Bung Karno dan Blaise Pascal

20.45

Baca Juga

"Berikan aku 10 pemuda maka aku akan mengubah dunia" (Bung karno)
Bung Karno bukan hanya milik bangsa Indonesia, dia adalah kebanggaan Asia, bahkan Afrika. Dia telah menjadi inspirasi perjuangan kemerdekaan di banyak Negara setelah sukses menghantarkan perjuangan pergerakan bangsa Indonesia ke pintu kemerdekaan, di saat Negara-Negara lain di benua Asia dan Afrika masih banyak yang terjajah. Tetapi, keberhasilah yang telah ia capai tidaklah mudah. Perjuangannya penuh tekanan dan penderitaan.
Sepertinya, Bung Karno memahami betul prinsip tekanan hidrostatis yang ditemukan oleh seorang ilmuwan asal Perancis Blaise Pascal. Prinsipnya, makin dalam permukaan air maka tekanannya menjadi semakin besar. Dan besar kecilnya tekanan dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu kedalaman (h), soliditas massa (ρ), dan gaya tarik (g). Hubungan ketiganya dapat dijelaskan dengan persamaan berikut:
P = ρ x g x h
P = Tekanan hidrostatis
ρ = Massa jenis atau soliditas massa
h = Tinggi dari permukaan atau kedalaman
Dari persamaan di atas dapat kita simpulkan bahwa:
Tekanan tegantung pada soliditas massa, kedalaman dan gaya tarik
Artinya:
Makin besar soliditas massa maka makin besar tekanan yang dihasikan
Makin jauh terlibat di dalamnya maka makin besar tekanan yang dihadapi
Makin besar gaya yang diterima, maka makin besar pula tekanannya


Dan Bung Karno pun telah membuktikan langsung kebenaran teori tekanan hidrostatis Pascal ini.
Sejarah membuktikan keampuahan tekanan yang disebabkan ketiga hal tersebut Penjajah belanda akhirnya pulang hanya dalam kurun waktu 17 tahun setelah massa pemuda dengan solidnya berikrar sumpah setia membela Tanah tumpah darah Indonesia. Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun saja akhirnya tumbang akibat soliditas massa mahasiswa yang didukung total oleh rakyat.
Massa yang solid adalah senjata ampuh untuk menekan dan menjatuhkan.

Selain soliditas massa, tekanan juga dipengaruhi oleh kedalaman posisi. Semakin dalam posisinya, maka makin besarlah tekanan yang diterimanya. Hal itulah yang pernah dirasakan Bung Karno dulu. Dalam memperjuangkan Indonesia, beliau tidak setengah-setengah, dia total menceburkan dirinya ke dasar yang terdalam. Akibatnya tekanan dan penderitaan harus dia rasakan, dipenjara, dibuang dan diasingkan. Namun itu adalah konsekuensinya, karena:
Bila hanya tampil di permukaan saja tanpa menyelami kedalamannya, sekadar menjadi kaki tangan sang penguasa, maka kemerdekaan hanyalah mimpi yang tak pernah terwujudkan.

Selain karena soliditas massa dan posisi, tekanan juga dipengaruhi oleh gaya tarik. Makin besar gaya tariknya, maka makin besar pula tekanan yang dihasilkan. Apa yang membuat bangsa Eropa dating jauh-jauh ke negeri kita? Tak lain adalah kekayaan alam dan budayanya yang memiliki gaya tarik tinggi dan sangat memikat. Hal itu dipahami betul oleh Bung Karno, gaya tarik tinggi yang dimiliki bumi Indonesia inilah menyebabkan para penjajah dating dan memberi tekanan kepada bangsa Indonesia.
Sebagai nasionalis sejati, Bung Karno maju berdiri terdepan untuk memimpin perjuangan kemerdekaan, gaya tariknya sebagai tokoh sentral membuatnya harus menghadapi tekanan demi tekanan.
Blaise Pascal membuat teorinya tapi Bung Karno sukses memaknainya.
Previous
Next Post »
0 Komentar