Tampilkan postingan dengan label Materi Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Ringkasan Materi Pelajaran Tentang Klasifikasi dan Ciri-ciri Kingdom Monera

Add Comment
Ringkasan Materi Pelajaran Tentang Klasifikasi dan Ciri-ciri Kingdom Monera

Semangat27.com - Assalamualaikum dan selamat pagi para pengunjung setia semangat27.com, dipagi hari ini admin ingin berbagi bahan ajar mata pelajaran. Semoga dapat bermanfaat yang bagi kalian yang masih duduk dibangku sekolah, semoga makin pintar dan pandai. amin

Baik langsung saja berikut adalah Penjelasan Ringkas Klasifikasi dan Ciri-ciri Kingdom Monera dengan Contohnya (Mudah di Ingat).

Berbagai mikroorganisme yang mempunyai bahan inti, namun tidak memiliki membran prokariotik masuk kedalam kelompok Kingdom Monera. Bahan inti sendiri bisa berupa membran sel, sitoplasma dan asam inti.

Susunan yang dimiliki oleh organela yang bersel prokariotik tidak selengkap (sekomplit) dengan susunan yang dimiliki oleh organisme eukariotik atau organime yang mempunyai membran inti. Organela bersel prokariotik seperti kelompok kingdom monera memiliki susunan berupa vakuola, ribosom, vesikula, dan tempat penimbunan (reverse deposit), serta komponen yang penting yakni membran sel, dinding sel, sitoplasma (mencakup isi cairan sel) dan nukleosid,.

Kelompok kingdom monera sendiri berkembang biak secara membelah diri, namun ada pula yang berkembang biak dengan cara spora. Pemilihan berkembang biak secara spora biasanya terjadi dalam kondisi lingkungan sekitar yang tidak menguntungkan, endospora merupakan spora yang dibentuk oleh monera.

Contoh dari organisme yang masuk kedalam kelompok kingdom Monera ada beberapa, diantaranya yakni bakteri dan Cyanobacteria (alga hijau – alga biru). Kedua organisme ini yakni bakteri dan Cyanobacteria mencangkup alga hijau hingga alga biru adalah organisme yang memiliki sel satu.

Kingdom Monera : Bakteri

Bakteri adalah organisme yang memiliki sel satu, yang didalam tidak memiliki membran inti. Ukuran yang dimiliki oleh organisme bakteri ini berkisar antara 1 – 5 μm, 1 μm setara dengan 1/1.000 mm, bisa anda bayangan seberapa kecilnya bakteri ini.

Bakteri sendiri mempunyai bentuk yang bermacam-macam, terdapat bakteri yang memiliki bentuk bulat, bakteri berbentuk panjang, dan ada juga yang memiliki bentuk seperti spiral, untuk lebih jelas bagaimana saja bentuk dari bakteri ini silakan perhatikan gambar dibawah ini.

Macam-macam bentuk monera bakteri

Sebagian besar bakteri ini mampu bergerak dengan bebas, tidak melekat disuatu tempat tertentu. Bakteri pada saat melakukan pergerakan, dilakukannya dengan bantuan dari flagela. Sebagian bakteri memiliki sifat heterotrof, yakni hidup sebagai dekomposer, pengurai atau pembusuk sisa-sisa dari organisme lain. Contoh bakteri yang memiliki sifat heterotrof yakni Eschericia coli atau E. Coli.

anatomi sel bakteri

Selain heterotrof, sebagian besar yang lainnya dari bakteri memiliki sifat autotrof. Bakteri yang memiliki sifat autotrof sanggup melakukan sintesis atau penyusunan bahan makanannya sendiri secara kimia. Bakteri yang memiliki sifat seperti ini sering disebut dengan nama kemoautotrof. Contoh dari bakteri yang termasuk kedalam kemoautotrof yakni bakteri belerang.

Bakteri sendiri melakukan perkembang biakan dengan cara aseksual, melalui pembelahan biner. Pembelahan biner adalah proses pembelahan yang sederhana, sehingga dalam kondisi keadaan yang ideal, bakteri sanggu melakukan pembelahan diri dalam waktu 20 menit sekali.

Kemampuan perkembang biakan (reproduksi) yang tergolong cepat ini, membuat jumlah bakteri menjadi sangat banyak sekali pada lingkungan yang ideal dan menguntungkan, contohnya seperti dalam kondisi lingkungan yang berlumpur atau lembab.

Sebagian bakteri yang lainnya melakukan reproduksi atau perkembangbiakan secara konjugasi. Konjugasi dari beberapa bakteri menggunakan pili seksual, ada juga proses konjugasi bakteri yang memproduksi kombinasi dari genetik yang baru, sehingga mampu menghasilkan bakteri-bakteri yang memiliki sifat yang baru.

Kingdom Monera : Cyanobacteria (Alga Hijau – Biru)

Cyanobacteria atau yang biasa disebut dengan nama alga hijau-biru, karena memang kelompok kingdom monera yang satu ini mempunyai warna yang dominan hijau kebiruan. Alasan lain mengapa Cyanobacteria sering disebut dengan nama alga atau ganggang dikarenakan mereka memiliki lingkungan hidup dan kemampuan yang sama dengan ganggang yang lainnya yakni mampu melakukan proses fotosintesis. 

Akan tetapi yang membedakan dengan ganggang pada umumnya adalah Cyanobacteria masih memiliki sifat yang prokariotik. Hal tersebutlah yang menyebabkan ganggang hijau – biru atau Cyanobacteria ini masuk kedalam kelompok Kingdom Monera, sedangkan untuk ganggang pada umumnya yang memiliki sifat eukariotik masuk ke dalam kelompok Kingdom Protista.

Sangat berbeda dengan kelompok kingdom monera yang sebelumnya yakni bakteri, Ganggan Hijau - Biru atau Cyanobacteria ini sudah mempunyai susunan tumbuh yang lebih kompleks. Di dalam tubuh Cyanobacteria ini terdapat klorofif A yang dapat digunakan untuk melakukan peroses fotosintesis, meskipun demikian klorofil ini terletak tidak pada kloroplas, seperti yang terdapat pada organime yang memiliki sifat eukariotik.

Cyanobacteria sanggup melakukan peroses fotosintesis yang sama seperti proses fotosintesis yang dilakukan pada ganggang ataupun tumbuhan tingkat tinggi lainnya. Cyanobacteria atau ganggan hijau - biru ini mampu hidup dengan berbagai keadaan di berbagai lingkungan, dari mulai hidup dikondisi lingkungan yang bertanah subur hingga lingkungan yang bertanah tandus. Contoh dari organisme yang tergolong dalam Cyanobacteria atau ganggang hijau -biru yakni Oscillatoria, Anabaena azollae, dan Spirulina maxima, untuk lebih lengkapnya perhatikan gambar dibawah ini.

contoh Cyanobacteria atau ganggang hijau -biru

Itulah Penjelasan Ringkas Klasifikasi dan Ciri-ciri Kingdom Monera dengan Contohnya (Mudah di Ingat). Semoga bermanfaat, jangan lupa bahagia yaa

Ringkasan Materi Pelajaran tentang Klasifikasi Archaebacteria, Eubacteria dan Cyanobacteria

Add Comment

Archaebacteria 

Klasifikasi archaebacteria 

Archaebacteria merupakan bakteri primitif atau bakteri purba. Jenis bakteri ini berkembang biak atau memperbanyak diri dengan cara pembelahan biner, pembelahan ganda, fragmentasi, serta pembentukan tunas. Berdasarkan tempat hidup atau habitatnya, archaebacteria di kelompokan ke dalam tiga kelompok, yakni bakteri halofil ekstrem/bakteri halofilik, bakteri methanogenik, dan bakteri termofil ekstrem/bakteri thermoasidofilik.

Ringkasan Materi Pelajaran Klasifikasi Archaebacteria, Eubacteria dan Cyanobacteria

Baca juga : Ringkasan Materi Pelajaran tentang Protista

Eubacteria 

Klasifikasi eubacteria 

Bakteri ini memiliki ciri-ciri umum meliputi bersel satu, berukuran tubuh mikron dengan diameter sekitar 0,1-0,2 mikron dan pada umumnya tidak bebas bergerak. Bakteri ini memiliki struktur tubuh yang terdiri dari dinding sel, mesosom, sitoplasma, flagel, ribosom dan pili.

Bakteri jenis ini bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan diri secara biner. Pada bakteri jenis  ini tidak dijumpai reproduksi secara seksual, namun pada bakteri ini terjadi reproduksi secara paraseksual yang meliputi konjugasi, transformasi , dan transduksi. Bentuk bakteri ini secara umum ada tiga macam meliputi bentuk kokus (bulat), bentuk basil (batang), bentuk spirilum (spiral).

Peran bakteri ini bagi kehidupan manusia ada yang menguntung kan juga adapun yang merugikan. Menguntungkan seperti berperan dalam industri fermentasi, industri makanan, pembuatan antibiotik, kesuburan tanah, dan dalam bembusukan makanan di dalam tanah.

Cyanobacteria (Alga Hijau-Biru) 

Klasifikasi cyanobacteria 

Definisi cyanobacteria
Cyanobacteria atau alga hijau-biru merupakan mikroorganisme prokariotik yang memiliki hubungan kekerabatan lebih dekat dengan bakteri  dibandingkan dengan alga atau ganggang. Cyanobacteria ini tersebar diberbagai tempat, seperti di perairan, di tanah dan pada rekahan batu. Alga hijau-biru ini mengandung jenis klorofil a, selain memiliki klorofil dan berbagai karetenoid organisme ini juga memiliki fikosianin dan fose fikoeritin.

Ciri ciri cyanobacteria
Tubuh uniseluler atau multiseluler, mempunyai pigmen fikobilin (gabungan dari pigmen fikosianin dan kadang-kadang pigmen fikoeritin), dinding sel terletak diantara plasmalema dan selubung lender, bentuk filamen memiliki heterotista dan spora istirahat pada beberapa cyanobacteria yang berkoloni.| Perkembangan cyanobacteria 

Reproduksi cyanobacteria
Perkembangan atau reproduksi cyanobacteria dilakukan dengan pembelahan sel (melalui cara ini sel dapat langsung terpisah atau tetap berlangsung membentuk koloni, contohnya Gloeocapsa), fragmentasi (terjadi pada cyanobacteria yang berbentuk filament.), spora (akan terbentuk spora yang sebenarnya merupakal sel vegetatif pada keadaan yang kurang menguntungkan, spora akan membesar dan menebal karena penimbunan dari zat makanan.)

Peran cyanobacteria
Peran cyanobacteria dalam kehidupan sehari-hari adalah dari beberapa spesies cyanobacteria dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternatif, misalnya Spirulina sp. Serta beberapa spesies cyanobacteria yang bersimbiosis dapat menjadi fiksasi nitrogen bebas, menambah kesuburan tanah, misalnya Anabaena azollae.

Ringkasan Materi Pelajaran tentang Protista

Add Comment
Ringkasan Materi Pelajaran tentang Protista

Semangat27.com - Protista berasal dari bahasa Yunani, yakni protos yang bermakna mula-mula dan kritos yang bermakna membuat atau menyusun. Sedangkan protista sendiri dikelompokan menjadi tiga yakni sebagai berikut:

Protozoa (protista mirip hewan)

Klasifikasi Protozoa

Protozoa merupakan kelompok lain dari protista eukariotik yang mirip dengan hewan. Protozoa hidup di air atau ditempat-tempat yang basah. Pada umumnya mereka hidup bebas di lautan, di lingkungan air tawar, dan ada juga yang hidup di daratan.

Ringkasan Materi Pelajaran tentang Protista

Baca juga : Ringkasan Materi Pelajaran tentang Fungi (jamur)

Ciri ciri protozoa 

Ciri ciri umum protozoa  meliputi bersel satu, hidup berkoloni atau soliter di tempat berair, berukuran mikroskopis dengan bentuk sel yang tetap atau berubah-ubah, umumnya memiliki alat gerak, beberapa spesies protozoa bersifat parasitik atau hidup pada organisme inang, semua protozoa memiliki vakuola kontraktil (vakuola kontraktil berperan sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel atau dapat juga sebagai pengatur tekanan osmosis), protozoa bereproduksi atau berkembeng biak secara seksual dengan konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri.

Jenis jenis protozoa atau kelas protozoa 

Berdasarkan dari alat geraknya, protozoa dikelompokan menjadi empat kelas sebagai berikut: 
  • Rhizopoda (sarcadia) yang mempunyai ciri : memiliki alat gerak yang berupa pseudopodium atau kaki semu. Contoh dari rhizopoda adalah Amoeba, Entamoeba. 
  • Ciliata (chiliopora) yang mempunyai ciri : memilki alat gerak yang berupa silia atau rambut getar. Contoh dari ciliata adalah Paramecium,Tetrahymena. 
  • Flagellata (mastigophora) yang mempunyai ciri : memiliki alat gerak yang berupa flagela atau bulu cambuk. Kelas ini terbagi menjadi dua, yakni Fitoflagellata (contohnya Volvox globator) dan Zooflagellata (contohnya Trypanosoma sp.). 
  • Sporozoa (apicomplexa) yang mempunyai ciri tidak memiliki alat gerak. Contoh dari sporozoa adalah Plasmodium, Pneumocystis.

Manfaat protozoa 

  • Sebagai bahan dasar pembuatan alat gosok. Contohnya : Radiolaria 
  • Sebagai indikator petunjuk minyak bumi. Contohnya : Foraminifera 
  • Membantu dalam proses pembusukan sisa sisa makanan.

Protozoa parasit yang merugikan 

  • Balantidium Coli dapat  menyebabkan penyakit diare 
  • Entamoeba dysentriae dapat menyebabkan penyakit disentri 
  • Entamoeba Gingivalis dapat menyebabkan penyakit gingivitis 
  • Entamoeba Histolytica dapat menyebabkan penyaki disenti 
  • Trypanosoma gambiense dapat menyebabkan penyakit tidur

Alga (protista mirip tumbuhan)

Klasifikasi alga

Alga merupakan sekelompok organisme autotrof. Tetapi meskipun alga lebih condong mirip dengan tumbuhan, tetapi alga tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan bisa dianggap tidak memiliki “organ” seperti yang tumbuhan miliki meliputi akar, batang, daun dan lain sebagagainya. Oleh sebab itu alga pernah hanya digolongkan ke dalam tumbuhan bertalus saja.

Ciri ciri alga

Alga memiliki ciri ciri umum meliputi Bersifat autotrof (fotoautotrof), hidup secara akuatik, endofit dan epifit, memiliki tubuh uniseluler atau multiseluler, berbentuk talus. Sel alga memiliki dinding sel terkecuali pada Euglenophyta, memiliki nukleus, mitokondria, badan golgi, dan juga kloroplast. Alga berkembang biak atau bereproduksi secara seksual dengan cara isogami dan oogami atau konjugasi dan peleburan ovum dan spermatium menjadi zigot, serta secara aseksual dengan pembelahan sel, fragmentasi dan pembentukan spora.

Jenis jenis alga 

Berdasarkan pigmentasi alga dikelompokan menjadi enam filum sebagai berikut: 
  • Euglenophyta,dapat bergerak secara aktif seperti hewan tetapi memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis seperti tumbuhan, memiliki karotenoid. Contohnya adalah Eugleda viridis. 
  • Chlorophyta atau alga hijau, memiliki dominasi pigmen hijau atau klorofil. Contohnya adalah Chlorella, Clamydomonas, Spirogyra. 
  • Chrysophyta atau alga keemasan, memiliki dominasi pigmen keemasan atau karotin. Contohnya adalah Ochromonas, Diatom, Navicula. 
  • Phaeophyta atau alga coklat, hidup dilaut bersuhu rendah, memiliki dominasi pigmen coklat atau fikosantin. Contohnya adalah Sargassum, Turbinaria. 
  • Rhodophyta atau alga merah, memiliki klorofil, dan memiliki dominasi pigmen berwarna merah atau fikoeritin. Contohnya adalah Gracilaria. 
  • Pyrrophyta, yang dapat menyebabkan air laut terlihat bercahaya di malam hari karena sel-selnya mengandung fosfor, memiliki klorofil, karotenoid, dan xantofil. Contohnya adalah Nocticula scintillans, Dinoflagellata.

Manfaat alga 

  • Sebagai sumber protein alternatif, contohnya Chlorella 
  • Sebagai isolasi dinamit, contohnya Diatom 
  • Sebagai bahan pembuatar agar-agar, contohnya Gelidium

Protista mirip jamur 

Protista mirip jamur merupakan organisme bersifat heterotrof yang mampu menghasilkan spora. Umumnya bersifat parasit atau saprofit. Protista mirip jamur ini umumnya dibedakan menjadi dua filum, yang pertama adalah jamur lendir plasmodial atau Myxomicota, contohnya Fuligo varians dan yang kedua adalah jamur air atau Oomycota, contohnya Phytophtora infestans.

Ringkasan Materi Pelajaran tentang Fungi (jamur)

Add Comment
Ringkasan Materi Pelajaran tentang Fungi (jamur)

Semangat27.com - Jamur merang (Volvariella volvacea), apakah anda mengetahuinya? Ya benar, rasanya enak dan banyak manfaatnya juga banyak orang yang budi daya jamur untuk berbisnis seperti bisnis jamur crispy. Tahukah anda sebenarnya apa itu jamur selain secara umum? Disini akan dijelaskan dari segi biologi apa itu jamur sebenarnya,

Pengertian jamur

Jamur adalah nama regnum untuk sekumpulan besar makhluk hidup eukariotik dan heterotrof yang mencerna makanan diluar tubuhnya kemudian setelahnya menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Jamur bereproduksi atau memperbanyak diri secara seksual dan aseksul.

Ringkasan Materi Pelajaran tentang Fungi (jamur)
sumber google image

Baca Juga : Ringkasan Materi Pelajaran tentang Virus

Reproduksi jamur 

  • Seksual : Reproduksi secara seksual dengan cara dua hifa jamur yang berbeda melebur kemudian membentuk zigot. Zigot tersebut tumbuh menjadi tubuh buah. 
  • Aseksual : Reproduksi secara aseksual dengan cara membentuk spora pada jamur multiseluler, bertunas, fragmentasi miselium, ataupun pembentukan kuncup pada jamur uniseluler.

Ciri ciri jamur 

Ciri-ciri fungi atau jamur meliputi : 
  • Hidup di tempat-tempat yang lembat 
  • Agak asam pada bahan makanan serta bahan organik 
  • Bersifat parasit dan saprofit pada tubuh tumbuhan, hewan ataupun manusia 
  • Bersel satu atau bersel banyak 
  • Tidak berklorofil

Pengelompokan jamur 

Berdasarkan tipe hifa 
  • Hifa aseptat atau hifa soenositik : hifa yang tidak mempunyai sekat 
  • Hifa septat uninukleus : hifa dengan sel berinti tunggal 
  • Hifa septat multinukleus : hifa dengan sel yang berinti banyak 
Berdasarkan reproduksi seksualnya 
  • Chytridiomycota : habitatnya tersebar di daratan, perairan, dan tubuh hewan. Reproduksi seksual dengan zoospora berflagela, dan secara aseksual denganzoospora motil. 
  • Zygomycota : ada yang bersimbiosis membentuk mikoriza. Reproduksi seksual dengan zigospora, sedang secara aseksual dengan sporangiospora 
  • Ascomycota : contohnya adalah Saccharomyces (ragi). Reproduksi seksual dengan askosropa di askus, sedangkan aseksual dengan konidi di konidiospora 
  • Basidiomycota : berukuran besar. Reproduksi seksual dengan basidiospora, sedangkan reproduksi aseksualnya dengan konidia dan fragmentasi namun reproduksi secara aseksual jarang terjadi. contoh dari basidiomycota adalah Volvariella volvacea atau biasa disebut dengan  jamur merang.

Manfaat jamur 

Manfaat jamur bagi kehidupan manusia : 
  • Auricularia polytricha : dimanfaatkan untuk bahan makanan 
  • Rhizopus oryzae : dimanfaatkan dalam produksi tempe 
  • Penicillium notatum : dimanfaatkan dalam produksi antibiotik 
  • Saccharomyces cerevisiae : dimanfaatkan dalam proses fermentasi (Ragi) 
  • Aspergillus niger : berperan dalam menghasilkan asam sitrat 
  • Neurospora crassa : berperan dalam pembuatan oncom

Lichenes (lumut kerak) dan Mikoriza 

  • Lichenes atau lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur mikobion dengan jenis alga fikobion. Mikobion berasal dari golongan Ascomycota dan Basidiomycota, sedang fikobion berasal dari Chlorophyta dan Cyanobacteria (alga hijau-biru) 
  • Mikoriza merupakan jamur yang berbentuk payung, dengan hifa yang bersimbiosis dengan akar dari tanaman. Terdapat dua jenis mikoriza, yakni ektomikoriza dan endomikoriza.

Ringkasan Materi Pelajaran tentang Virus

Add Comment
Virus

Semangat27.com - Macam macam ciri ciri klasifikasi virus akan dijelaskan disini tetapi sebelum itu harus kita ketahui terlebih dahulu penjelasa apa itu virus.

Pengertian virus

Pengertian virus yaitu Virus berasal dari bahasa Latin yaitu virion yang berarti racun. Virus sendiri merupakan suatu metaorganisme parasit berukuran 20-300 nanometer yang hanya hidup dan beraktivitas apabila berada dalam sel hidup atau sel inangnya. Oleh karena itu virus dapat dikatakan sebagai makhluk hidup dan benda mati. Virus dikatakan makhluk hidup karena virus mampu berkembang biak dan terdiri atas komponen genetik DNA atau RNA (hanya salah satu) yang terbungkus didalam kapsid atau selubung protein, sedangkan dikatakan benda mati karena virus dapat dikristalkan.

virus
sumber google image


Baca Juga : Ringkasan Materi Pelajaran tentang Bakteri
Sejarah virus

Sejarah virus mulai ditemukan pada tahun 1882 pada penyakit yang menyerang daun tembakau (adanya bintik-bintik kekuningan) oleh Adolf Mayer, yang kemudian selanjutnya penelitian tersebut diteruskan oleh beberapa orang seperti Dimitri Ivanowsky pada tahun 1892, M. Beijerinck pada tahun 1897, hingga pada tahun 1935 virus mosaik tembakau atau TMV (tobacco mosaic virus) berhasil dikristalkan oleh Wendell Stanley.

Struktur virus

Struktur virus memiliki tubuh yang terdiri dari kepala yang didalamnya berisi DNA atau RNA (salah satu saja), kemudian selubung protein atau yang biasa disebut dengan nama kapsid, lalu setelahnya terdapat ekor yang terdiri dari penyangga ekor dan serabut ekor.

Replikasi Virus (Reproduksi virus)

Replikasi virus (cara virus menginfeksi bakteri) atau yang biasa dikenal dengan istilah Reproduksi virus, umumnya terbagi menjadi dua siklus yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.
  • -siklus litik (daur litik) meliputi fase adsorpsi, fase penetrasi, fase replikasi/sintesis, fase perakitan, dan fase pembebasan. Umumnya siklus ini terjadi pada waktu yang relatif singkat, kemudian menonaktifkan bakteri, berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri. 
  • -siklus lisogenik (daur lisogenik) meliputi fase adsorpsi dan infeksi, fase penetrasi, fase penggabungan, dan fase replikasi/pembelahan. Untuk lebih jelasnya yaitu reduksi dari siklus litik ke provirus (dimana materi genetik virus dan sel inang bergabung), bakteri mengalami pembelahan biner dan provirus keluar dari kromosom bakteri.

Perbedaan virus dengan sel hidup

Meskipun virus dikatakan sebagai makhluk hidup namun virus tetap saja memiliki perbedaan dengan sel hidup, berikut ini perbedaan mendasar virus dengan makhluk hidup atau sel hidup :
  • Virus : hanya memiliki 1 asam nukleat (DNA atau RNA saja), virus hanya dapat mereproduksi materi genetik dan kapsidnya saja atau dengan kata lain virus tidak dapat mereproduksi semua bagian selnya, virus tidak dapat tumbuh dan bereproduksi (hidup) tanpa adanya sel inang dikarenakan virus tidak memiliki sistem metabolisme. 
  • Sel hidup : memiliki 2 tipe asam nukleat (DNA dan RNA sekaligus), dapat mereproduksi semua bagian selnya, dan memiliki sistem metabolisme.

Bakteriofag

Kemudian selain hal diatas ada pula yang disebut dengan bakteriofag. Bakteriofag adalah virus yang menyerang bakteri dan menyebabkan bakteri itu lisis atau pecah. Bakteriofag ini pertama kali ditemukan oleh Twort (1916) dan d’Herelle (1917). Struktur dari fag T atau bakteriofag tersusun atas kepala yang berbentuk heksagonal dengan terdapat DNA didalamnya, kemudian kapsid yang berupa selubung protein, dan ekor menyerupai tabung tersumbat yang dilengkapi dengan benang dan serabut.

Peranan virus dalam kehidupan

Peranan virus dalam kehidupan, meskipun pada dasarnya virus itu merugikan, namun terdapat pula virus yang bermanfaat atau menguntungkan dalam kehidupan manusia. Contohnya seperti virus yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran dan penelitian pada rekayasa genetika.