Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Start-up Industries: Treat or Threat?

Add Comment
Start-up Industries: Treat or Threat? - Lima belas tahun yang lalu, pekerja-pekerja Amerika khawatir soal persaingan dari pekerja-pekerja asal Meksiko yang bisa dibayar lebih murah. Hal yang masuk akal karena pada dasarnya manusia dapat saling menggantikan. Hari ini, fenomena ini kembali terjadi. Amerika mencemaskan kemajuan teknologi beberapa tahun mendatang karena dipandang sebagai Globalisasi yang berulang. Hanya saja, situasinya berbeda: orang-orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dan sumber daya; komputer tidak bersaing untuk apapun.

Jalur karier sebagian besar insinyur cukup standar: sekolah, pelatihan lanjutan, bekerja di perusahaan multinasional selama 30 tahun atau lebih, kemudian pensiun dengan tenang. Seiring perkembangan zaman, trend kerja pun mengalami pergeseran. Startup telah menjadi primadona -baik di bidang industri teknologi, perangkat medis, layanan bisnis, atau bidang lainnya- sebagaimana perusahaan multinasional. Dinamika itu tidak hanya mengubah sifat jalur karir insinyur tetapi juga dunia industri secara keseluruhan.



Siapa yang tak kenal dengan GO-JEK? Perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini sukses menjadi salah satu startup Indonesia yang memecahkan masalah dan membawa dampak positif di kota-kota besar. Perusahan ini bahkan merupakan salah satu startup Indonesia yang dijuluki Unicorn Startup, atau startup yang sudah punya nilai jual paling tidak $1 milyar. Berawal dari Go-Ride, layanan ojek daring yang bisa dipesan kapanpun dan dari manapun, startup Indonesia yang berdiri di 2010 ini mengembangkan fitur-fitur lain yang berguna bagi kehidupan sehari-hari. Layanan taksi online Go-Car, pesan antar makanan Go-Food, pengiriman barang Go-Send, pengangkutan barang dalam mobil Go-Box, jasa titip beli Go-Mart, layanan pijat panggilan Go-Massage, jasa pembersihan rumah Go-Clean, hingga perawatan kecantikan yang hadir ke rumah Go-Glam.

Karena kesuksesannya, pada Agustus 2016 startup Indonesia ini memperoleh suntikan dana sebesar US$550 juta dari sebuah konsorsium internasional. Selain itu, GO-JEK juga berhasil mendapatkan ASEAN Entrepreneur Award dari World Knowledge Forum di Seoul, Korea Selatan pada Oktober 2016 lalu. Startup Indonesia ini tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tapi juga sudah melanglang buana dengan membuka kantor perwakilan di Bengaluru, India.

Saat ini, perusahaan-perusahaan yang berusia kurang dari lima tahun terhitung menciptakan rata-rata 1,5 juta pekerjaan per tahun selama 30 tahun terakhir, menurut Yayasan Kauffman, sebuah yayasan berbasis non profit di Kota Kansas yang berfungsi untuk mendukung kewirausahaan nasional. Bahkan selama resesi terakhir, startup yang gesit ini bernasib lebih baik daripada rekan-rekan mereka yang lebih besar, terus menambah pekerjaan pada tingkat 8,6 persen antara tahun 2006 dan 2009.
Suka atau tidak, bagi banyak orang, pekerjaan startup adalah pekerjaan masa depan, belum lagi masa sekarang. Tom Meredith, CEO dari Bitminutes mengatakan “Pendidikan keteknikan adalah tentang beradaptasi dan belajar bagaimana mempraktikkan teori serta menangani masalah. Pola pikir itu sangat berguna bagi startup”.

Bekerja di startup berarti harus siap untuk menggulung lengan baju dan mengencangkan sabuk. Pekerja harus siap dengan ketidakpastian serta atmosfer kerja yang tidak stabil. Ada banyak stereotip yang berkaitan dengan kehidupan di startup: meja ping-pong di ruang istirahat, makan siang gratis setiap hari, gaji setinggi langit, dan jutawan berusia 20an tahun. Bekerja di startup tidak terlalu mementingkan hierarki. Seluruh inovasi bisa masuk dari siapa saja, selagi sejalan dengan visi dan menjawab permasalahan yang ada. Sebagai perusahaan kecil, setiap detak nadi startup akan didedikasikan untuk pertumbuhan dan kemajuan perusahaan atau mati. Sangat masuk akal bila orang-orang yang berkecimpung di dalamnya kerap menganalogikan seperti menaiki roller coaster. Ya, sedinamis itu. Keuntungan dari bekerja di perusahaan yang dinamis, startup dapat membuat Anda mampu bekerja lebih efisien, memperluas batasan tanggung jawab, pengetahuan, dan belajar mengerti segala hal tentang bisnis.

Kekurangannya tentu tidak bisa dielakkan. Bekerja di lingkungan yang begitu dinamis membuat pekerja harus siap dan selalu kuat dengan setiap keputusan yang ada karena menyangkut keberlangsungan usaha. Termasuk siap untuk dipecat, diarahkan ke pekerjaan lain, dsb. Pekerja dituntut memiliki mental dan psikologis yang baik dan hal ini susah didapat generasi masa kini. Bagaimana tidak, hidup yang dihabiskan di dunia sosial media membuat mereka lupa seni bersosialisasi dan mengembangkan mutu manajemen diri.

Pets.com diluncurkan pada bulan Agustus 1998, sebagai online marketplace untuk pemilik hewan peliharaan. Lewat Pets.com, pemilik hewan peliharaan akan menghemat waktu dengan berbelanja online dan membayar lebih sedikit untuk sejumlah besar produk hewan peliharaan. Dengan anggaran pemasaran yang cukup besar saat peluncuran, situs ini dengan cepat berhasil memperoleh pendanaan sebesar US$ 80 juta. Sayangnya, pada akhir tahun 2000, startup itu menutup layanannya setelah membakar US$ 300 juta dalam waktu sekitar dua puluh tiga bulan.

Lantas dengan berbagai pro dan kontra terkait bekerja di startup, semua keputusan dikembalikan kepada diri masing-masing. Bekerja di korporasi tertata ataupun di startup tak menjadi masalah selagi sejalan dengan visi hidup individu. Di era revolusi industri ini, tak mungkin bagi kita menyangkal kebutuhan akan teknologi informasi. Perbedaan yang mencolok antara manusia dan mesin mengandung arti bahwa keuntungan dari bekerja dengan mesin jauh lebih tinggi daripada pertukaran jasa dengan manusia lain. Perbedaan pada sisi permintaan bahkan lebih besar. Tidak seperti orang-orang di negara industri, mesin tidak menuntut makanan mewah; yang mereka minta hanya energi yang sesuai dengan kebutuhan, bahkan dalam hal ini pun mereka tidak cukup cerdas untuk memintanya. Ketika merancang teknologi baru untuk membantu memecahkan masalah, kita mendapatkan seluruh keuntungan dalam efisiensi dari sebuah mitra pertukaran dengan spesialisasi yang luar biasa tanpa harus bersaing dengannya dalam hal sumber daya. Sehingga teknologi tak layak disebut substitusi, melainkan melengkapi dunia industri itu sendiri.

Oleh : Iqbal Nurrhakim

Referensi:
Schwabb, Klauss. 2016. The Fourth Industrial Revolution. Geneva : World Economic Forum.
Thiel, Peter and Blake Masters. 2015. Zero To One. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
https://id.techinasia.com/20-startup-gagal-asia-2015 (diakses 24 Agustus 2018)
https://www.businessinsider.com/dont-work-for-a-startup-2016-3/?IR=T (accessed 24 August 2018)
Ries, Eric. 2017. The Lean StartUp. Jakarta : PT Bentang Pustaka.

________________
Kementerian Kajian Strategis
BEM KMFT UGM
Kabinet Langkah Seirama

Tips Ampuh Sidang Skripsi 15 menit dan A tanpa revisi (Kisah Nyata)

Add Comment
Tips Ampuh Sidang Skripsi 15 menit dan A tanpa revisi (Kisah Nyata) - Hampir tengah malam jam menunjukan waktu tapi admin semangat27.com greget ingin menuliskan artikel dengan judul yang aneh tapi nyata. Cerita ini true story dan admin ambil dari salah satu mahasiswa, entah mahasiswa mana karena tidak tertulis tapi tulisan yang ditulisnya sangat menginspirasi admin (maklum menjelang mahasiswa semester akhir) dan admin yakin juga akan menginspirasi teman-teman mahasiswa semester akhir semuanya.

Jika ada sesuatu yang kurang berkenan mohon maaf dan sebisa mungkin ambil yang baik-baiknya ya. Langsung saja berikut adalah Tips Ampuh Sidang Skripsi 15 menit dan A tanpa revisi (Kisah Nyata)



"15 menit dan A tanpa revisi"
Hal yg paling menegangkan bagi mahasiswa tahap akhir adalah sidang skripsi. Apalagi untuk mahasiswa jurusan akuntansi selain sidang skripsi harus sidang kompre (ujian dasar akuntansi) menjadi hal yg terkadang lebih menakutkan dibanding sidang skripsinya.
Tapi tips dari dosen pembimbing gw Dr.Nuryatno yg bikin semua paradigma kengerian itu berubah, pesannya simpel tapi dalem bgt "klo mau sidangnya digampangin dan lulusnya duluan, klo udah adzan segerakan dan utamakan shalat dan bantuin temen yg lagi kesulitan skripsinya"
Meskipun pesennya terdengar gak ada hubungannya sama proses persiapan sidang tapi coba gw ikutin dan dampaknya lumayan ampuh juga.
Ketika dapet dosen kompre yg terkenal lumayan killer klo nguji, entah kenapa saat dia nguji dosen penguji gw ditelpon sama mertuanya disuruh cepet pulang dan gw cuma disuruh sebutin jurnal penjualan dan pembelian. Kalo sidang kompre yg biasanya berjam-jam gw cuma 5menit.
Saat sidang skripsi dosen penguji skripsi gw entah kenapa baik bgt dan keliatannya kurang mendalami tema skripsi gw dan saat presentasi disuruh next2 terus tanpa ada pertanyaan yg mendalam tentang skripsinya dan hanya sekedar disuruh menjelaskan metodologi penelitian nya sekitar 10mnt
Dan tips ampuh itu menciptakan hasil A tanpa revisi dgn total waktu sidang 15mnt. "Terkadang faktor invisible hand (god impact) menciptakan jalan yg tak disangka-sangka"
Untuk para mahasiswa semester akhir utamakan panggilannya dan bantu teman anda yg dalam kesulitan jika ingin melihat "impossible solution"
Demikian artikel tentang Tips Ampuh Sidang Skripsi 15 menit dan A tanpa revisi (Kisah Nyata). Semoga bermanfaat dan apabila anda memiliki cerita yang menginspirasi juga silakan tuliskan dibawah ya

sumber : https://timeline.line.me/post/_dTWFIblFNFe-U-d2NSJjLH7ryRcTribwbRfAlJg/1150539736405076533

Apalah Artinya IPK?

Add Comment
Apalah Artinya IPK?
Oleh: Riris Aditia N

Teman-temanku mengeluh. Kabarnya, IPK semester ini turun. Milikku juga turun, tapi nyaris cuma angin lalu yang terhirup. Semacam angin ringan yang berhembus, sejenak lewat menghampiri, lalu enyah ke arah yang lain. Tidak timbul keluh kesah, marah, atau lainnya. 

“Apalah artinya IPK?” aku menegaskan kalimat itu lekat-lekat. Begitu melihat nilai A yang tertera di KHS, ingin sekali aku masuk ke dalam karung yang besar agar seluruh tubuhku tertutup sempurna. Aku enggan memperlihatkan si pemilik wajah yang beruntung dijatuhi durian berlebel nilai A tersebut. Kau tahu? Usaha untuk mendapatkan nilai A sangatlah mudah, tapi bersikap bijak dan bertanggung jawab atas nilai A tersebut nyaris tak mampu ditangguhkan. Belum lagi untuk terus menggenggam nilai A dengan baik agar semester selanjutnya ia masih bertengger di KHS milik kita.

Lalu, kenapa mesti kepayahan untuk mempertanggungjawabkan nilai A? Apakah terbesit curang? Atau aku saja yang pecundang? Bukan... apalah artinya IPK, toh nyatanya kita belum bisa apa-apa? Pengetahuan hanya sebatas di permukaan, dan hal praktis pun baru di level coba-coba. Apalagi soal pengabdian sosial, nihil dan seringkali sembunyi tangan.

Hayo.... mengaku, disyukuri saja KHS yang ada, kecuali kalau sudah jadi manusia super (baca: cerdas intelektual, emosional dan spiritual).

Eits, temanku mengelak, dia bilang, ada ketidakadilan dosen dalam memberikan nilai. Nilai miliknya kurang  memuaskan, padahal...

·         Dia merasa sudah mengerjakan tugas dengan maksimal, sampai wira wiri ke Surabaya dan begadang semaleman hanya untuk tugas kelompok yang justru dia kerjakan sendirian.
·         Kocek pun lenyap hanya untuk sebuah tugas yang nyatanya hanya dihargai nilai B

·         Eh, malah temannya yang lain—yang tidak ikut bekerja, bahkan untuk sekadar bertanya “bagaimana tugasnya?” saja tidak, dan terkadang berlagak seperti bendahara yang membayar semua pengeluaran dari uang mamanya—malah kejatuhan nilai yang lebih bagus.
Ya sudah teman, kamu hanya belum beruntung, hiburku padanya.

·         Kalau menurutmu dosen tidak adil, maklumi saja. Beliau toh juga manusia biasa, tak luput dari dosa. Dan jika memang dengan sengaja si dosen ugal-ugalan di jalan (baca: melakukan penyimpangan kode etik), semoga Allah segera menegurnya dan pimpinan menendangnya dari meja kehormatan, hehe..

·         Selanjutnya marilah kita berdo’a, semoga tidak ada tugas kelompok yang bagaimanapun sistemnnya, dijamin tidak akan mencapai kata objektif. Nah, daripada lempar tangan, lemparin saja tugas kelompok ke laut, hmm... just kidding!

·         Dan yang terakhir untuk salah satu temanku yang mengeluh, biar kata kamu begadang sebulan atau dompetmu terkuras tinggal kartu nama, kalau hasil tugas yang dikumpulkan acakadut tidak karuan, tentu saja tidak bisa ditukar dengan nilai A. Kan, dosen menilai hasil akhir tugas yang dikumpulkan, bukan proses atau besarnya biaya yang dikeluarkan?


Wusssss... jangan panas membacanya teman, kita hanya perlu ingat bahwa kuliah bukanlah bercocok tanam untuk memanen nilai A di KHS. Coba pejamkan mata, lalu bergumam, “Apalah artinya IPK?”, dan nikmati sensasinya. Bukan bermaksud mengajak untuk pesimis, tidak kompetitif, atau kontra dengan IPK dan dosen. Akan tetapi supaya kita tidak terjerumus pada tuhan-tuhan kecil bernama IPK. Yuk, kuliah dan belajar demi kualitas diri di mata Tuhan, bukan demi nilai A yang berbinar...

Sangat Cerdas! Belum Lulus SD, Anak Ini Sudah Diterima di Perguruan Tinggi

Add Comment
Belum Lulus SD, Anak Ini Sudah Diterima di Perguruan Tinggi - Satu lagi berita mengejutkan terbaru yang baru beberapa jam ini beredar. Sekarang ini yang masih termasuk kedalam waktu-waktu pendaftaran perguruan tinggi ternyata membuat sejumlah situs berita online gemar mencari berita yang berhubungan dengan perguruan tinggi. Kali ini sendiri ada berita yang menurut admin akan menjadi viral. Berita dengan judul "Belum Lulus SD, Anak Ini Sudah Diterima di Perguruan Tinggi" atau "Belum Lulus SD, Bocah Ini Sudah Diterima di Perguruan Tinggi" sedang ramai diperbincangkan.Untuk isi beritanya berikut langsung saja, dikutip langsung dari situs berita kompas internasional.

Seorang bocah perempuan yang masih baru saja duduk di bangku sekolah dasar kelas V di salah satu provinsi yang ada di negara China yakni provinsi Anhui, China, ini mempunyai kecerdasan yang sangat luar biasa mencengangkan.

source : google image
Bagaimana tidak demikian, Huang Sihan (12) namanya, adalah seorang bocah yang bahkan belum lulus dari SD atau sekolah dasar ini, sudah bisa diterima di suatu perguruan tinggi.

Menurut yang tertulis dalam situs berita yang bernama NetEase, pada saat para pelajar yang lainnya sedang asik mengikuti seleksi ujian masuk di perguruan tinggi atauyang sering disebut disana gaokao, Huang pun ikut juga mengikuti suatu ujian masuk independen di Suatu perguruan tinggi yang bernama Institut Seni Profesional Anhui setelah beberapa tahun sebelumnya telah mempelajari Opera Hui.

Huang sendiri memulai untuk mempelajari Opera Hui ini sekitar waktu empat tahun yang lalu dan kemudian dirinya langsung menunjukkan suatu bakat luar biasa yang dimilikinya.

Bakatdari Huang tersebut yang luar biasa itulah yang menjadikan gurunya itu mendorong anak didiknya ini agar mencoba untuk mengikuti suatu ujian masuk perguruan di Anhui Professional College of Art yang telah digelar sebelum gaokao tahun 2016.

Seusai Huang mengikuti ujian masuk perguruan tinggi tersebut ternyata didapatkan hasil yang sangat amat mengejutkan Huang ternyata dinyatakan lulus namun bukan hanya itu saja bahka dirinya juga telah menjadi salah satu dari sekian banyak peserta yang masuk kedalam urutan 10 peserta ujian masuk dengan nilai terbaik. Luar biasa cerdas sekali bukan Belum Lulus SD, tapi Anak Ini Sudah Diterima di Perguruan Tinggi

Tak berhenti sampai disitu saja Huang pun juga memperoleh "hadiah" yang lainnya, yakni dirinya digratiskan dalam membayar uang pendaftaran masuk diperguruan tinggi tersebut untuk jurusan opera yang telah dipilihnya.

Dan semenjak dirinya lolos dari ujian masuk perguruan tinggi tersebur, Huang tiba-tiba semakin terkenal dan bahkan dirinya menjadi seorang selebriti dadakan di sekolahnya.

Jurus Ampuh Agar Gemar Membaca

Add Comment
Membaca adalah satu aktivitas yang memiliki berbagai macam manfaat. Tentu saja salah satunya adalah dapat memperluas wawasan dan dapat menjadikanmu pintar. Jika kamu gemar membaca, kamu akan dikagumi banyak orang karena keterbukaan pikiran dan wawasanmu, apalagi ketika kamu berbicara. Tentu kamu pernah merasa begitu terkagum-kagum melihat seorang pembicara yang tampil cerdas dalam menyampaikan gagasan-gagasannya, hal itu dapat dilakukannya karena orang itu gemar membaca.
Tapi permasalahannya tidak semua orang bisa gemar membaca. Bisa jadi hal ini karena dia belum begitu menyadari banyaknya manfaat yang bisa didapat dari kegemaran membaca. Tapi banyak juga orang yang walaupun sudah mengetahui manfaatnya, tetapi dia memang kesulitan untuk bisa tahan lama dalam membaca. Nah, atas alas an ini dihadirkan jurus ampuh biar kamu gemar membaca. Simak ya hal yang berikut ini:

1. Tentukan tujuan membaca

Pembaca yang baik adalah pembaca yang tahu betul akan tujuan ia membaca. Membaca bukan hanya aktivitas mata saja, tapi melibatkan aktivitas pikiran dan hati. Jika seseorang membaca buku tanpa tujuan maka apa yang dibacanya hanya akan sedikit saja memberi manfaat.
Berbeda dengan orang yang memiliki sebuah tujuan yang jelas. Sebelum ia membaca buku ia tahu betul buku mana yang dibutuhkan dan manfaat apa yang bisa diambil dari buku yang akan dibaca. Hal inilah yang selama ini kurang dipahami oleh banyak orang, sehingga mereka pun sulit menumbuhkan minat membaca dalam dirinya.

2. Buatlah perencanaan dalam membaca

Dalam segala hal rencana selalu memegang peranan penting. Kenapa demikian? Karena perencanan akan membantu seseorang menjadi lebih siap dalam menjalankan tugasnya. Apakah termasuk dalam membaca buku? Ya. Membaca buku juga butuh perencanaan. Dalam hal ini kamu harus tahu betul kapasitas kemampuanmu, yakni berupa waktu yang tepat, buku yang sesuai dan kapasitas menguasainya.
Setelah kamu mengetahui kemampuanmu, teruskan dengan membuat target misalnya kamu akan membaca 1 buku dalam waktu 1 buku dalam waku satu bulan, dalam waktu 6 bulan kamu akan membaca 6 buku dan satu tahun akan membaca 12 buku. Dalam menyusun perencanan ini awalnya sangat berat, tapi dengan sebuah kesungguhan dan komitmen manfaat besar akan kamu raih di kemudian hari.

3. Mulailah dari yang paling kamu sukai

Ketika seseorang ingin menumbuhkan semangat membaca buku, sebaiknya bacalah buku-buku yang paling disukai terlebuh dulu. Namun, di sini kamu juga harus melihat kualitas buku bacaanmu. Tentu saja buku yang baik dibaca adalah buku-buku yang bisa memberikan manfaat kepada dirimu, bukan malah sebaliknya meskipun kamu suka. Mungkin ada yang bertanya jika tidak ada buku yang saya sukai bagaimana? Jika itu yang kamu alami, sebaiknya banyak-banyaklah merenung, untuk menemukan masalahmu, karena hanya kamu yang tahu tentang masalah itu.

4. Aturlah waktumu

Tidak punya waktu satu alasan yang sering diucapkan oleh seseorang ketika ditanya tentang membaca buku. Mungkin memang benar, karena kesibukan terkadang membuat tubuh menjadi capek dan sedikit punya waktu dibandingkan dengan seseorang yang aktivitasnya tidak banyak. Namun itu bukan alasan kenapa seseorang enggan membaca buku. Sebenarnya waktu itu banyak. Hanya saja seseorang cenderung mengingkarinya. Sekarang kalau kita mau jujur dalam sehari pastilah kita memiiki waktu luang, meskipun hanya antara 30 menit sampai 1 jam. Intinya adalah kenali waktu luangmu dan gunakan itu untuk membaca.

5. Mulailah secara bertahap

Banyak orang ketika menemukan semangat membaca pertama kali, biasanya mereka ingin langsung membaca buku, ada juga yang langsung mencari buku di took buku, kemudian ia menyempatkan waktu yang banyak untuk itu. Sampai-sampai mereka mengorbankan waktu-waktu yang lain hanya untuk membaca buku, bagi mereka buku adalah hal yang sangat penting.
Bagi orang yang seperti ini sebaliknya santai saja. Sesungguhnya membaca itu hanya butuh istiqomah atau kontinuitas , khususnya bagi mereka yang belum terbiasa membaca. Karena kalau tidak kamu akan cepat merasa bosan.

10 Jurus Menjadi Pelajar Berprestasi

Add Comment
Untuk seorang pelajar, menjadi pelajar yang berprestasi di sekolah ternyata tidak sesulit apa yang dibayangkan. Banyak teman-teman kamu yang berprestasi karena mereka mengetahui rahasianya untuk menjadi pelajar yang berprestasi. Mau tahu apa rahasia para pelajar berprestasi tersebut? Ini dia rahasianya:


1. Jadilah seorang pemimpin

Latihlah rasa tanggung jawabmu. Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik

Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

3. Jangan malu untuk bertanya

Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu.

4. Kerjakan PR dengan baik

Jangan selalu mencari alas an untuk tidak mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah). Jangan malas mengerjakan PR dengan alas an lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV.

5. Mengulang pelajaran

Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari.

6. Cukup istirahat, makan, dan bermain

Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal, setelah seharian di sekolah tak terasa badan kita memerlukan masukan energy tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

7. Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka

Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar kelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kamu jadi menyukainya.

8. Ikutilah kegiatan ekstrakulikuler yang kamu senangi

Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kamu suka pelajaran Tae Kwon Do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut. Sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kamu juga mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

9. Cari seorang pembimbing yang baik

Orang tua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kamu dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kamu juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

10. Jangan suka mencontek teman

Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

Nah, atau kalau kamu sudan bisa menjadi pelajar yang berprestasi, maka eksistensi di sekolah bukan lagi menjadi suatu hal yang jauh untuk diraih, karena semua guru senang dengan siswa yang pintar dan mereka sering ngomongin murid-muridnya yang berprestasi untuk dijadikan contoh teladan adik kelas dan teman-teman seangkatanmu. Bayangin, kan keren kalau namamu dijadikan contoh teladan yang baik.

Pilih Mana, Otak Kiri Atau Otak Kanan?

Add Comment
Kita lanjutkan. Bagi otak kiri, tentulah seluruh penjabaran dan pemaparan di atas sulit dicerna. Orang yang cenderung menggunakan otak kiri berpikir realistis menganggap sholat dhuha itu mengurangi waktu produktif, sholat tahajjud itu mengurangi waktu istirahat, sedekah itu mengurangi rezeki, dan umrah itu menghabiskan rezeki. Kesimpulannya menurut orang kiri, "Ini tidak masuk akal!" Padahal ? Akalnya yang belum masuk!


Orang kiri cenderung:
1. Lebih banyak meminta daripada bersyukur
2. Meminta dulu, kalau terkabul, baru bersyukur
3. Keadaan sulit dulu, baru tawakkal, baru ikhlas
4. Mengeluh ketika keadaan sulit, sakit, rugi, atau ditipu
5. Mapan dulu, baru menikah, baru berbakti kepada orang tua
6. Kaya dulu, baru bersedekah, baru umrah
7. Kaya dengan berhemat dan menabung
8. Ikhlas dulu, baru bersedekah, dan baru berkurban
9. Merasa "dipanggil" dulu, baru ke Tanah Suci
10. Merasa berdosa dulu, baru istighfar, baru sholat taubat
11. Selesai sholat dulu, baru dzikir
12. Punya waktu luang dulu, baru sholat dhuha, baru sholat tahajjud
13. Mencari-cari alasannya untuk tidak dan menunda sedekah
14. Andai bersedekah sekalipun, focus pada kepentingan dirinya sendiri (self-centric)
15. Andai bersedekah sekalipun, sesudah itu akan kepikiran.

Orang kanan cenderung:
1. Lebih banyak bersyukur daripada meminta
2. Bersyukur dulu, baru meminta.
Terkabul atau tidak, tetap bersyukur.
3. Keadaan sulit atau tidak, tetap tawakal, tetap ikhlas.
4. Tetap tersenyum walaupun keadaan sulit, sakit, rugi, atau ditipu
5. Mapan atau tidak, tetap menikah, tetap berbakti kepada orang tua
6. Kaya atau tidak, tetap bersedekah, tetap berusaha untuk berumrah
7. Kaya dengan bersedekah , tetap berkurban
8. Memantaskan diri agar 'dipanggil' ke Tanah Suci
9. Senantiasa istighfar dan sholat taubat
10. Senantiasa zikir , tidak harus selesai sholat
11. Punya waktu atau tidak, tetap sholat dhuha, tetap sholat tahajjud
12. Tidak suka banyak alas an dan action oriented dalam bersedekah
13. Dalam sedekah, focus pada kepentingan orang lain (other-centric)
14. Dalam bersedekah, sebelum dan sesudahnya tidak pernah kepikiran

Sebaliknya, orang kanan yang imajinatif malah menganggap sholat dhuha itu malah melapangkan waktu, sholat tahajjud itu memelihara kesehatan, sedekah itu menambah rezeki, dan umrah itu mencurahkan rezeki. Bagaikan sebuah keberuntungan! Hm. Kira-kira Anda termasuk yang mana?

Masih menurut orang kiri, cukup dulu, baru menikah. Menurut orang kanan, menikah dulu, baru tercukupkan. Bukankah Allah sendiri yang menjanjikan bahwa menikah itu mengayakan.

Cara Cerdas Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

Add Comment
Meningkatkan daya ingat adalah hal yang sangat penting agar kamu menjadi orang cerdas. Salah satu peralatan yang paling ampuh untuk menghemat waktu dan tenaga adalah daya ingat. Tanpa daya ingat semua hal yang sudah kita pelajari akan tidak ada gunanya. Berikanlah respon pada setiap keadaan. Seolah-olah kita belum pernah mengalaminya. Manfaatkan daya ingat untuk belajar, berjalan, berbicara, mengenal fakta, memecahkan masalah, mengendarai mobil, membaca, dan melakukan kegiatan yang lain.


Kegunaan dan kemampuan memori manusia adalah mukjizat. Ketahuilah, kamu dapat menyimpan jauh lebih banyak informasi di dalam otak yang beratnya hanya setengah kilogram dibandingkan dengan memori computer yang paling canggih dewasa ini. Tapi permasalahannya banyak di antara kita tidak pernah mengasah kemampuan daya ingatnya, mungkin karena sudah biasa dengan melihat catatan dan menggunakan mesin pengingat pesan otomatis.

Tapi, jika kamu ingin menjadi seseorang unggul yang mecuri perhatian banyak orang, kamu harus cerdas dengan daya ingat kuat. Simak petunjuk untuk meningkatkan kemampuan daya ingat seperti berikut ini:

1. Pusatkan segenap perhatian terhadap hal-hal yang penting di dalam ingatanmu apabila sedang beristirahat dan rieks. Kalau kamu mencoba mengingat sesuatu pada saat sedang lelah, besar kemungkinan kamu akan kecewa.

2. Rincilah menjadi beberapa unit dan subunit yang lebih kecil yang benar-benar dapat dilaksanakan sebelum mengingatnya. Untuk belajar menghafalkan nama-nama ibukota dan dua puluh Negara, rincilah Negara-Negara itu menjadi lima kelompok yang masing-masing terdiri dari empat Negara dan satu kelompok yang terdiri tiga Negara dan satu kelompok yang terdiri dari satu Negara.

3. Ulangilah bahan tersebut untuk kamu sendiri beberapa kali. Mencatat bahan yang harus dihafalkan secara tertulis akan banyak membantu.

4. Bagilah proses belajar dalam beberapa tahap waktu. Mulailah untuk setiap tahap baru dengan memeriksa apa yang telah kamu ingat sebelumnya agar hal-hal itu dapat terbentuk lebih kuat di dalam memori.

5.Kaitkanlah bahan yang sedang kamu pelajari dengan berbagai ide, orang, symbol, atau benda-benda lain yang sudah kamu kenal dan sudah tertanam kuat di dalam memori.
6. Susunlah berbagai gagasan yang harus dipelajari di dalam suatu system rumusan atau kode untuk lebih mengingatnya.

7. Manfaafkan waktu-waktu terluang, misalnya tengah menunggu bis sekolah, untuk mengingat sesuatu. Bawalah buku catatan kecil di dalam saku agar kamu dapat merujuk kembali dengan lebih mudah dan cepat atas apa yang diingat.