Kodok di Dinding Beracun ?

Print Friendly and PDF 0 Viewers

Baca Juga ya

Kodok di Dinding Beracun ? - Pernah dengar “Kodok-kodok di dinding, diam diam merayap, datang seekor Robi (Teman penulis), Hap, Lari semua. wkwkwk” dengan nada lagu anak anak cicak cicak yang di ubah liriknya. 

Lagu aslinya inilah yang menginspirasi otak penulis kalau itu yang sedikit mengacaukan logika penulis ketika suatu malam teman penulis yang tiba tiba berteriak melihat sesuatu menempel didinding kamar tidur bukanlah seekor cicak akan tetapi seekor makhluk yang mirip kodok (bukan mirip lagi tapi memang kodok). Dengan ekspresi kaget dan takut dia berlari dan berteriak kearah penulis yang kala itu sedang asik main mobile legend game sejuta umat, ”Ndri, ada kodok yang bisa manjat ke didinding, awas itu beracun siapa tau nempel ke muka mu!”.

Artikel sebelumnya Koleksi Soal dan Pembahasan OSN Kabupaten OSK 2018 SMA PDF Semua Mata Pelajaran

Penulis yang kaget kala itu mendengar kata kotok nempel didinding dan beracun langsung memasang kuda kuda pertahanan diri untuk berhati-hati terhadap serangan kodoknya jika tiba tiba ke muka. Penulis tanpa berlama-lama langsung mendekati dimana makhluk itu berada, sekaligus ingin membuktikan apa memang benar ada kodok yang bisa memanjat dinding layaknya cicak, juga beracun? 


Ketika mendekat kearah makhluk itu penulis sejenak diam tertegun , eh bener ada kodok seperti cicak bisa nempel didinding dan loncatnya sangat jauh dan tinggi. Tapi yang menjadi pertanyaan penulis apa benar ini beracun? seketika mendengar kata beracun penulis berhati hati mendekatinya sembari menutupi muka, karena sebelumnya penulis hanya pernah mendengar ada jenis kodok yang air kencingnya bisa membutakan mata. Untuk yang beracun penulis sama sekali belum mengetahui tapi kata si Robi kulitnya beracun dan bisa membuat gatal atau apalah. 

Karena penasaran penulis pun langsung googling tentang kodok nempel didinding beracun. Dan ternyata benarlah adanya kodok yang dapat menempel didinding yakni katak pohon yang biasa hidup di hutan dan menurut sumber yang penulis baca katak jenis ini sudah langka. Untuk nama latinnya sendiri yakni Rhacophorus Javanus, cie elah nulisnya dimiringin hurufnya (maklum masih trauma sama sidang proposal skripsi, penulis habis dibantai wkwk, tapi doain ya semoga pas sidang skripsinya diberi kelancara, aamiin).

Kuy lanjut lagi, Rhacophorus Javanus ini sendiri artinya katak pohon jawa dan menurut artikel yang penuls baca katak jenis ini merupakan jenis katak yang beracun. Nah ada beberapa hal dari katak pohon jawa ini yang menarik untuk teman-teman semua ketahui, tapi karena sekarang teman-teman sudah tau jika katak ini beracun maka sambil berhati-hati  ya baca artikel ini karena pasti sekarang teman-teman sedang menghadapi katak jenis ini:

  • Kaki katak jenis ini dilengkapi dengan alat khusus yang memungkinkan katak pohon ini bisa menempel di pohon. Untuk itulah tidak heran jika kata ini dapat menempel didinding layaknya spiderman eh cicak maksudnnya.
  • Nah berikutnya katak dinding ini juga dari segi lompatannya bisa dibilang jauh, karena dapat mencapai 1 meter
  • Dan yang terakhir katak dinding ini (maaf ya jika penulis menyebut katak dinding terus karena first impressionnya penulis lihatnya didinding wkwk) mampu mendeteksi tempat yang ada airnya, tempat seperti ini biasanya mereka gunakan sebagai tempat untukbertelur, meskipun hanya sedikit saja air dan tempatnya tersembut, tetap saja kata ini dapat menemukannya. Bagi teman teman yang saat ini dikunjungi oleh kodok dinding ini silakan cek apakah teman teman lalai membiarkan genangan air meskipun sedikit disekitar lingkungan teman teman? Jika iya langsung saja ditanganan karena ada saja  kemungkinan dipakai oleh katak dinding ini sebagai tempat bertelur, tapi katak ini lebih dominan suka pada genangan air yang tertutup dari pada yang terbuka meskipun hanya sedikit saja tertutupnya, alasanya mungkin agar telur telurnya tidak berantakan jika terkena hujan.
Nah karena tidak mau melebar hingga tau anak cucu, semua keturunan hingga cicit cicit nya atau bahkan jenis lain dari katak ini dan sejarah sejarah perkembangbiakannya, maka penulis ambil poin petingnya saja yakni setelah mengetahui katak ini beracun penulis langsung berhati hati dan langsung mengusirnya menggunakan kayu dan sapu.

BAGIKAN
Previous
Next Post »
0 Komentar