Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan

Kriteria Seorang Pemimpin

Add Comment
Kriteria Seorang Pemimpin - Manusia hidup di dunia ini tidaklah sendiri, melainkan bersama dengan manusia lain yang ada disekitarnya. Kehidupan manusia tersebut akan merasa terlengkapi dengan adanya manusia manusia yang lain yang ada disekitarnya itu. Namun semua itu terkadang berjalan tidak semanis yang terbayangkan, akan ada banyak konflik menyelimuti kelompok manusia-manusia tersebut.

Artikel sebelumnya Cara gratis riset keyword tanpa software untuk blog adsense

Untuk itulah sumber daya manusia yang mumpuni di butuhkan dalam hal ini. Jiwa pemimpin, tidak hanya sekedar mampu memimpin diri sendiri tetapi mampu untuk memimpin manusia-manusia lain yang ada disekitarnya. Akan tetapi pada masa sekarang ini jiwa kepemimpinan seperti itu kian terkikis, banyak manusia yang selalu mengharapkan kesuksesan dalam kepemimpinannya akan tetapi hasil terbalik yang justru diperolehnya.

Sudah banyak contoh para pemimpin negeri kita yang gagal dimasa pemerintahannya, banyak para pemimpin-pemimpin daerah yang terpaksa dicopot dari masa jabatannya karena melakukan suatu kesalahan yang merugikan para manusia yang dipimpinnya.

Lalu bagaimanakah cara untuk mengantisipasinya? Bagaimana cara menjadi pemimpin yang sesuai untuk orang-orang yang dipimpinnya? Dari buku leadership of islam terdapat dua prestasi dari seseorang pemimpin yang dikatakan telah sesuai menjadi pemimpin bagi para orang-orang yang dipimpinnya yakni :

1 Ketika seorang pemimpin tersebut telah berhasil untuk menjadikan dirinya lebih baik dan mampu menjadi sosok teladan bagi para pengikutnya

2 seorang pemimpin telah berhasil dalam menciptakan sebuah kondisi yang memungkinkan para pengikutnya mendapatkan aspirasinya.

Dua hal tersebut mampu untuk menjadikan seseorang untuk pantas disebut sebagai seorang pemimpin. Pemimpin yang mampu memimpin orang yang dipimpinnya juga pemimpin yang mampu menjadikan orang yang di pimpinnya menjadi seorang pemimpin.

Demikianlah bacaan ringan Kriteria Seorang Pemimpin semoga bermanfaat

Kriteria Seorang Pemimpin

Lupakan Pencitraan, Be Your Self!

Add Comment
Kebanyakan orang dari keluarga baik-baik memiliki tuntutan untuk menjaga sikapnya di depan orang lain demi sebuah pencitraan. Nama baik keluarga akan dipertaruhkan atas segala tindakan. Seseorang seperti ini biasanya memiliki banyak ketakutan dalam setiap tindakannya. Takut kalau citra baik yang melekat dalam diri dan keluarganya akan tercoreng.
Sobat, namanya juga masih remaja, mana mungkin kita tidak pernah melakukan kesalahan. Kalau kamu seperti itu, berarti kamu akan tumbuh sebagai pribadi yang tidak pernah berani menanggung resiko dan cenderung menghindari konflik. Padahal, konflik itu sudah pasti ada, jadi harusnya diselesaikan, bukan dihindari setiap saat.
Menjaga citramu sebagai orang baik yang sopan, lembut, dan pintar memang perlu. Tapi, hidup ini harus berwarna. Kamu kan masih remaja, jadi sebaiknya easy going saja. Jangan sampai hanya karena pencitraan itu kamu tidak berani mencoba hal-hal baru yang positif. Kamu jadi terlalu pemilih dalam bergaul, dan tidak bias menerima kekalahan.
Jadilah dirimu sendiri apa adanya, jangan pernah takut terhadap penilaian orang lain terhadapmu. Kamu tidak melakukan kejahatan dan kebodohan itu karena kamu tau akibatnya dan kamu tidak menginginkannya, bukan karena takut orang lain akan menilai buruk tentangmu. So, yuk kita simak bagaimana sih caranya menjadi diri sendiri yang tidak terbelenggu oleh pencitraan. Berikut tips-tips yang bias kamu pelajari, yaitu:

1. Tertawa lepas

Tertawa lepas itu penting, karena tawa itu bias membersihkan jiwa seperti halnya sabun yang membersihkan tubuh. Nyatanya, para peneliti menyarankan bahwa sedikitnya kita perlu tertawa lepas dua belas kali dalam sehari agar tetap sehat. Selain itu, orang lain yang melihatmu tertawa lepas juga akan ikut merasakan kegembiraanmu. Bayangkan, kalau setiap tertawa kamu harus menutup mulutmu rapat-rapat.

2. Menikmati keadaan

Kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan penialaian orang lain ataupun takut dengan keterbatasan mu. Nikmati saja keadaan sekarang, Kalau lagi ada agenda bersih-bersih di sekolah, jangan ragu untuk ambil peran, seperti menyapu taman, mencabuti rumput, dan lain sebagainya. Kalau lagi ada agenda kemping, ikut saja, dan jangan lupa menikmati keadaan, jangan sampai hanya gara-gara pencitraan kamu harus kehilangan moment-moment berharga bersama teman-temanmu.

3. Jangan takut salah

Di usiamu ini, kamu akan terbentur dengan beberapa hal-hal konyol yang tidak sengaja kamu lakukan. Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Jadilah dirimu sendir, jika melakukan kesalahan pada orang lain, minta maaf. Jika kamu melakukan kesalahan pada dirimu sendiri, jangan sampai kamu kehilangan keceriaan masa remajamu. Jadilah orang yang mengalir seperti air.

4. Apa adanya

Jangan bohong, bicara dan bertindaklah apa adanya. Jika kamu memang tidak mampu, ya jangan dilakukan. Katakan saja pada teman atau guru bahwa kamu tidak mampu melakukannya. Kalau kamu jujur, mereka pasti akan simpatik dan membantumu. Tapi, kalau kamu kebanyakan gengsi, orang lain pun akan muak melihat tingkahmu. Ingat ya, jangan terlalu meninggikan diri kalau kenyataannya tidak begitu-begitu amat, apa adanya saja.

5. Bisa diajak canda

Pernah tidak lihat orang yang terlalu sensitive sampai-sampai candaan orang pun melukai hatinya? ya, memang jangan suka menghina dalam candaan. Tapi, kalau hanya sekedar gurauan ringan yang menertawakan kekonyolan kita, ya nikmati saja. Namanya juga manusia, sekali waktu pasti pernah melakukan kekonyolan. Kalau orang lain menertawakan kekonyolanmu, ikut tertawa saja, jangan marah. Kalau kamu cerdas, kamu bias membalas canda kekonyolan orang yang mencandaimu.

Cara Simpel Mengatasi Rasa Marah

Add Comment
Karena fluktuasi emosi kita yang naik turun, apalagi ada saat-saat di mana kita jadi terlalu sensitive dan mudah marah. Mungkin karena perubahan tubuh yang lagi dating bulan, atau karena lagi patah hati, dan banyak alas an lainnya yang bikin kita mudah emosi.
Tapi jangan lupa, kamu juga harus pandai mengatasi rasa marahmu. Jangan sampai gara-gara marah, kamu jadi lupa sopan santun, lalu memperlihatkan wajah bringas dan judes. Untuk membantumu mengatasi rasa marah, berikut adalah beberapa saran praktis untuk mengatasi rasa marah.


1. Diam

Jika kita berbicara dalam rasa marah, kita pasti akan memperburuk situasi dan sangat mungkin menyakiti perasaan orang lain. Jika kita berbicara dalam keadaan marah, kita mungkin orang yang kita ajak bicara akan menanggapi dengan rasa marah juga. Semakin akan menciptakan sebuah lingkaran kemarahan. Namun, jika kita bias menjaga mulut untuk tetap diam, maka akan memberikan waktu bagi yang marah untuk meninggalkan kita.
"Ketika marah, hitunglah sampai sepuluh sebelum Anda berbicara. Jika Anda sangat marah, hitunglah sampai seratus." - Thomas Jefferson-

2. Acuhkan orang yang berusaha membuat kita marah

Sialnya, beberapa orang mungkin memiliki niat jahat dengan mencoba membuat kamu marah dan mengambil kesenanganmu. Namun, jiak kita bias mengacuhkan kata-kata mereka dan tidak merespon dengan cara apapun provokasi yang mereka lakukan , maka mereka akan kehilangan minat dan tidak mengganggu kita di waktu mendatang.

3. Gunakan alasan untuk menghentikan kemarahan

Ketika kita marah, katakana pada diri sendiri "kemarahan ini tidak akan membantu saya dengan cara apapun. Kemarahan ini akan membuat situasi lebih buruk." Bahkan jika sebagian dari kita masih
marah, suara batin kita akan membantu kita untuk menjauhkan diri dari kemarahan tersebut.

4. Bersikap baik pada orang lain

Visualisasi lain yang disarankan oleh seorang guru spiritual adalah melihat agen kemarahan sebagai anak berusia 5 tahun. Jika kamu berpikir tentang orang lain sebagai anak berusia 5 tahun yang tak berdaya, kasih saying dan pengampunanmu yang akan muncul. Jika adik kecilmu tidak sengaja menusukmu, kamu tidak akan merasakan kemarahan dankeinginan untuk membalas. Sebaliknya kamu hanya akan merasa dia masih terlalu muda dan perlu tahu hal-hal yang baik. Latihan ini mungkin sangat berguna bagi anggota keluarga dekat yang kadang-kadang menimbulkan rasa marahmu. Misalnya adikmu, kakakmu, bibi, dan lain sebagainya.

5. Nilai perdamaian jauh lebih tinggi disbanding rasa marah

Jika kita menghargai ketenangan oikiran sebagai harta kita yang paling penting, kita tentu saja tidak akan membiarkan kemarahan tetap ada dalam system kita. Seperti Sri Chinmoy pernah katakana: "Anda mungkin punya hak untuk marah dengan seseorang, tetapi Anda tahu bahwa dengan marah kepadanya Anda hanya akan kehilangan kedamaian pikiran Anda yang berharga."

6. Selalu memahami orang yang marah padamu

Jangan khawatir jika kamu memiliki perasaan untuk membela diri dari kritik mereka. Jika kamu dapat tetap tenang, mereka mungkin mulai merasa bersalah melampiaskan kemarahan mereka padamu. Terinspirasi oleh contoh ketenanganmu, mereka akan sadar dan berusaha untuk melakukan hal yang sama.

7. Fokus pada sesuatu yang bahagia

Misalkan seseorang telah melakukan sesuatu yang membuat kamu marah. Pikirkan tentang sesuatu yang membuat kamu bahagia. Penangkal terbaik untuk emosi negative adalah focus pada emosi positif.

8. Tarik nafas dalam-dalam

Tindakan sederhana dengan menarik nafas dalam-dalam akan sangat membantumu dalam menghilangkan kemarahan.

9. Meditasi

Berlatih meditasi secara teratur untuk membawa kedamaian batinmu ke depan. Jika kita dapat memiliki akses menuju kedamaian batin, maka kita akan mampu memanfaatkan hal ini selama masa pengujian.

10. Tersenyum

Ketika kita tersenyum kita meredakan banyak situasi negative. Tersenyum adalah cara menawarkan niat baik kepada orang lain. Tersenyum tidak memerlukan biaya apa-apa, selain efektif dapat meredakan situasi tegang.

Cara Terbaik Membeli Impian

Add Comment
Syahdan cerita, Jaka Tarub mendadak kaya! Orang-orang pun pada penasaran, apa rahasianya?

"Jaka Tarub kamu kok bisa mendadak kaya? Apa sih rahasianya?"
"Hm, sebenarnya ada tiga hal."
"Apa saja?"
"Pertama, aku bekerja keras."
"Terus?"
"Kedua, aku menjaga integritas."
"Terus apa lagi?"
"Ketiga, aku menikahi janda kaya!"
"Halah kalau gitu nggak usah ngomong!"
Hehehe! Memang, menjadi kaya adalah harapan banyak orang, Ketahuilah, kata lain untuk harapan adalah impian. Ketahui juga, cara terbaik untuk 'membeli' impian adalah dengan meningkatkan amal kebaikan. Misalnya, Anda ingin punya rumah. Selain berikhtiar, Anda juga meningkatkan amal kebaikan. Anda meningkatkan sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajjud. Ya berharap, ya beramal.

Boleh dibilang, inilah manusia level tiga:
- Manusia level satu : kalau lagi punya harapan, impian, atau hajat maka dia akan berusaha. Yah, cuma berusaha.
- Manusia level dua : kalau lagi punya harapan, impian, atau hajat, maka dia akan berusha dan berdoa.
- Manusia level tiga : kalau lagi punya harapan, impian, atau hajat maka dia akan berusaha, berdoa, dan beramal. Ringkasnya, ia 'membeli' impian dan 'mengantar' hajatnya dengan amal kebaikan. Sekali lagi, ya berharap, ya beramal.
- Inilah cara terbaik untuk 'membeli' impian. Inilah bentuk berniaga dengan Allah.
- Ingat, selagi Anda berharap kepada Allah, itulah yang namanya ikhlas. Ingat juga, apabila Anda berharap kepada selain Allah, itulah yang namanya tidak ikhlas. Right?

Membaca ini, mungkin akan muncul percakapan seperti ini
"Ah, ini duniawi sekali. Amal kok buat jual beli?"
"Hei, jangan salah! Ini namanya berniaga dengan Allah. Kita kan diajarkan berdoa untuk selamat dunia akhirat. Tentulah kita boleh beramal untuk selaamat dunia akhirat. Tepatnya, berharap fadilah dunia akhirat."
"Tapi..."
"Begini deh. Katakanlah, sekarang Mas tengah dililit utang dan sakit berat. Apa boleh Mas berharap selamat di dunia?  Apa boleh Mas berharap lunas utangnya dan sembuh sakitnya? Kalau memang boleh. Coba, bagaimana caranya?"
"Yah, saya akan berusaha."
"Terus?"
"Saya akan berdoa"
"Cuma itu?"
"Hm, mungkin saya juga bersedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajjud."
"Nah, itu dia, manusia level tiga! Berusaha, berdoa, dan beramal!"
"Begitu, ya."
"Tambahan nih, sebaik-baiknya adalah beramallah dan berharaplah fadilah untuk dunia akhirat. Jangan untuk dunia tok."

Tips Menjadi Pribadi yang Mudah Dicintai

Add Comment
Sesungguhnya, setiap dari kita dilahirkan sebagai bayi yang lucu, menggemaskan, dan mengundang kasih sayang. Tapi, kemudian kita tumbuh menjadi pribadi yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak peka terhadap kebutuhan orang lain, tidak berlaku seanggun yang diharapkan, dan tidak berupaya membantu orang lain untuk merasa gembira dengan diri dan kehidupan mereka. Selain itu, tidak sedikit dari kita yang tumbuh menjadi pribadi yang rindu dicintai, tapi mempersulit orang lain untuk mencintainya.

Banyak orang bermasalah dengan kepribadiannya sendiri sehingga mereka membutuhkan pujian dari orang lain secara berlebihan. Tetapi, harapan tersebut biasanya tidak dibarengi dengan usaha untuk bias dicintai. Kita semua memiliki kebutuhan untuk menjadi pribadi yang lebih mudah dicintai.


tonton juga videonya yak biar joss

Baca juga artikel lain yang tidak kalah joss

Di lain pihak sebagian orang berusaha sebaik mungkin agar bisa menjadi pusat perhatian orang terutama terkait dengan hal-hal yang baik. Nah, berikut ini ada beberapa tips sederhana untuk menjadi pribadi yang mudah dicintai.

1. Selalu aktif
Jadilah orang yang suka melakukan banyak aktivitas, bukan hanya santai-santai di rumah saja. Kamu bisa bertemu banyak orang dan merasakan pengalaman yang berbeda saat beraktivitas.
2. Suka bergaul dan ramah
Bersikaplah ramah terhadap semua orang, mulai dari orang yang baru dikenal sampai orang yang mungkin hanya dikenal di tempat-tempat umum. Teman-temanmu akan melihat sikapmu itu dan mengetahui kalau kamu mudah diajak bergaul.
3. Penuh rasa ingin tahu
Ketika membicarakan suatu hal, tumbuhkan rasa ingin tahu, sehingga kamu bisa menciptakan obrolan yang bermutu. Jadi, bukannya jadi yang sok tahu.
4. Jadi orang yang jujur
Orang yang jujur akan mudah diterima dengan baik di komunitas mana pun. Karena dengan kejujuran, kita bisa diterima dan dicintai di mana saja kita berada.
5. Jaga rahasia dan bisa dipercaya
Ketika seseorang menceritakan pengalaman yang sifatnya pribadi sama kamu, berarti dia percaya kalau kamu bisa memegang rahasia. Jadi, jangan sia-siakan kepercayaan itu dengan mengumbar-ngumbar rahasia orang lain.
6. Mengingat nama orang dengan baik
Seseorang akan merasa sangat dihargai kalau kamu mengingat namanya. Karena itu, ingat baik-baik nama-nama orang yang pernah berkenalan atau pernah dekat denganmu.
7. Bisa menerima perubahan
Jadilah orang yang fleksibel, jangan terlalu kaku. Setiap kehidupan pasti mengalami perubahan termasuk lingkungan. Kamu harus bisa mengikuti. Tapi kamu juga harus punya penyaring mana yang baik mana yang kurang baik. kalau sudah begini maka perubahan adalah sesuatu yang menyenangkan.
8. Menghindari kubu-kubuan
Kalau di antara teman-temanmu terdapat dua kubu atau lebih yang berseteru. Sebaiknya kamu menghindari masuk ke dalam salah satu kubu di antara keduanya. Lebih baik  kamu menjadi orang yang netral sehingga diterima oleh semua kubu.
9. Pandai menempatkan diri
Kemampuan untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, terutama lingkungan yang baru sangat diperlukan untuk menjadi seorang yang menyenangkan. Sebab dengan kemampuan beradaptasi dan menempatkan diri inilah, kita akan dengan mudah diterima oleh orang-orang dimanapun itu.
10. Humoris
Barangkali ini syarat mutlak menjadi seseorang yang menyenangkan dan dicintai. Humor atau candaan sangat pentng kalau kamu ingin menjadi orang yang menyenangkan. Kamu tidak harus jadi pelawak atau selalu melucu, tapi kamu harus memiliki selera humor yang baik dan dapat mengukur kapan waktunya bercanda atau serius.
11. Membuka diri buat orang lain
Buka diri untuk orang-orang yang ingin mengenalmu. Jangan sekali-kali memilih-milih dan membeda-bedakan seseorang berdasarkan statusnya. Kamu harus menjalin silaturrahmi dengan semua orang. Dengan catatan, kamu harus membentengi diri biar tidak mudah terbawa arus negative.