Amanat Sang Gadjah Mada Pada Saat Meresmikan Berdirinya Bhayangkari

07.41

Baca Juga

Amanat Sang Gadjah Mada Pada Saat Meresmikan Berdirinya Bhayangkari - Selamat malam, kali ini kita bertemu dimalam hari masih pada suasana tugas negara. Baiklah langsung saja akan kita bahas tugas selanjutnya.

Tatkala Sang Gadjah Mada meresmikan berdirinya Bhayangkari, beliau beramanat. "Hai pemuda-pemuda Bhayangkari, ingat akan empat hal jikalau benar-benar engkau ingin menjadi pemuda-pemuda pahlawan Bhayangkari, yang hendak melindungi Negara Majapahit ini, jalankanlah empat hal". Apa sajakah empat hal itu? Sebutkan dan jelaskan!



Berikut ini akan saya coba artikan juga jabarkan 4 hal tersebut yang saya dapatkan dari sumber terpercaya


  • Nomor satu, trisna, tan satrisna
    jangan pilih kasih, tidak mempunjai pertjintaan siapapun djuga, jaitu barangkali itu tidak pilih kasih.

    Maksud trisna, tan trisna disini adalah jangan pilih kasih. Sedangkan kata 'tidak mempunjai pertjintaan siapapun djuga, jaitu barangkali itu tidak pilih kasih.' menurut saya tidak mempunyai pertjintaan/percintaan atau menganak emaskan seseorang agar nantinya tidak pilih kasih.
  • Nomor dua, Gadjah Mada berkata, haniakan musuh. Haniakan musuh, haniakan musuh, mentiadakan musuhan, haniakan musuh maksudnya jangan ada kompromi. An haniakan musuh, hancur-leburkan musuh. Dan salah satu musuhkita ialah imperialisme monopoli kapitalis.
  • Nomor tiga, Sang Mahapatih Gadjah Mada berkata, Satya haprabu. - Satya haprabu,
    taat kepada pembesar. Setia kepada prabu, jaman sekarang yaitu setia kepada negara. Setia kepada negara yang kita proklamirkan, setia kepada Republik Indonesia yang kita proklamirkan pada tangal 17 Agustus 1945.
  • Nomor empat, yaitu ginong prati dinaGinong apa, ginong? Ginong prati dina artinya dibuat besar setiap hari. Gino prati dina, Pratidina artinya, tiap hari, saban hari. Ginong kalau tidak salah dari kata geng, gong, agung. Geng, langgeng, sugeng lantas dikasih, in, geng, gong, gung menjadi ginong. Dibuat besar, pratidina = tiap hari, tiap hari, tiap hari.

    Tatkala kita meletakkan batu pertama di sini masih "entak- entaskan", sekarang ya lambat-Iaun timbul gedung-gedung ini, tetapi kita punya tujuan lebih besar dari pada ini. Tiga kerangka itu tadi. Hanya dengan jiwa yang demikian itu tadi, sebagai dimaksudkan oleh Sang Mahapatih Gadjah Mada, kita bisa memenuhi tiga kerangka ini
Sumber :
Previous
Next Post »

3 komentar