Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Peran Mahasiswa

17.48

Baca Juga

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Peran Mahasiswa - Selamat pagi kawan, setelah tertunda rasa lelah yang berlebih, saya memutuskan untuk tidur semalam dan melanjutkan tugas dipagi hari seperti ini lagi. Baiklah langsung saja Berikan penjelasan singkat tentang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dan bagaimana peran Anda sebagai mahasiswa dan masyarakat Indonesia dalam menghadapi kondisi tersebut yang kira-kira akan berlangsung di akhir 2015 nanti?


Penjelasan singkat tentang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan kesepakatan negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kerja sama bidang perekonomian akan diberlakukan pada 31 Desember 2015. Bentuk kerja sama ini bertujuan agar terciptanya aliran bebas barang, jasa, dan tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas. Indonesia yang merupakan salah satu negara yang ikut ambil bagian dalam MEA 2015 memiliki potensi dan peluang yang besar untuk meningkatkan perekonomian nasional.


Lalu bagaimana  peran Anda sebagai mahasiswa dan masyarakat Indonesia dalam menghadapi kondisi tersebut yang kira-kira akan berlangsung di akhir 2015 nanti?

Kesadaran Membenahi Diri

Banyak cara sekaligus persiapan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. Hal ini juga merupakan tantangan karena sejatinya pola pikir dan semangat pemerintah serta para pelaku ekonomi Indonesia masih seperti biasanya. Kondisi seperti ini perlu adanya penyadaran bagi para generasi muda seperti kita sebegai generasi penerus bangsa ini. Generasi muda seperti kita harus mempersiapkan diri ketika pasar bebas ASEAN sudah diberlakukan. Sebab keberlanjutan negara ini ada di tangan kaum muda-mudi, ketika kesadaran akan pentingnya membenahi diri untuk menghadapi MEA bagi para generasi muda tidak ada, Indonesia nantinya akan terjual ke negara lain dan negara indonesai akan dikuasai oleh negara lain.

Mensosialisasikan MEA Kepada Orang-orang Terdekat

Dukungan dari generasi muda untuk menghadapi MEA merupakan salah satu kekuatan Indonesia untuk dapat bertahan dalam persaingan pasar bebas. Generasi muda perlu membuat berbagai kegiatan diantaranya yaitu menciptakan usaha sendiri selagi mahasiswa, mensosialisasikan MEA dan mengajak kaum muda lain untuk meningkatkan daya wirausaha sehingga usaha-usaha baru akan muncul dan bisa mempertahankan perekonomian negara. Generasi muda merupakan salah satu tonggak keberhasilan tujuan negara, karena kaum mudalah pemegang keberlanjutan negara.

Bonus Nilai-nilai positif apa yang ingin Anda dapatkan di Universitas Gadjah Mada dan juga di Daerah Istimewa Yogyakarta?

Menanamkan sebanyak-banyaknya  Nilai-nilai positif pun dapat menjadi salah satu cara dalam menghadapi persaingan secara sehat nantinya ketika sudah terjun langsung kedalam masyarakat.

Simpati dan Empati
Simpati adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain. Sedangkan Empati mirip perasaan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja, melainkan diikuti perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh bila sahabat kita orangtuanya meninggal, kita sama-sama merasakan kehilangan.

Teringat saat pertama kali berada di Yogyakarta untuk verifikasi berkas di UGM, saya bertemu dengan salah satu teman saya 1 Univ, 1 Prodi juga. Padahal pada saat itu kita baru kenal dan baru pertama kali bertemu juga. Ketika dia main ke pondok pesantren, kebetulan saya waktu itu numpang menginap di ponpes daerah karanggeneng, saya SMS dia "sudah sampai mana? sebentar ya aku cari makan" setelah beberapa saat dia datang saat aku belum sempat membeli makanan. Diakhir pertemua kita, dia memberikan makanan yang dia beli ketika perjalanan ke ponpes. Sungguh pada saat itu saya merasa merinding, "Baik sekali orang Jogja yah ternyata, baru kenal tapi sudah membawakan makanan seperti ini"

Sebenarnya jika berbicara tentang nilai-nilai positif ada banyak sekali nilai-nilai yang saya pribadi sangat ingin sekali mendapatkannya seperti Menjadi seorang pemimpin yang baik dan tahu perlakuan terbaik apa untuk orang-orang yang dipimpinnya, Menjadi orang yang kompetitif, inovatif dan juga produktif, Menjadi orang yang mampu berbaur dengan banyak orang tanpa memandang status sosial, ekonomi dan agama, dan masih banyak lagi.

Bonus lagi Bagaimana penerapan pola hidup sehat, pola hidup hemat, dan pola kehidupan sosial bermasyarakat sebagai mahasiswa?

Sebagai seorang mahasiswa kita pun wajib untuk selalu menerapkan pola hidup sehat agar selalu sehat, pola hidup hemat agar kondisi ekonomi pribadi stabil, dan pola kehidupan sosial bermasyarakat agar kita mampu menjadi seorang pribadi yang rendah hati dan mau tahu apa yang terjadi dengan orang-orang disekitar kita. Contoh-contoh penerapan pola hidup sehat, pola hidup hemat, dan pola kehidupan sosial bermasyarakat sebagai mahasiswa sebagai berikut

Pola hidup sehat : Dengan makan dan mandi yang teratur, meskipun jauh dari orangtua tetapi pola makan dan pola mandi harus dijaga. Bukan hanya itu saja, kita juga tidak boleh seenaknya pergi-pergi begitu saja diwaktu-waktu tertentu. Jangan dikira jauh dari orangtua lalu kita menjadi seseorang yang hidup bebas.

Pola hidup hemat : Menerapkan makan pada saat lapar, dan berhenti sebelum kenyang. Cara seperti ini sangat manjur bagi kita yang notabene jauh dari orangtua. Hanya membeli sesuatu yang diperlukan pun dapat mengantisipasi keborosan yang tidak diinginkan.

Pola kehidupan sosial bermasyarakat : Dengan cara bergaul dengan siapa saja tanpa memandang status ekonomi, sosial dan agama. Banyak teman, banyak rezeki namun teman disini bukan dalam artian bebas siapa saja, ada kriteria-kriteria teman mana yang mampu menjadikan kita menjadi pribadi yang baik dan juga sebaliknya.

Sumber :
Previous
Next Post »

2 komentar