air kecil atau kencing. Gangguan atau penyakit yang satu ini sendiri bisa diatasi melalui jalan pembedahan atau sinar laser. Secara ringkas tujuan digunakannya sinar laser tersebut adalah untuk memecah endapan garam kalsium yang mengendap didalam tubuh.

Berbagai usaha pencegahan yang bisa dijalankan adalah dengan cara minum air putih yang cukup setiap harinya, dan jangan lupa juga untuk terlebih dahulu membatasi diri dalam mengkonsumsi garam, jangan sampai terlalu banyak sebab didalam garam sendiri mengandung natrium yang tinggi.

2.  Albuminuria

Albuminuria adalah suatu penyakit yang muncul oleh sebab kerusakan pada bagian glomerulus, glomerulus sendiri memiliki peran untuk proses filtrasi pada ginjal. Penyakit ini terjadi tepatnya pada urine yang dilamnya ditemukan adanya protein. Albuminuria sendiri gambaran singkatnya bisa terjadi karena kekurangan asupan air di dalam tubuh, hingga akhirnya akan memperberat kerja dari organ ginjal.

Mengkonsumsi protein, kalsium, dan juga vitamin C yang terlalu banyak pun bisa menjadikan glomerulus bekerja dengan lebih keras, yang akhirnya juga bisa meningkatkan resiko untuk terjadinya kerusakan.

Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya albuminuria yakni dengan cara mengatur banyaknya jumlah garam, serta protein yang akan dikonsumsi oleh tubuh, juga mengatur pola hidup yang sehat demi mendapatkan keseimbangan gizi tubuh.

3.  Hematuria

Hematuria merupakan suatu penyakit yang tertanda dengan terdapatnya sel-sel darah merah dalam urine. Hal tersebut terjadi karena disebabkan oleh penyakit yang ada pada saluran kemih, penyebabnya biasa terjadi akibat adanya gesekan dengan batu ginjal. Selain hal tersebut, Hematuria juga bisa disebabkan karena adanya infeksi yang terjadi pada saluran kemih.

Usaha yang dapat dilakukan sendiri dalam pencegahan terjadinya penyakit hematuria bisa dilakukan dengan cara mensegerakan diri pada saat terasa ingin buang air kecil, sebab pada saat trsebut kandung kemih akan mulai terasa penuh dengan urine, apa jadinya bila anda tahan? bisa fatal akibatnya. Selanjutnya selalu membersihkan saluran keluarnya urine, bersihkan mulai dari arah depan hingga ke belakang, ini dilakukan juga demi menghindari masuknya berbagai bakteri dari bagian belakang dubur, dan selanjutnya perbanyaklah meminum air putih.

Pada saat seseorang menderita penyakit hematuria, untuk penanganan sisi medis yang dapat diberikan dengan segera yaitu dengan cara memberikan antibiotik, yang bertujuan untuk membersihkan bagian tersebut dari infeksi berbagai bakteri yang ada pada saluran kemih.

4.  Diabetes Insipidus

Penyakit ini bernama diabetes insipidus, yakni muncul karena akibat dari seseorang yang kekurangan hormon antidiuretik atau hormon ADH. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh tidak mampu dalam menyerap air yang masuk, hingga akhirnya sang penderita akan sering kali melakukan buang air kecil secara terus menerus.

Untuk usaha penanganan yang dapat dilakukan para penderita diabetes insipidus yakni dengan cara memberikan para penderitanya suntikan yang berisi hormon ADH atau hormon antidiuritik, sehingga hal hormon tersebut bisa mempertahankan keluarnya urine yang normal.

5.  Kanker Ginjal

Penyakit kanker ginjal adalah suatu penyakit yang muncul karena akibat dari pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada bagian ginjal di sepanjang tubulus ginjal. Hal tersebut bisa menyebabkan adanya darah dalam urine, kerusakan pada ginjal, dan juga bisa memengaruhi kerja dari organ tubuh yang lainnya.

Usaha yang dapat dilakukan guna mencega terjadinya Kanker Ginjal adalah dengan cara menghindari diri dari penggunaan berbagai bahan kimia yang sifatnya karsinogenik atau dapat memicu munculnya sel kanker.

Gangguan dan Penyakit pada Kulit dalam Sistem Ekskresi

Gangguan dan kelainan atau penyakit yang ada hubungannya dengan organ kulit paling sering dijumpai didalam kehidupan keseharian. Terdapat jenis penyakit kulit yang tak berbahaya, akan tetapi terdapat pula penyakit kulit yang berbahaya. Dibawah ini terdapat beberapa kelainan atau gangguan atau penyakit pada organ kulit yang yang sering kali terjadi adalah seperti berikut.

1.  Jerawat

Acne Vulgaris atau jerawat merupakan sebuah kondisi kulit yang dimana ditandai dengan adanya suatu penyumbatan dan bahkan peradangan pada bagian sebasea atau kelenjar minyak. Acne Vulgaris atau Jerawat ini bisa muncul oleh sebab diri yang kurang dalam menjaga kebersihan bagian kulit, hingga pada akhirnya terjadi suatu kotoran yang menumpuk dan bahkan sel kulit yang mati.

Untuk penyebab lainnya yang dapat menyebabkan jerawat ini seperti halnya faktor hormonal yang kemudian merangsang kelenjar minyak pada kulit, kemudian penggunaan berbagai jenis kosmetik secara berlebihan yang didalamnya mengandung minyak, yang berpotensi menjadi penyumbat pori-pori kulit, mengonsumsi berbabagi makanan yang berlemak dengan berlebihan juga bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat.

Usaha yang dapat digunakan sebagai pencegahan penyakit jerawat ini adalah seperti dengan cara rutin membersihkan bagian wajah, membatasi makan makanan yang berlemak, serta banyak memakan berbagai macam buah-buahan, dan jangan lupa untuk selalu menjaga aktivitas tubuh juga.

2.  Biang Keringat

Biang keringat itulah nama penyakitnya, yang dapat terjadi oleh karena adanya sumbatan pada bagian kelenjar keringat, tersumbat tidak lain karena sel-sel kulit mati yang tidak bisa terbuang dengan sempurna. Biang keringat yang mulai terperangkap pada kulit itu selanjutnya akan menimbulkan bintik-bintik yang berwarna kemerahan yang akan disertai dengan rasa gatal.

Selain sel-sel kulit yang mati, hal lain seperti debu, serta kosmetik juga bisa menjadi penyebab munculnya biang keringat. Untuk orang-orang yang bertempat tinggal di kawasan tropis serta lembab akan lebih rentan atau mudah untuk terkena penyakit kulit biang keringat yang satu ini. Biang keringat sendiri biasanya muncul pada bagian leher, dada dan punggung.

Usaha yang dapat dijadikan sebagai pencegahan untuk penyakit kulit biang keringat yang satu ini adalah dengan cara selalu menjaga kebersihan kulit, lalu berikutnya selalu menggunakan pakaian bersih yang berbahan mampu menyerap keringat, serta berukuran agak longgar, atau bisa juga jika bagian kulit mulai terasa berkeringat maka lekas untuk segera mengeeringkannya dengan handuk bersih atau tisu yang anda miliki.

Jika terlanjur biang keringat tersebut mulai terasa maka bisa diobati dengan cara memberikan bedak yang sedikit terasa panas (salisil) atau salep yang memiliki efek dapat mengobati rasa gatal.

3.  Biduran

PEnyakit kulit Biduran bisa terjadi oleh sebab adanya udara yang dingin, bisa juga karena alergi makanan, atau bahkan karena alergi tehadap suatu bahan kimia. Biduran ini mulai muncul ditandai dengan adanya bentol-bentol yang terlihat tidak beraturan dan bentol-bentol tersebut juga terasa gatal. Biduran bisa terjadi beberapa jam saja namun dapat juga terjadi hingga berhari-hari.

Jika penyakit biduran tersebut muncul oleh sebab alergi terhadap sesuatu, maka untuk mencegahannya bisa dengan cara menghindari sebaik mungkin sesuatu yang menyebabkan alergi tersebut. Pengobatannya sendiri bisa dilakukan menggunakan obat resep yang dikasihkan oleh dokter.

4.  Ringworm

Ringworm merupakan sejenis jamur yang dapat menginfeksi kulit seseorang. Infeksi kulit seperti ini awalnya ditandai dengan munculnya bercak-bercak lingkaran pada bagian kulit. Untuk upaya pencegahannya dari penyakit kulit ini bisa dilakukan dengan cara selalu menjaga bagian kulit agar tidak lembab dan selalu kering. Jika sudah terlanjur terkena maka untuk upaya pengobatannya dapat dilakukan dengan menggunakan obat anti jamur.

5. Psoriasis

Tanda yang timbul dari penyakit kulit psoriasis ini yakni kulit yang berwarna kemerahan, yang biasanya terjadi pada bagian kulit kepala, kulit punggung, kulit sikut, dan juga kulit lutut. Untuk penyebab yang pasti dari penyakit kulit psoriasis ini sampai saat ini belum bisa ditentukan, meskipun demikian dengan bersumber pada hasil banyak penelitian, psoriasis ini muncul oleh sebab adanya suatu gangguan dalam sistem kekebalan tubuh.

TElah kita ketahui sebelumnya bahwa terdapat dua tipe sel darah putih yang memiliki peran dalam sistem kekebalan tubuh, yakni bernama sel limfosit B dan sel limfosit T. Penyakit kulit psoriasis ini terjadi karena adanya aktivitas dari sel limfosit T yang tidak normal pada kulit. Hal inilah yang menyebabkan organ kulit menjadi radang yang berlebihan.

6.  Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan penyakit yang muncul karena sebab penerimaan sinar ultraviolet secara berlebihan. Penyakit yang satu ini kerap menyerang orang-orang yang memiliki pigmen kulit berwarna putih atau terang, sebab untuk pigmen kulit yang berwarna tersebut cenderung lebih sensitif bila terkena sinar matahari.

Untuk cara pencegahan dari penyakit kanker kulit ini bisa dilakukan dengan cara mempergunakan pelindung seperti tabir surya atau dengan cara menghindari kontak secara langsung dengan sinar matahari yang jumlah banyak.

Gangguan dan Penyakit pada Hati dalam Sistem Ekskresi

Penyakit yang dapat terjadi pada organ hati sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti infeksi virus atau tidak bekerjanya empedu atau hati itu sendiri. Untuk gangguan atau penyakit atau kelainan yang memiliki hubungan langsung dengan organ hati, ada beberapa misalnya seperti penyakit hepatitis serta penyakit kuning.

1.  Hepatitis

Hepatitis merupakan suatu radang pada hati yang terjadi karena virus. Virus untuk penyakit hepatitis sendiri jenisnya ada beberapa macam, misalnya seperti virus hepatitis A dan juga seperti virus hepatitis B. Penyakit hepatitis terjadi karena disebabkan oleh virus hepatitis B cenderung lebih berbahaya dampaknya daripada penyakit hepatitis yang terjadi karena disebabkan oleh virus hepatitis A. Untuk pencegahan penyakit hepatitis ini bisa dilakukan melalui pemberian vaksinasi.


2.  Penyakit Kuning

Penyakit kuning ini biasanya terjadi karena tersumbatnya saluran empedu yang pada akhirnya akan mengakibatkan cairan dari empedu tidak bisa dialirkan menuju ke dalam usus dua belas jari, hingga menyebabkan cairan dari empedu justru akan masuk ke dalam aliran darah yang menjadikan warna darah setelahnya menjadi berwarna kuning.

Warna kulit para penderita penyakit kuning akan terlihat pucat dan berwarna kekuning-kuningan, bahkan pada bagian putih dibola mata pun akan terlihat berwarna kekuning-kuningan, dan bagian kuku jari juga akan berwarna kuning. Kondisi yang seperti ini disebabkan tidak lain karena di seluruh bagian tubuh ada pembuluh darah yang karena mengangkut darah yang telah tercampur cairan empedu maka akan berwarna kekuningan.

Gangguan dan Penyakit pada PAru-paru dalam Sistem Ekskresi

Adapun penyebab yang paling utama organ paru-paru tidak bisa berfungsi dengan optimal sebagaimana mestinya karena adanya infeksi dari virus dan bakteri serta dapat juga terjadi karena  polusi udara sekitar. Polusi udara tersebut seperti polusi yang disebabkan karena asap kendaraan, pabrik, asap rokok dan pembakaran. Untuk penyakit-penyakitnya sendiri yang bisa menyerang organ paru-paru ada berbagaimacam, diantaranya seperti asma, TBC, pneumonia, dan kanker paru-paru.

sumber berikut ini ya

Inilah Gejala dan Penyebab Penyakit Kawasaki pada Anak

Add Comment
Inilah Gejala dan Penyebab Penyakit Kawasaki pada Anak - Sama dengan sebutan namanya, penyakit yang satu ini yakni Kawasaki telah ditemukan pada tahun 1967 oleh seorang penemu dari Jepang yang bernama Dr. Tomisaku Kawasaki. Penyakit Kawasaki ini awalnya disebut dengan nama ilmiah mucocutaneous lymphnode syndrome. Penyakit Kawasaki ini juga memang belum begitu terlalu dikenal di negara kita tercinta Indonesia, sebab masih banyak yang belum mengetahui dan memahami dampak dan bahaya dari penyakit Kawasaki ini.

Penyakit Kawasaki ini juga lebih sering terlambat untuk hal didiagnosis, sebab ciri-ciri dari penyakit KAwasaki sendiri dapat menyerupai atau sama dengan penyakit yang lain seperti penyakit campak, infeksi virus, bahkan seperti penyakit gondong. Penyakit Kawasaki ini bisa menjadi sangat berbahaya sebab paling sering terjadi menyerang pada balita direntang usia sekitar 1 (satu) hingga 2 (dua) tahun.

Sama seperti halnya yang telah dilansir oleh kompas.com sebelumnya bahwa angka untuk banyaknya kejadian penyakit kawasaki ini per tahunnya di negara Jepang adalah yang tertinggi di dunia, yakni sekitar 1 (satu) kasus per 1.000 (seribu) anak-anak yang masih balita balita, dengan berikutnya diikuti oleh negara Korea dan juga negara Taiwan. Di negara Amerika Serikat sendiri penyakit kawasaki ini juga ada namun angkanya hanya sekitar 0,09 (nol koma nol sembilan) pada ras kulit putih, hingga 0,32 (nol koma tiga puluh dua) pada keturunan Asia Pasifik per 1.000 (seribu) anak-anak yang masih balita.



Di negara Indonesia sendiri kasus untuk penyakit Kawasaki ini baru ada secara resmi terjadi sekitar awal tahun 2005. Besar dugaan sebenarnya kasus penyakit Kawasaki yang ada di negara Indonesia tidaklah sedikit. Sebab dengan berdasar pada angka kejadian global, yang secara keseluruhan tiap tahunnya akan ada sekitar 3.300 (tiga ribu tiga rastu) hingga 6.600 (enam ribu enam ratus) kasus penyakit kawasaki ini terjadi.

Kurang lebih sekitar 20% (dua puluh persen) hingga 40% (empat puluh persen) para balita penderita penyakit Kawasaki ini akan mengalami berbagai kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Dengan kemudian apabila kondisi jantung sudah benar-benar rusak akan besar kemunginan resiko kematian akan terjadi.


Inilah Gejala dan Penyebab Penyakit Kawasaki pada Anak


Untuk penyebab secara pasti yang dimuncul akibat dari terkena penyakit Kawasaki ini hingga saat sekarang ini masih belum bisa diketahui dengan pasti, namun yang pasti adalah penyakit kawasaki ini mempunyai sifat menular. Namun karena penyebab dari penyakit kawasaki yang tidak bisa secara pasti diketahui, maka dalam hal pencegahan dan  juga penanganan dengan tepat pun masih belum bisa diketahui.

Namun dalam hal pengobatan terhadap penyakit Kawasaki ini bisa dilakukan dengan durasi maksimal sekitar 10 (sepuluh) hari sejak gejala dari penyakit kawasaki ini muncul. Karena semakin cepat penanganan dari penyakit kawasaki ini dilakukan, maka dapat semakin kecil juga risiko penderita mengalami komplikasi akibat penyakit kawasaki ini. Agar kita bisa mengetahui dan memahami lebih jauh lagi berkenaan dengan penyakit Kawasaki diatas, dibawah Inilah Gejala dan Penyebab Penyakit Kawasaki pada Anak

Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak

Fase Pertama Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak

Untuk gejala dari penyakit Kawasaki ini bisa berlangsung kurang lebih dalam kurun waktu sekitar 1,5 bulan dengan adanya beberapa fase didalamnya. Fase yang pertama muncul dari gejala penyakit Kawasaki ini akan muncul dikurun waktu sekitar 2 (dua) minggu. Untuk gejala utama sendri yang akan muncul dalam fase ini yakni berupa demam yang tiba-tiba mendadak tinggi direntang waktu kurang lebih selama 5 (lima) hari dengan tidak mencapai suhu yang normal.

Jika pada saat demam tidak langsung ditangani dengan diberikan penurun panas, maka gejala demam yang muncul ini dapat berlangsung secara terus kurang lebih selama 4 (empat) minggu tanpa henti. Berikutnya sekitar 2 (dua) hingga 3 (tiga) hari akan mulai muncul gejala gejala yang lainnya, yakni berupa munculnya berbagai bercak berwarna merah di sekujur badan penderita yang gejalanya mirip atau serupa dengan penyakit campak. Selain gejala tersebut, gejala yang lainnya adalah kedua mata penderita penyakit kawasaki ini akan mulai terlihat berwarna merah, tetapi tidak mengeluarkan cairan.

Dan selain hal diatas akan terjadi pula perubahan kondisi pada mulut penderita, seperti lidah dan tenggorokan berwarna merah serta bagian bibir akan menjadi kering dan pecah-pecah. Bagian tangan dan kaki penderita penyakit kawasaki juga akan mulai terasa sakit oleh sebab terjadinya pembengkakan dibagian jari-jari tangan serta jari jari kaki sehingga akhirnya akan memerah juga. Demikian pula pada bagian leher akan mulai terlihat berwarna merah oleh sebab terjadi pembengkakan pada bagian kelenjar getah bening penderita.

Fase Kedua Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak

Di fase yang kedua yang terjadi sekita minggu ke 2 (dua) hingga minggu ke 4 (empat), demam yang muncul pada fase pertama mulai turun, akan tetapi setelah muncul gejala yang lainnya, yakni kulit pada ujung jari kaki dan jari tangan akan mulai mengelupas, terjadi diare, dan terdapat pembengkakan pada bagian sendi. Di fase inilah akan mulai terjadi berbagai komplikasi, yakni aneurisma. Aneurisma sendiri adalah suatu pelebaran pada bagian pembuluh darah yang terjadi karena dinding dinding pada pembuluh darah mengalami peradangan yang selanjutnya akan tidak kuat lagi untuk menahan aliran darah yang ada.

Aneurisma ini jika terjadi maka harus segera mendapatkan penanganan sebab jika sampai terlambat mendapatkan penanganan maka terjadi pecah pada pembuluh darah yang selanjutnya akan menimbulkan pendarahan.

Komplikasi yang lainnya dari penyakit kawasaki ini adalah yang paling ditakutkan yakni komplikasi pada jantung, jika ini terjadi maka besar kemungkinan akan merusak pembuluh nadi koroner. Pelebaran yang terjadi pada pembuluh darah bisa mengakibatkan penyumbatan di bagian dalam sehingga aliran darah yang menuju ke bagian otot jantung juga akan menjadi terganggu yang selanjutnya bisa memicu kerusakan pada otot jantung.

Fase Ketiga Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak

Fase yang ketiga adalah fase yang terakhir dari gejala yang muncul pada penyakit Kawasaki ini. Fase ketiga penyakit kawasaki ini akan terjadi di minggu ke 4 (empat) hingga minggu ke 6 (enam). Di fase yang terakhir ini, berbagai gejala dari penyakit Kawasaki ini sudah mulai berkurang, tetapi dilain sisi kondisi dari anak balita yang mengalami penyakit kawasaki ini masih terlihat lemas.

Penyebab Penyakit Kawasaki pada Anak

Untuk penyebab secara pastinya yang menyebabkan penyakit Kawasaki ini terjadi hingga detik ini masih belum diketahui kepastiaanya. Meski demikian ada banyak orang yang yakin bahwa penyakit kawasaki ini dapat disebabkan oleh 2 (dua) faktor, diantaranya seperti :

  • 1. infeksi
  • 2. keturunan.

Infeksi Penyakit Kawasaki pada Anak

Jenis dari virusnya sendiri yang mampu menimbulkan terjadinya penyakit kawasaki ini juga belum bisa diidentifikasi secara pasti. Penyakit Kawasaki ini sendiri seperti yang disebutkan diatas mempunyai sifat menular dan hanya menyerang anak diusia balita saja. Karena berdasar pada hasil penelitian yang pernah dilakukan belum pernah penyakit kawasaki ini menyerang bayi yang berumur kurang lebih dibawah enam bulan, sebab di usia itu para bayi masig terlindungi oleh antinodi dari ibunya.

Keturunan Penyakit Kawasaki pada Anak

Untuk faktor keturunan sendiri juga besar kemungkinan diduga bisa menjadi penyebab munculnya penyakit Kawasaki ini, jika sebelumnya orangtua dari sang anak pernah menderita penyakit Kawasaki ini ketika masih kecil, maka ada kemungkinan juga anaknya akan terkena penyakit kawasaki tersebut.


Demikianllah apa yang dapat semangat27.com sampaikan terkait Inilah Gejala dan Penyebab Penyakit Kawasaki pada Anak. Untuk para orang tua mungkin bisa lebih memperhatikan lagi setiap saat kondisi dari anak-anaknya. Namun karena gejala dari penyakit Kawasaki ini lebih banyak nampak pada perubahan kondisi dari fisik anak, sebagai orangtua akan lebih baik jika selalu waspada apabila gejala-gejala seperti diatas dari penyakit kawasaki ini muncul pada anak Anda.

Segera konsultasikan pada dokter jika anak Anda mengalami berbagai gejala yang mirip dengan penyakit Kawasaki seperti yang dituliskan diatas agar anak anda segera mendapatkan penanganan secara cepat dan juga tepat. Jika ada pertanyaan silakan berkomentar.

6 Fakta Sel Kanker yang Menarik dan Unik dan Belum diketahui Banyak Orang

Add Comment
6 Fakta Sel Kanker yang Menarik dan Unik dan Belum diketahui Banyak Orang - Kanker adalah salah satu dari sedikit penyakit di dunia yang paling mematikan. Kanker ini bisa juga disebut dengan silent killer atau pembunuh secara diam-diam, sebab gejala awal yang muncul dari penyakit kanker ini lebih sering tidak bisa dideteksi, namun pada saat telah menyebar ke semua bagian tubuh barulah terasa padahal pada saat seperti itu resiko untuk terjadinya kematian menjadi lebih tinggi.

Sedangkan untuk penjelasan singkat mengenai sel-sel kanker sendiri yakni merupakan sel yang pertumbuhannya sangat tidak terkendali dan tidak normal. Sel-sel kanker tersebut mempunyai kemampuan untuk dapat menggandakan dirinya dengan jumlah yang sangat abnormal, hingga pada akhirnya akan membentuk suatu jaringan baru didalam tubuh orang yang mengidapnya. Jaringan baru tersebut yang sering kita ketahuia sebagai tumor.

Jaringan baru atau Tumor tersebut akan selalu tumbuh dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan dari sel-sel kanker itu. Jika pertumbuhan dan perkembangan tersebut terjadi secara terus menerus dan tidak dapat dihentikan maka itulah yang disebut dengan nama tumor ganas.

Sel-sel kanker memang memiliki sifat yang agresif didalam tubuh orang yang mengidapnya inilah yang menyebabkan sel-sel kanker tersebut bisa sangat cepat menyebar keseluruh tubuh hingga akhirnya membentuk jaringan baru yang kita sebut tumor tadi.



Tapi tahukah anda bahwa ada fakta unik dan menarik lainnya dari sel kanker yang belum diketahui banyak orang. Berikut semangat27.com rangkumkan dibawah ini 6 Fakta Sel Kanker yang Menarik dan Unik dan Belum diketahui Banyak Orang, yang diperoleh dari banyak sumber.

6 Fakta Sel Kanker yang Menarik dan Unik dan Belum diketahui Banyak Orang

1. Sel kanker muncul bisa disebabkan oleh virus

Ada begitu banyak faktor pendukung yang dapat menyebabkan munculnya Sel kanker, salah satunya adalah disebabkan oleh virus. Menurut hasil dari penelitianyang pernah dilakukan, kurang lebih sekitar 20% (dua puluh persen) kasus penyakit kanker disebabkan oleh serangan virus. Virus sendiri sesungguhnya mempunyai kemampuan untuk dapat menyebarkan sel-sel kanker. Tak hanya itu saja, virus juga sanggup mengubah bentuk dari struktur DNA suatu sel normal menjadi bermutasi hingga selanjutnya dapat tumbuh secara tak terkendali.

Beberapa contoh virus yang dapat menyebabkan kanker seperti halnya virus Hepatitis B yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker hati, dan human papilloma virus yang dapat menyebabkan terkenanya kanker rahim.

2.  Kanker memiliki ratusan jenis

Kita telah mengetahui bahwa tubuh memiliki sel-sel yang berbagai jenis, sama halnya juga dengan sel kanker yang bisa tumbuh serta berkembang diberbagai bagian tubuh. Oleh sebab kanker bisa tumbuh dan berkembang didalam berbagai jenis sel yang ada didalam tubuh inilah, yang menyebabkan sel kanker memiliki jenis-jenis yang beragam. Ada banyak sekali jumlah sel yang dapat menyerang seluruh tubuh manusia bahkan jumlahnya bisa mencapai angka ratusan.

Untuk contoh dari jenis sel kanker sendiri ada seperti kanker berjenis karsinoma yang dapat tumbuh dan berkembang dalam jaringan epitel tubuh, kemudian kanker berjenis sarcoma yang dapat menyerang bagian jaringan tulang, dan selanjutnya yang sering kita dengar yakni kanker berjenis leukemia yang dapat tumbuh dan berkembang dalam sumsum tulang, jenis kanker ini muncul biasanya disebabkan karena adanya pertumbuhan sel darah putih atau leukosit yang abnormal.

3.  Untuk dapat berkembang sel kanker membutuhkan kadar gula yang tinggi

Glukosa atau gula adalah suatu zat yang sangat dibutuhkan oleh sel yang normal, yang berfungsi untuk menghasilkan energi yang nantinya akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari pada saat melakukan berbagai aktivitas tubuh. Zat gula atau glukosa tersebut bisa didapatan dari berbagaimacam makanan ataupun minuman yang setiap saat dikonsumsi. Semakin banyak jumlah zat gula atau glukosa yang termakan oleh sel kanker, maka akan menjadikan semakin cepat juga pertumbuhan dari sel-sel kanker itu.

Dalam hal ini penderita diabetes harus lebih berhati-hati karena untuk bisa memperbanyak dirinya, sel-sel kanker tersebut memerlukan kadar zat gula atau glukosa yang sangat tinggi.

4.  Didalam tubuh manusia sel kanker pandai bersembunyi

Sel kanker mempunyai kemampuan bersembunyi agar tidak bisa terdeteksi didalam tumbuh dengan cara sel kanker tumbuh dan berkembang pada sel normal. Bahkan ada beberapa macam tumor dalam kelenjar limfa dapat menghasilkan protein yang seharusnya disekresikan juga oleh kelenjar limfa itu sendiri.

Oleh sebab sifatnya yang tersembunyi itulah, sistem kekebalan tubuh atau yang biasa disebut imun tubuh tidak sanggup mengetahui keberadaan dari sel kanker yang ada didalam sel tubuh yang masih normal itu. Bahkan yang lebih lagi, ada beberapa macam sel kanker yang bisa menghindari obat kemoterapi dengan cara sel kanker tersebut bersembunyi dalam kompartemen tumbuh,

Contohnya seperti sel kanker yang menjadi penyebab dari penyakit leukemia yang sanggup menghindar dari obat-obatan pengobatan dengan cara sel kanker mengambil peran sebagai penutup tulang.

5.  Untuk tetap hidup sel kanker membutuhkan aliran darah

Angiogenesis adalah pembuluh darah baru tak terkendali yang menjadi pertanda bahwa sel kanker mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang tidak terkendali. Sel kanker sendiri sebenarnya juga membutuhkan berbagai asupan nutrisi untuk dapat terus tumbuh dan berkembang. Sedangkan kita ketahui bahwa nutrisi sendiri dibawa atau diedarkan oleh darah. Sel-sel kanker sebernarnya bisa mati jika kita mencegah pembentukan dari pembuluh darah yang baru tersebut.

6.  Sel kanker tercipta untuk tidak dapat mati

Berdasarkan berbagai fakta sebelumnya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sel kanker tercipta sebenarnya untuk tidak dapat mati kecuali penderita yang mengidapnya mati. Sel-sel pada tubuh yang sebelumnya normal akan mati dengan sendirinya jika mengalami berbagai kerusakan pada DNA nya, namun tidak demikian dengan sel kanker. Sel-sel kanker mempunyai kemampuan untuk dapat mendeteksi berbagai kerusakan dan setelahnya dengan kemampuan lainnya sel kanker dapat menghancurkan dirinya sendiri. Akan tetapi kemampuan yang terhebat yang dimiliki oleh sel-sel kanker sebenarnya yaitu sel kanker dapat menduplikat dirinya sebanyak-banyaknya.

Ya, itulah 6 Fakta Sel Kanker yang Menarik dan Unik dan Belum diketahui Banyak Orang, sekian dari kami. Semoga bermanfaat, sampai jumpa diartikel semangat27.com selanjutnya sehat selalu dan banyak rejeki ya. Bye bye

Sumber : kunjungi link berikut ini ya