Mahasiswa Zaman Dulu dan Mahasiswa Zaman Sekarang

Print Friendly and PDF 0 Viewers
Mahasiswa Zaman Dulu dan Mahasiswa Zaman Sekarang - Dewasa ini begitu banyak mahasiswa yang sudah salah kaprah dalam berperilaku. Kuliah sebagai jenjang pendidikan yang tertinggi ini kerap dijadikan pilihan sebagain pelajar yang telah menyelesaikan kewajibannya belajar di jenjang SMA. Belajar dalam universitas atau perguruan tinggi semacamnya akan sangat berbeda sekali dengan belajar dalam lingkungan sekolah menengah. Mahasiswa akan selalu dituntut untuk bersikap reaktif namun arif, cepat tanggap, luwes, sopan, dan juga adaptif pastinya. Kuliahan pada zaman sekarang tidak seperti Kuliah pada zaman dulu dimana kuliah merupakan sesuatu yang mahal, dan istimewa. Dahulu ketika seseorang berkuliah dan kemudian lulus, diberi gelar sarjana maka hal itu akan dapat memberikan rasa bangga tidak hanya pada mahasiswa tersebut tetapi juga pada keluarganya. Kuliah pada zaman dulu juga benar - benar menguras fisik dan tenaga, tidak seperti kuliah zaman sekarang yang banyak dibantu oleh alat - alat elektronik yang canggih sehingga mempermudah mahasiswa dalam mengerjakan tugas - tugas kuliah.



Namun adanya kemudahan tersebut bukannya menjadi sebuah booster tetapi justru sebaliknya, mahasiswa zaman sekarang banyak yang bersantai dan bermalas-malasan dalam setiap moment dalam hidupnya. Contohnya saja pada suatu ketika mereka mendapat tugas dari dosen mereka selalu saja bermalas-malasan dan menunda-nunda tugas tersebut dengan dalih “Kan bisa tanya mbah google”. Akibatnya banyak waktu yang tidak dimanfaat dengan sebagaimana mestinya, waktu-waktu tersebut mereka pergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat bahkan menyimpang.

Berbeda sekali dengan mahasiswa zaman dulu yang serba keterbatasan, namun keterbatasan tersebut, menjadikan mereka mahasiswa yang ulet, cepat tanggap, tidak suka beridam di kost. selain itu juga biaya kuliah yang mahal memacu diri mereka untuk selalu lulus tepat waktu dan juga jika ada kesempatan sambil mencari pekerjaan lain yang bisa sedikit meringankan beban orang tua mereka yang membiayainya mereka pasti akan mengambilnya . hasilnya? output sarjana sangat baik, nilai, soft skill, kecakapan berorganisasi semua dinilai baik. hasilnya? lulusan sarjana sangat mudah diserap ke dalam bidang - bidang pekerjaan.
Perbedaan perilaku antara mahasiswa zaman dulu dan sekarang sangat begitu terlihat. Untuk itulah Penerapan Tata Perilaku Mahasiswa dalam Kehidupan Sebagai Mahasiswa sangat diperlukan agar kualitas output dari mahasiswa nantinya sesuai dengan yang diharapkan.

Tata Perilaku adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Tata Perilaku terdiri atas tata dan perilaku. Tata berarti adat, aturan , norma, peraturan. perilaku berarti kelakuan tindakan, perbuatan. Dengan demikian, tata perilaku berarti adab sopan santun, kebiasaan sopan santun, atau sopan santun.

Tata Perilaku adalah tata cara atau aturan turun-temurun yang berkembang dalam suatu budaya masyarakat yang mengatur pergaulan antar individu maupun kelompok untuk saling pengertian, hormat-menghormati menurut adat yang berlaku. Tata perilaku mengandung nilai-nilai yang berlaku pada daerah setempat. Oleh karena itu tata perilaku suku bangsa yang satu tentu berbeda dengan suku bangsa yang lain. Tata perilaku, etika, atau sopan santun yang dimiliki oleh suku bangsa Jawa tidak terlepas dari sifat-sifat halus dan kasar. Tata perilaku suku bangsa Jawa terlihat dalam etiketnya meliputi banyak segi seperti unggah-ungguh, suba sita dan lain-lain, kesemuanya mencakup hubungan selengkapnya antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam sekitarnya.

Tata perilaku seperti itu juga perlu diterapkan dilingkungan perkuliahan agar nantinya mahasiswa paham seperti apa cara berperilaku yang benar antar sesama mahasiswa, mahasiwa dengan dosen atau mahasiswa dengan orang yang lebih tua dari dia. Seseorang yang terpelajar pastilah akan mengikuti, menaati dan menjunjung tinggi tata perilaku yang ditujukan padanya dengar cara menjalankan dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab, agar nantinya dia dapat menjadi seseorang yang lebih baik untuk kedepannya ketika terjun langsung untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Sumber :
http://www.kompasiana.com/bhaktiirawan/menilik-psikologi-mahasiswa-pt-dari-masa-ke-masa_54f5e269a33311eb718b45ca (29/07/15)
http://novitasoviana.blogspot.com/2013/01/pengertian-tata-krama.html (29/07/15)

http://sidneycity.blogspot.com/2009/10/tata-cara-penulisan-sitasi.html (29/07/15)

Baca Juga ya


BAGIKAN
Previous
Next Post »

10 komentar

  1. silakan mba, sumber jgn lupa dicantumkan

    BalasHapus
  2. permisi mas. izin referensi bisa kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa. silakan sumber jgn lupa dicantumkan

      Hapus
  3. halo mas! saya izin untuk referensi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo juga mba
      ya silakan, sumber jgn lupa dicantumkan dan di sempurnakan kembali tulisannya

      Hapus
  4. Balasan
    1. silakan jgn lupa sumber dicantumkan, btw saya maba juga -_-

      Hapus
  5. Mas ijin buat resensi yaaaa...
    :v

    BalasHapus
  6. saya izin untuk referensi ya. terima kasih.

    BalasHapus